<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atribut &amp; Bendera Muhammadiyah Tak Boleh Dibawa saat Aksi 212</title><description>Pimpinan Pusat Muhammadiyah melarang membawa atribut dan bendera organisasi bergambar matahari tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/01/510/1556285/atribut-bendera-muhammadiyah-tak-boleh-dibawa-saat-aksi-212</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/01/510/1556285/atribut-bendera-muhammadiyah-tak-boleh-dibawa-saat-aksi-212"/><item><title>Atribut &amp; Bendera Muhammadiyah Tak Boleh Dibawa saat Aksi 212</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/01/510/1556285/atribut-bendera-muhammadiyah-tak-boleh-dibawa-saat-aksi-212</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/01/510/1556285/atribut-bendera-muhammadiyah-tak-boleh-dibawa-saat-aksi-212</guid><pubDate>Kamis 01 Desember 2016 16:30 WIB</pubDate><dc:creator>Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/01/510/1556285/atribut-bendera-muhammadiyah-tak-boleh-dibawa-saat-aksi-212-rx4OgECQEc.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/01/510/1556285/atribut-bendera-muhammadiyah-tak-boleh-dibawa-saat-aksi-212-rx4OgECQEc.jpg</image><title></title></images><description>YOGYAKARTA - Organisasi keagamaan dari Muhammadiyah mendukung aksi Bela Islam III di Jakarta pada Jum'at, 2 Desember 2016 besok. Namun, Pimpinan Pusat Muhammadiyah melarang membawa atribut dan bendera organisasi bergambar matahari tersebut.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta, Gita Danu Pramata menegaskan larangan membawa atribut dan bendera Muhammadiyah. Dia mengaku warga Muhammadiyah yang berangkat ke Jakarta, atas nama pribadi, bukan mewakili organisasi.
&quot;Muhammadiyah menghimbau agar tidak berangkat ke Jakarta, tapi juga tidak melarang jika ingin berangkat,&quot; katanya di Masjid PWM Yogyakarta, Kamis (1/12/2016).
Sikap Muhammadiyah, kata dia, tetap sama, yakni mengawal kasus penistaan agama yang menyeret nama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) non aktif. Kasus tersebut harus diselesaikan secara tuntas di pengadilan.&amp;nbsp;
Pihaknya juga memfasilitasi warga Yogyakarta yang mengikuti aksi Bela Islam III ini. Tak hanya dari organisasi Muhammadiyah, tapi juga organisasi keagamaan lainnya dalam pembekalan dan pemberangkatan dari Yogyakarta.
Ketua Laskar Fastabiqul Khoirot, Lukman Syarifudin mengatakan seluruh laskar yang berangkat diperiksa masing-masing barang bawaannya. Mereka tidak diperbolehkan membawa barang berbahaya seperti senjata tajam dan sebagainya.
&quot;Untuk menjamin keamanan, kita semua yang berangkat ke Jakarta tidak boleh membawa barang-barang yang sekiranya bisa membahayakan. Kita jaga betul, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,&quot; jelasnya.
Terpisah, Pengurus DPW PPP Yogyakarta, Maksum Amrullah menegaskan tidak memberangkatkan massa ke Jakarta dalam aksi Bela Islam III ini. Dia mengakui jika ada sayap partai yang berangkat, diluar instruksi partai.
&quot;Yang berangkat ke Jakarta itu diluar kelembagaan. Aksi Bela Islam III&amp;nbsp;itu murni aksi umat dan tidak ada korelasi dengan politik, jadi kami dari kelembagaan tidak menganjurkan dan tidak memberangkatkan masa ke Jakarta,&quot; ujar Maksum.&amp;nbsp;
Meski demikian, pihanya tetap memantau aktifitas yang dilakukan sayap partai berlambang kakbah ini. Dia kembali menegaskan jika para laskar yang berangkat merupakan inisiatif pribadi dan biaya sendiri.
&quot;Kita tidak melarang, silahkan kalau mau berangkat. Kita juga tidak bertanggung jawab atas pemberangkatan, karena itu inisiatif masing-masing,&quot; pungkasnya.
Gerakan Pemuda Kakbah yang merupakan sayap partai ini banyak yang sudah berangkat ke Jakarta. Tercatat, ada sekitar 300 orang yang berangkat menggunakan kendaraan bus travel maupun kereta api. Mereka akan bergabung dalam aksi demo akbar 212 di Monas Jakarta. (sym)</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Organisasi keagamaan dari Muhammadiyah mendukung aksi Bela Islam III di Jakarta pada Jum'at, 2 Desember 2016 besok. Namun, Pimpinan Pusat Muhammadiyah melarang membawa atribut dan bendera organisasi bergambar matahari tersebut.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta, Gita Danu Pramata menegaskan larangan membawa atribut dan bendera Muhammadiyah. Dia mengaku warga Muhammadiyah yang berangkat ke Jakarta, atas nama pribadi, bukan mewakili organisasi.
&quot;Muhammadiyah menghimbau agar tidak berangkat ke Jakarta, tapi juga tidak melarang jika ingin berangkat,&quot; katanya di Masjid PWM Yogyakarta, Kamis (1/12/2016).
Sikap Muhammadiyah, kata dia, tetap sama, yakni mengawal kasus penistaan agama yang menyeret nama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) non aktif. Kasus tersebut harus diselesaikan secara tuntas di pengadilan.&amp;nbsp;
Pihaknya juga memfasilitasi warga Yogyakarta yang mengikuti aksi Bela Islam III ini. Tak hanya dari organisasi Muhammadiyah, tapi juga organisasi keagamaan lainnya dalam pembekalan dan pemberangkatan dari Yogyakarta.
Ketua Laskar Fastabiqul Khoirot, Lukman Syarifudin mengatakan seluruh laskar yang berangkat diperiksa masing-masing barang bawaannya. Mereka tidak diperbolehkan membawa barang berbahaya seperti senjata tajam dan sebagainya.
&quot;Untuk menjamin keamanan, kita semua yang berangkat ke Jakarta tidak boleh membawa barang-barang yang sekiranya bisa membahayakan. Kita jaga betul, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,&quot; jelasnya.
Terpisah, Pengurus DPW PPP Yogyakarta, Maksum Amrullah menegaskan tidak memberangkatkan massa ke Jakarta dalam aksi Bela Islam III ini. Dia mengakui jika ada sayap partai yang berangkat, diluar instruksi partai.
&quot;Yang berangkat ke Jakarta itu diluar kelembagaan. Aksi Bela Islam III&amp;nbsp;itu murni aksi umat dan tidak ada korelasi dengan politik, jadi kami dari kelembagaan tidak menganjurkan dan tidak memberangkatkan masa ke Jakarta,&quot; ujar Maksum.&amp;nbsp;
Meski demikian, pihanya tetap memantau aktifitas yang dilakukan sayap partai berlambang kakbah ini. Dia kembali menegaskan jika para laskar yang berangkat merupakan inisiatif pribadi dan biaya sendiri.
&quot;Kita tidak melarang, silahkan kalau mau berangkat. Kita juga tidak bertanggung jawab atas pemberangkatan, karena itu inisiatif masing-masing,&quot; pungkasnya.
Gerakan Pemuda Kakbah yang merupakan sayap partai ini banyak yang sudah berangkat ke Jakarta. Tercatat, ada sekitar 300 orang yang berangkat menggunakan kendaraan bus travel maupun kereta api. Mereka akan bergabung dalam aksi demo akbar 212 di Monas Jakarta. (sym)</content:encoded></item></channel></rss>
