<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Pondok Ceria&quot; untuk Pulihkan Trauma Bocah Korban Gempa Pidie Jaya Aceh</title><description>&quot;Pondok ceria&quot; didirikan oleh pemerintah untuk menghilangkan trauma bagi bocah korban gempa di Pidie Jaya Aceh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/09/340/1562587/pondok-ceria-untuk-pulihkan-trauma-bocah-korban-gempa-pidie-jaya-aceh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/09/340/1562587/pondok-ceria-untuk-pulihkan-trauma-bocah-korban-gempa-pidie-jaya-aceh"/><item><title>&quot;Pondok Ceria&quot; untuk Pulihkan Trauma Bocah Korban Gempa Pidie Jaya Aceh</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/09/340/1562587/pondok-ceria-untuk-pulihkan-trauma-bocah-korban-gempa-pidie-jaya-aceh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/09/340/1562587/pondok-ceria-untuk-pulihkan-trauma-bocah-korban-gempa-pidie-jaya-aceh</guid><pubDate>Jum'at 09 Desember 2016 06:54 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/09/340/1562587/pondok-ceria-untuk-pulihkan-trauma-bocah-korban-gempa-pidie-jaya-aceh-8hm3w08aU1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/09/340/1562587/pondok-ceria-untuk-pulihkan-trauma-bocah-korban-gempa-pidie-jaya-aceh-8hm3w08aU1.jpg</image><title>Foto: Antara</title></images><description>JAKARTA - Seorang balita dilaporkan selamat dari reruntuhan rumah toko  (ruko) yang ambruk di pusat ibu kota Kecamatan Meureudu pascagempa 6,5 SR di Kabupaten Pidie Jaya,  Aceh. Ibunya Mudiawati meninggal dunia dalam musibah bencana alam ini. Di saat  dirinya butuh kasih sayang, bocah itu harus tinggal seorang diri. Bocah itu merupakan satu dari sekian bocah korban bencana gempa  tektonik di Aceh sehingga memerlukan perhatian khusus agar  traumatiknya hilang dan siap menghadapi kenyataan ke depannya. &quot;Balita ini anak almarhumah Mudiawati, S.PdI yang saat kejadian itu  satu keluarga tinggal dalam ruko di Meureudu diperkirakan meninggal  semua. Korban adalah rekan kami satu tempat mengajar di SMPN 2 Ulim,&quot;  kata Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pidie  Jaya Nazaruddin. Ketua Lembaha Perlindungan Anak Indonesia  (LPAI) Seto Mulyadi yang akrab dipanggil Kak Seto, berinisiatif  mendirikan pondok ceria atau trauma centre untuk memulihkan psikologis  anak-anak korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Aceha. Mereka bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk berbagi  dengan bocah korban bencana alam gempa tektonik tersebut. &quot;Kedatangan saya ke lokasi bencana akan membangun pondok ceria untuk  memulihkan rasa trauma anak-anak korban bencana,&quot; katanya di Sigli, Aceh. Ia menyebutkan kegiatan pondok ceria itu  seperti mengajak anak-anak korban bermain, melukis dan bernyanyi, bahkan  mendirikan perpustakaan sehingga bisa melupakan peristiwa kehilangan  orang tuanya atau sanak saudaranya. Ini untuk memulihkan  kepribadian anak atas dahsyatnya bencana alam hingga diperlukan cara  pemulihan dengan melupakan bencana yang pernah dialaminya. Dalam pendirian ini juga akan melibatkan tim psikolog dari Aceh yang tergabung dalam himpunan psikolog. Kegiatan ini, kata dia, akan dilakukan berkesinambungan sampai  selama proses pemulihan pascagempa yang terjadi pada Rabu 7 November pagi  itu. Kegiatan serupa pernah dilakukan oleh lembaganya pada bencana tsunami Aceh dan Yogyakarta. &quot;Di setiap terjadi bencana alam, kami akan mendirikan pondok ceria untuk trauma healing,&quot; katanya.Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan  bahwa  pihaknya menyediakan pondok anak ceria di sembilan titik bagi anak   korban gempa bumi yang terjadi di Aceh. Khofifah Indar saat kunjungan  kerja di Sorong, Papua, Kamis mengatakan pondok anak ceria tersebut guna  penyembuhan trauma anak  korban gempa. Dia mengatakan bahwa pondok ceria bagi korban  gempa Aceh tersebut dikoordinir oleh tim trauma healing dan trauma  konseling Kemensos yang ditugaskan menangani korban gempa tersebut. &quot;Kami menurunkan tim trauma healing dan trauma konseling ke Aceh  sebanyak 13 orang yang diketuai oleh Kak Seto pada Kamis (8/12) pagi,&quot;  ujar Khofifah. Menurut dia, akan menyusul pula tim trauma  healing dan trauma konseling dari Bandung yang disesuaikan dengan jadwal   penerbangan pesawat ke Aceh. Pemerintah tidak hanya fokus  pada  pemberian bantuan santunan dan sejenisnya pascagempa, tetapi juga  fokus  pada pemulihan psikologis korban, terutama anak-anak agar mereka  tidak  mengalami stres maupun depresi. &quot;Besok (Sabtu, 9/12)  pagi  pesawat pertama saya terbang ke Aceh guna mengunjungi korban gempa.   Saya akan mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen,&quot;   ujarnya. Mensos mengungkapkan bahwa kehadirannya di Aceh  untuk  menyampaikan ucapan belasungkawa sebagai pemerintah dan  menyerahkan  bantuan santunan kematian kepada ahli waris korban meninggal  dunia.</description><content:encoded>JAKARTA - Seorang balita dilaporkan selamat dari reruntuhan rumah toko  (ruko) yang ambruk di pusat ibu kota Kecamatan Meureudu pascagempa 6,5 SR di Kabupaten Pidie Jaya,  Aceh. Ibunya Mudiawati meninggal dunia dalam musibah bencana alam ini. Di saat  dirinya butuh kasih sayang, bocah itu harus tinggal seorang diri. Bocah itu merupakan satu dari sekian bocah korban bencana gempa  tektonik di Aceh sehingga memerlukan perhatian khusus agar  traumatiknya hilang dan siap menghadapi kenyataan ke depannya. &quot;Balita ini anak almarhumah Mudiawati, S.PdI yang saat kejadian itu  satu keluarga tinggal dalam ruko di Meureudu diperkirakan meninggal  semua. Korban adalah rekan kami satu tempat mengajar di SMPN 2 Ulim,&quot;  kata Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pidie  Jaya Nazaruddin. Ketua Lembaha Perlindungan Anak Indonesia  (LPAI) Seto Mulyadi yang akrab dipanggil Kak Seto, berinisiatif  mendirikan pondok ceria atau trauma centre untuk memulihkan psikologis  anak-anak korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Aceha. Mereka bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk berbagi  dengan bocah korban bencana alam gempa tektonik tersebut. &quot;Kedatangan saya ke lokasi bencana akan membangun pondok ceria untuk  memulihkan rasa trauma anak-anak korban bencana,&quot; katanya di Sigli, Aceh. Ia menyebutkan kegiatan pondok ceria itu  seperti mengajak anak-anak korban bermain, melukis dan bernyanyi, bahkan  mendirikan perpustakaan sehingga bisa melupakan peristiwa kehilangan  orang tuanya atau sanak saudaranya. Ini untuk memulihkan  kepribadian anak atas dahsyatnya bencana alam hingga diperlukan cara  pemulihan dengan melupakan bencana yang pernah dialaminya. Dalam pendirian ini juga akan melibatkan tim psikolog dari Aceh yang tergabung dalam himpunan psikolog. Kegiatan ini, kata dia, akan dilakukan berkesinambungan sampai  selama proses pemulihan pascagempa yang terjadi pada Rabu 7 November pagi  itu. Kegiatan serupa pernah dilakukan oleh lembaganya pada bencana tsunami Aceh dan Yogyakarta. &quot;Di setiap terjadi bencana alam, kami akan mendirikan pondok ceria untuk trauma healing,&quot; katanya.Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan  bahwa  pihaknya menyediakan pondok anak ceria di sembilan titik bagi anak   korban gempa bumi yang terjadi di Aceh. Khofifah Indar saat kunjungan  kerja di Sorong, Papua, Kamis mengatakan pondok anak ceria tersebut guna  penyembuhan trauma anak  korban gempa. Dia mengatakan bahwa pondok ceria bagi korban  gempa Aceh tersebut dikoordinir oleh tim trauma healing dan trauma  konseling Kemensos yang ditugaskan menangani korban gempa tersebut. &quot;Kami menurunkan tim trauma healing dan trauma konseling ke Aceh  sebanyak 13 orang yang diketuai oleh Kak Seto pada Kamis (8/12) pagi,&quot;  ujar Khofifah. Menurut dia, akan menyusul pula tim trauma  healing dan trauma konseling dari Bandung yang disesuaikan dengan jadwal   penerbangan pesawat ke Aceh. Pemerintah tidak hanya fokus  pada  pemberian bantuan santunan dan sejenisnya pascagempa, tetapi juga  fokus  pada pemulihan psikologis korban, terutama anak-anak agar mereka  tidak  mengalami stres maupun depresi. &quot;Besok (Sabtu, 9/12)  pagi  pesawat pertama saya terbang ke Aceh guna mengunjungi korban gempa.   Saya akan mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen,&quot;   ujarnya. Mensos mengungkapkan bahwa kehadirannya di Aceh  untuk  menyampaikan ucapan belasungkawa sebagai pemerintah dan  menyerahkan  bantuan santunan kematian kepada ahli waris korban meninggal  dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
