<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HISTORIPEDIA: Lepaskan Diri dari Inggris, Negara Irlandia Merdeka Lahir</title><description>Selama lima tahun, tentara Irlandia merdeka berjuang mengupayakan independensi dari negerinya Ratu Elizabeth II.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/06/18/1559182/historipedia-lepaskan-diri-dari-inggris-negara-irlandia-merdeka-lahir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/06/18/1559182/historipedia-lepaskan-diri-dari-inggris-negara-irlandia-merdeka-lahir"/><item><title>HISTORIPEDIA: Lepaskan Diri dari Inggris, Negara Irlandia Merdeka Lahir</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/06/18/1559182/historipedia-lepaskan-diri-dari-inggris-negara-irlandia-merdeka-lahir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/06/18/1559182/historipedia-lepaskan-diri-dari-inggris-negara-irlandia-merdeka-lahir</guid><pubDate>Selasa 06 Desember 2016 08:06 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/05/18/1559182/historipedia-lepaskan-diri-dari-inggris-negara-irlandia-merdeka-lahir-DrpI1fJgMp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penandatanganan perjanjian damai untuk mendirikan Negara Irlandia Merdeka pada 1921. (Foto: Britannica)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/05/18/1559182/historipedia-lepaskan-diri-dari-inggris-negara-irlandia-merdeka-lahir-DrpI1fJgMp.jpg</image><title>Penandatanganan perjanjian damai untuk mendirikan Negara Irlandia Merdeka pada 1921. (Foto: Britannica)</title></images><description>ENAM Desember 1921, pejuang kemerdekaan Irlandia mendeklarasikan pendirian Negara Irlandia Merdeka (Irish Free State). Selama lima tahun, tentara Irlandia merdeka (IRA) berjuang mengupayakan independensi dari negerinya Ratu Elizabeth II tersebut.

Seperti umumnya negara bekas jajahan Inggris lainnya, Irlandia menjadi bagian Negeri Persemakmuran Inggris, dan secara simbolik tunduk pada raja. Negara Irlandia Merdeka memutuskan hubungan dengan Inggris, dan kemudian dinamai Eire. Kini, negara tersebut dikenal sebagai Irlandia.

Inggris menguasai kepulauan Irlandia sejak abad ke-12. Pada abad ke-16, Ratu Inggris, Elizabeth I, mendorong imigrasi besar-besaran kaum Skotlandia Protestan ke Irlandia. Selama beberapa abad selanjutnya, pemberontakan-pemberontakan yang digelorakan penduduk asli, kaum Irlandia Katolik, dipadamkan seiring kian kuatnya dominasi kaum minoritas Anglo-Irlandia.

Ketiadaan tuan tanah dan bahan makanan pada 1840-an membuat populasi orang Irlandia berkurang drastis. Sekira satu juta orang Irlandia kelaparan, sedangkan dua juta lainnya meninggalkan negeri itu menuju Amerika Serikat.

Pergerakan Irlandia meraih momentum pada akhir abad ke-19. Pada 1916, nasionalis Irlandia meluncurkan pemberontakan melawan Inggris di Kota Dublin yang dikenal sebagai Easter Rising. Kala itu, sekelompok simpatisan nasionalis Republik Irlandia menduduki kantor pos, kemudian mengibarkan bendera hijau sambil mengumumkan kemerdekaan Irlandia.

Pemberontakan tersebut dapat diakhiri, namun semangat kemerdekaan terlanjur menyebar. Pada 1919, Tentara Republik Irlandia (IRA) meluncurkan kampanye gerilya besar-besaran menentang tentara Inggris. Pada 1921, kedua kubu sepakat melakukan gencatan senjata. Dan pada Januari 1922, faksi nasionalis Irlandia menandatangani kesepakatan damai dengan Inggris. Mereka meminta pemisahan Irlandia dengan hak otonomi untuk wilayah bagian selatan, sedangkan enam negara bagian di utara Kepulauan Irlandia tetap menjadi bagian Kerajaan Inggris.

Perang saudara pecah sebelum deklarasi Negara Irlandia Merdeka pada 6 Desember 1922. Kemenangan diraih tentara Negara Irlandia Merdeka pada 1923. Pada 1937, Konstitusi Irlandia mendeklarasikan Irlandia sebagai &quot;negara berdaulat, independen dan demokratis.&quot;

Negara Irlandia Merdeka kemudian dinamai sebagai Eire, dan tetap netral selama Perang Dunia II. Pada 1949, Undang-Undang Republik Irlandia memutuskan hubungan yang tersisa dengan Negeri Persemakmuran Inggris.

Konflik sendiri bertahan di Irlandia Utara. Sementara itu, IRA yang berkuasa di wilayah selatan bergerak diam-diam untuk mendapatkan kembali kawasan-kawasan yang masih dikuasai Inggris. Kekerasan antara kaum Protestan dan Katolik di Irlandia Utara meningkat pada awal 1970-an. Hingga kini, konflik tersebut telah merenggut 3.000 nyawa.</description><content:encoded>ENAM Desember 1921, pejuang kemerdekaan Irlandia mendeklarasikan pendirian Negara Irlandia Merdeka (Irish Free State). Selama lima tahun, tentara Irlandia merdeka (IRA) berjuang mengupayakan independensi dari negerinya Ratu Elizabeth II tersebut.

Seperti umumnya negara bekas jajahan Inggris lainnya, Irlandia menjadi bagian Negeri Persemakmuran Inggris, dan secara simbolik tunduk pada raja. Negara Irlandia Merdeka memutuskan hubungan dengan Inggris, dan kemudian dinamai Eire. Kini, negara tersebut dikenal sebagai Irlandia.

Inggris menguasai kepulauan Irlandia sejak abad ke-12. Pada abad ke-16, Ratu Inggris, Elizabeth I, mendorong imigrasi besar-besaran kaum Skotlandia Protestan ke Irlandia. Selama beberapa abad selanjutnya, pemberontakan-pemberontakan yang digelorakan penduduk asli, kaum Irlandia Katolik, dipadamkan seiring kian kuatnya dominasi kaum minoritas Anglo-Irlandia.

Ketiadaan tuan tanah dan bahan makanan pada 1840-an membuat populasi orang Irlandia berkurang drastis. Sekira satu juta orang Irlandia kelaparan, sedangkan dua juta lainnya meninggalkan negeri itu menuju Amerika Serikat.

Pergerakan Irlandia meraih momentum pada akhir abad ke-19. Pada 1916, nasionalis Irlandia meluncurkan pemberontakan melawan Inggris di Kota Dublin yang dikenal sebagai Easter Rising. Kala itu, sekelompok simpatisan nasionalis Republik Irlandia menduduki kantor pos, kemudian mengibarkan bendera hijau sambil mengumumkan kemerdekaan Irlandia.

Pemberontakan tersebut dapat diakhiri, namun semangat kemerdekaan terlanjur menyebar. Pada 1919, Tentara Republik Irlandia (IRA) meluncurkan kampanye gerilya besar-besaran menentang tentara Inggris. Pada 1921, kedua kubu sepakat melakukan gencatan senjata. Dan pada Januari 1922, faksi nasionalis Irlandia menandatangani kesepakatan damai dengan Inggris. Mereka meminta pemisahan Irlandia dengan hak otonomi untuk wilayah bagian selatan, sedangkan enam negara bagian di utara Kepulauan Irlandia tetap menjadi bagian Kerajaan Inggris.

Perang saudara pecah sebelum deklarasi Negara Irlandia Merdeka pada 6 Desember 1922. Kemenangan diraih tentara Negara Irlandia Merdeka pada 1923. Pada 1937, Konstitusi Irlandia mendeklarasikan Irlandia sebagai &quot;negara berdaulat, independen dan demokratis.&quot;

Negara Irlandia Merdeka kemudian dinamai sebagai Eire, dan tetap netral selama Perang Dunia II. Pada 1949, Undang-Undang Republik Irlandia memutuskan hubungan yang tersisa dengan Negeri Persemakmuran Inggris.

Konflik sendiri bertahan di Irlandia Utara. Sementara itu, IRA yang berkuasa di wilayah selatan bergerak diam-diam untuk mendapatkan kembali kawasan-kawasan yang masih dikuasai Inggris. Kekerasan antara kaum Protestan dan Katolik di Irlandia Utara meningkat pada awal 1970-an. Hingga kini, konflik tersebut telah merenggut 3.000 nyawa.</content:encoded></item></channel></rss>
