<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Yayasan Peduli Pesantren Bangun Pesantren Indonesia</title><description>Dengan membangun pesantren kita membangun masyarakat menjadi berkembang dan maju.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/05/337/1558759/yayasan-peduli-pesantren-bangun-pesantren-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/05/337/1558759/yayasan-peduli-pesantren-bangun-pesantren-indonesia"/><item><title>Yayasan Peduli Pesantren Bangun Pesantren Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/05/337/1558759/yayasan-peduli-pesantren-bangun-pesantren-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/05/337/1558759/yayasan-peduli-pesantren-bangun-pesantren-indonesia</guid><pubDate>Senin 05 Desember 2016 06:24 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/05/337/1558759/yayasan-peduli-pesantren-bangun-pesantren-indonesia-RGUd4subTd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum Yayasan Peduli Pesantren Indonesia Hary Tanoe membuka secara simbolis dengan memukul beduk. Foto MNC Media</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/05/337/1558759/yayasan-peduli-pesantren-bangun-pesantren-indonesia-RGUd4subTd.jpg</image><title>Ketua Umum Yayasan Peduli Pesantren Indonesia Hary Tanoe membuka secara simbolis dengan memukul beduk. Foto MNC Media</title></images><description>

JAKARTA &amp;ndash; Pesantren merupakan sarana pendidikan, moral dan agama yang terjangkau oleh masyarakat. Namun banyak dari pesantren-pesantren di daerah kondisinya memprihatinkan.

&amp;ldquo;Yayasan Peduli Pesantren digagas untuk membantu pesantren di daerah yang kondisinya memprihatinkan,&quot; kata Ketua Umum Yayasan Peduli Pesantren Hary Tanoesoedibjo saat meresmikan yayasan tersebut di MNC Financial Center, Jakarta, Minggu, 4 Desember 2016.

Pendirian yayasan tersebut berangkat dari pengalaman Hary Tanoe berbagi pengalaman dan ilmu kewirausahaan ke daerah-daerah. Dalam perjalanan tersebut, Hary Tanoe menemui banyak pesantren yang sarana dan prasaranannya memperihatinkan terutama pesantren-pesantren dengan jumlah santri yang sedikit.

&quot;Pesantren sarana pendidikan terjangkau bagi masyarakat. Dengan membangun pesantren kita membangun masyarakat menjadi berkembang dan maju,&quot; tegas Hary Tanoe.

Dia mengatakan, jumlah pesantren dengan sarana-prasarana memprihatinkan sangat besar.
&amp;ldquo;Tugas mulia kita untuk berpartisipasi membangun pesantren bersama-sama,&quot; tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut Hary Tanoe menuturkan dalam waktu dekat dana awal yang terkumpul sekitar Rp100 miliar. Dan memperkirakan dalam waktu dekat akan bisa menyalurkan lebih dari Rp500 miliar untuk membantu pesantren-pesantren di seluruh Indonesia.
&amp;nbsp;
&quot;Hari ini Yayasan Peduli Pesantren mulai menyalurkan bantuan untuk pesantren Tuban, Subang. Akan terus berjalan ke seluruh Indonesia,&quot; kata Hary Tanoe.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina yang juga merupakan Ketua Umum PBNU yaitu KH Said Aqil dan Ketua Pengawas KH Salahuddin Wahid, serta Ketua Harian Syafril Nasution, dan jajaran pengurus lainnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>

JAKARTA &amp;ndash; Pesantren merupakan sarana pendidikan, moral dan agama yang terjangkau oleh masyarakat. Namun banyak dari pesantren-pesantren di daerah kondisinya memprihatinkan.

&amp;ldquo;Yayasan Peduli Pesantren digagas untuk membantu pesantren di daerah yang kondisinya memprihatinkan,&quot; kata Ketua Umum Yayasan Peduli Pesantren Hary Tanoesoedibjo saat meresmikan yayasan tersebut di MNC Financial Center, Jakarta, Minggu, 4 Desember 2016.

Pendirian yayasan tersebut berangkat dari pengalaman Hary Tanoe berbagi pengalaman dan ilmu kewirausahaan ke daerah-daerah. Dalam perjalanan tersebut, Hary Tanoe menemui banyak pesantren yang sarana dan prasaranannya memperihatinkan terutama pesantren-pesantren dengan jumlah santri yang sedikit.

&quot;Pesantren sarana pendidikan terjangkau bagi masyarakat. Dengan membangun pesantren kita membangun masyarakat menjadi berkembang dan maju,&quot; tegas Hary Tanoe.

Dia mengatakan, jumlah pesantren dengan sarana-prasarana memprihatinkan sangat besar.
&amp;ldquo;Tugas mulia kita untuk berpartisipasi membangun pesantren bersama-sama,&quot; tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut Hary Tanoe menuturkan dalam waktu dekat dana awal yang terkumpul sekitar Rp100 miliar. Dan memperkirakan dalam waktu dekat akan bisa menyalurkan lebih dari Rp500 miliar untuk membantu pesantren-pesantren di seluruh Indonesia.
&amp;nbsp;
&quot;Hari ini Yayasan Peduli Pesantren mulai menyalurkan bantuan untuk pesantren Tuban, Subang. Akan terus berjalan ke seluruh Indonesia,&quot; kata Hary Tanoe.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina yang juga merupakan Ketua Umum PBNU yaitu KH Said Aqil dan Ketua Pengawas KH Salahuddin Wahid, serta Ketua Harian Syafril Nasution, dan jajaran pengurus lainnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
