<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Emosi Campur Aduk Keluarga Korban Selamat Pesawat Jatuh di Kolombia</title><description>Keluarga Neto mengucap syukur atas keselamatan anggota keluarga mereka.  Namun keluarga Neto di saat bersamaan harus merasakan perang batin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/02/18/1557437/emosi-campur-aduk-keluarga-korban-selamat-pesawat-jatuh-di-kolombia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/02/18/1557437/emosi-campur-aduk-keluarga-korban-selamat-pesawat-jatuh-di-kolombia"/><item><title> Emosi Campur Aduk Keluarga Korban Selamat Pesawat Jatuh di Kolombia</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/02/18/1557437/emosi-campur-aduk-keluarga-korban-selamat-pesawat-jatuh-di-kolombia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/02/18/1557437/emosi-campur-aduk-keluarga-korban-selamat-pesawat-jatuh-di-kolombia</guid><pubDate>Jum'at 02 Desember 2016 17:21 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/02/18/1557437/emosi-campur-aduk-keluarga-korban-selamat-pesawat-jatuh-di-kolombia-fNOgUNiuNI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keluarga Korban Selamat Pesawat Jatuh di Kolombia. (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/02/18/1557437/emosi-campur-aduk-keluarga-korban-selamat-pesawat-jatuh-di-kolombia-fNOgUNiuNI.jpg</image><title>Keluarga Korban Selamat Pesawat Jatuh di Kolombia. (Foto: AP)</title></images><description>RIO DE JANEIRO - Helio Hermito Zampier (31) adalah salah satu dari enam korban selamat kecelakaan pesawat di Kolombia. Pria yang akrab di sapa Neto tersebut merupakan pemain sepakbola klub Chapocoense Real.
Dilansir dari Fox News, Jumat (2/11/2016) keluarga Neto mengucap syukur atas keselamatan anggota keluarga mereka. Namun keluarga Neto di saat bersamaan harus merasakan perang batin.
Mereka bahagia atas selamatnya Neto dan menganggapnya sebagai sebuah keajaiban. Di sisi lain, mereka juga berjuang menahan kesedihan terkait tewasnya 71 orang penumpang lainnya, yang 19 di antaranya adalah anggota tim kesayangan Neto.
&quot;Di satu sisi kami bahagia karena anggota keluarga kami, Neto, masih hidup tapi di saat yang sama kami berduka karena kehidupan yang lainnya telah hilang,&quot; ujar kakak Neto Helam Marinho Zampier Junior (36).
Kabar terakhir menyebutkan, Neto dalam kondisi stabil pascaoperasi paru-paru, lutut, pergelangan tangan dan kepalanya. Ia diketahui sadar dengan cepat dan langsung memegang tangan dokter, sebelum akhirnya dibius kembali untuk melanjutkan proses pemulihan.
&quot;Saya tak bisa mengatakan tuhan telah menyelamatkan nyawa anak saya. Jika itu terjadi, tuhan akan menyelamatkan semua orang. Saya hanya bisa mengatakan tuhan telah membantu anak saya,&quot;  tutur ayah Neto, Helam Marinho Zampier Senior.Keluarga kemudian menceritakan pengalaman mereka ketika pertama kali  mendapat kabar kecelakaan pesawat pada Selasa dini hari 29 November 2016  dari istri Neto, Simone. Ia meninggalkan dua anak kembar laki-laki  berusia sembilan tahun dan langsung terbang ke Kolombia saat itu juga.  Keluarga terus memantau perkembangan melalui media televisi.
Mereka mengaku melihat tayangan seseorang pria yang mirip Neto  ditandu oleh petugas medis dalam kondisi selamat. Namun, saat itu mereka  belum yakin tentang hal ini.
Sementara menunggu kabar resmi dari pihak berwenang, istri Neto menceritakan bahwa sebelum  kecelakaan terjadi, Neto sudah bermimpi jika pesawat yang ditumpanginya  jatuh. Hal ini semakin menyempurnakan ketegangan keluarga Neto, hingga akhirnya mereka secara resmi menerima konfirmasi tentang keselamatannya.
&quot;Saat aku tahu bahwa ia selamat aku langsung mengucap terimakasih  pada tuhan. Sekarang aku lega, tapi hatiku hancur mengingat ibu lain  yang kehilangan anak mereka,&quot; ungkap ibu Neto, Valeria Zampier.
Keluarga Neto percaya bahwa Neto akan segera bangkit. Mereka  mengungkapkan, sejak dulu Neto sudah mencintai sepakbola dan telah lebih   dari satu dekade menjadi pemain sepakbola. Neto telah bermain untuk beberapa tim di Brasil. Dia juga telah pulih dari  operasi pada pinggul dan lehernya, luka tidak mampu diatasi kebanyakan  pemain.
&quot;Bagi dia, tidak ada yang mustahil,&quot; tambah ibu Neto.
Neto seharusnya menjalani laga final Copa Sudamerica Rabu 30 November  2016 melawan klub Atletico, sebelum pesawat yang ditumpanginya jatuh di  wilayah Medellin, Kolombia. Sebuah upacara peringatan bagi para korban tewas tengah dipersiapkan di Chapeco,  Sabtu 3 Desember 2016 sembari menunggu kedatangan para jenazah. (rav)</description><content:encoded>RIO DE JANEIRO - Helio Hermito Zampier (31) adalah salah satu dari enam korban selamat kecelakaan pesawat di Kolombia. Pria yang akrab di sapa Neto tersebut merupakan pemain sepakbola klub Chapocoense Real.
Dilansir dari Fox News, Jumat (2/11/2016) keluarga Neto mengucap syukur atas keselamatan anggota keluarga mereka. Namun keluarga Neto di saat bersamaan harus merasakan perang batin.
Mereka bahagia atas selamatnya Neto dan menganggapnya sebagai sebuah keajaiban. Di sisi lain, mereka juga berjuang menahan kesedihan terkait tewasnya 71 orang penumpang lainnya, yang 19 di antaranya adalah anggota tim kesayangan Neto.
&quot;Di satu sisi kami bahagia karena anggota keluarga kami, Neto, masih hidup tapi di saat yang sama kami berduka karena kehidupan yang lainnya telah hilang,&quot; ujar kakak Neto Helam Marinho Zampier Junior (36).
Kabar terakhir menyebutkan, Neto dalam kondisi stabil pascaoperasi paru-paru, lutut, pergelangan tangan dan kepalanya. Ia diketahui sadar dengan cepat dan langsung memegang tangan dokter, sebelum akhirnya dibius kembali untuk melanjutkan proses pemulihan.
&quot;Saya tak bisa mengatakan tuhan telah menyelamatkan nyawa anak saya. Jika itu terjadi, tuhan akan menyelamatkan semua orang. Saya hanya bisa mengatakan tuhan telah membantu anak saya,&quot;  tutur ayah Neto, Helam Marinho Zampier Senior.Keluarga kemudian menceritakan pengalaman mereka ketika pertama kali  mendapat kabar kecelakaan pesawat pada Selasa dini hari 29 November 2016  dari istri Neto, Simone. Ia meninggalkan dua anak kembar laki-laki  berusia sembilan tahun dan langsung terbang ke Kolombia saat itu juga.  Keluarga terus memantau perkembangan melalui media televisi.
Mereka mengaku melihat tayangan seseorang pria yang mirip Neto  ditandu oleh petugas medis dalam kondisi selamat. Namun, saat itu mereka  belum yakin tentang hal ini.
Sementara menunggu kabar resmi dari pihak berwenang, istri Neto menceritakan bahwa sebelum  kecelakaan terjadi, Neto sudah bermimpi jika pesawat yang ditumpanginya  jatuh. Hal ini semakin menyempurnakan ketegangan keluarga Neto, hingga akhirnya mereka secara resmi menerima konfirmasi tentang keselamatannya.
&quot;Saat aku tahu bahwa ia selamat aku langsung mengucap terimakasih  pada tuhan. Sekarang aku lega, tapi hatiku hancur mengingat ibu lain  yang kehilangan anak mereka,&quot; ungkap ibu Neto, Valeria Zampier.
Keluarga Neto percaya bahwa Neto akan segera bangkit. Mereka  mengungkapkan, sejak dulu Neto sudah mencintai sepakbola dan telah lebih   dari satu dekade menjadi pemain sepakbola. Neto telah bermain untuk beberapa tim di Brasil. Dia juga telah pulih dari  operasi pada pinggul dan lehernya, luka tidak mampu diatasi kebanyakan  pemain.
&quot;Bagi dia, tidak ada yang mustahil,&quot; tambah ibu Neto.
Neto seharusnya menjalani laga final Copa Sudamerica Rabu 30 November  2016 melawan klub Atletico, sebelum pesawat yang ditumpanginya jatuh di  wilayah Medellin, Kolombia. Sebuah upacara peringatan bagi para korban tewas tengah dipersiapkan di Chapeco,  Sabtu 3 Desember 2016 sembari menunggu kedatangan para jenazah. (rav)</content:encoded></item></channel></rss>
