<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengamat: Penangkapan Aktivis Terduga Makar Menyimpan Misteri</title><description>Menurut Hendri, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi  bukti-bukti makar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/10/337/1563557/pengamat-penangkapan-aktivis-terduga-makar-menyimpan-misteri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/10/337/1563557/pengamat-penangkapan-aktivis-terduga-makar-menyimpan-misteri"/><item><title>Pengamat: Penangkapan Aktivis Terduga Makar Menyimpan Misteri</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/10/337/1563557/pengamat-penangkapan-aktivis-terduga-makar-menyimpan-misteri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/10/337/1563557/pengamat-penangkapan-aktivis-terduga-makar-menyimpan-misteri</guid><pubDate>Sabtu 10 Desember 2016 06:30 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/10/337/1563557/pengamat-penangkapan-aktivis-terduga-makar-menyimpan-misteri-EAlKOvupCr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hendri Satrio (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/10/337/1563557/pengamat-penangkapan-aktivis-terduga-makar-menyimpan-misteri-EAlKOvupCr.jpg</image><title>Hendri Satrio (Foto: Okezone)</title></images><description>
&amp;nbsp;
JAKARTA - Pengamat &amp;lrm;politik asal Universitas Paramadina, Hendri Satrio mempertanyakan kejelasan dari penangkapan 12 aktivis dan tokoj yang diduga akan melakukan makar terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

&amp;lrm;&quot;Apalagi yang ditangkap selain aktivis juga melibatkan Pati TNI. Nah, ini jadi masih menyimpan misteri ya&amp;lrm;,&quot; ujar Hendri saat dikonfirmasi Okezone, Jumat 9 Desember 2016 malam.

Menurut dia, walaupun pihak kepolisian mengklaim telah bertindak profesional, namun nyatanya hingga saat ini belum ada penjelasan resmi bukti -bukti atas dugaan makar.

&quot;Kata makar ini kan muncul juga dari pemerintah, apakah masukan kritis kepada pemerintah juga diartikan makar?&amp;lrm;&quot; ungkapnya.

Paling penting, sambungnya, misteri di balik orang-orang yang ditangkap atas dugaan makar. Pasalnya, pihak kepolisian belum membongkar ke publik latar belakang orang-orang yang disangka makar itu.

&amp;lrm;&quot;Yang menjadi pertanyaan sebetulnya adalah siapa sih orang-orang ini dan memiliki kekuatan apabila dianggap ingin melakukan makar?&quot; tukasnya.

Diketahui, 10 orang ditangkap dalam kasus dugaan makar pada 2 Desember 2016. Mereka adalah mantan Staf Ahli panglima TNI, Brigjen (Purn) Adityawarman Thaha; mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen (Purn) Kivlan Zein; Ketua Solidaritas Sahabat Cendana Firza Huzein; Alvin Indra.

Kemudian seniman dan aktivis politik Ratna Sarumpaet; pentolan band Dewa 19 sekaligus calon wakil bupati Bekasi, Ahmad Dhani; putri Presiden ke-1 RI Soekarno, Rachmawati Soerkarnoputri; Sri Bintang Pamungkas; dan Eko Sjantjojo. Sementara ada dua orang yang ditangkap dan dijerat Pasal 28 Undang-Undang ITE yakni Jamran dan Rizal Kobar.

Terakhir, kepolisian menangkap mantan anggota DPR 1999&amp;ndash;2004, Hatta Taliwang, yang diduga terlibat dengan pemufakatan makar bersama aktivis yang sudah ditetapkan tersangka.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;
JAKARTA - Pengamat &amp;lrm;politik asal Universitas Paramadina, Hendri Satrio mempertanyakan kejelasan dari penangkapan 12 aktivis dan tokoj yang diduga akan melakukan makar terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

&amp;lrm;&quot;Apalagi yang ditangkap selain aktivis juga melibatkan Pati TNI. Nah, ini jadi masih menyimpan misteri ya&amp;lrm;,&quot; ujar Hendri saat dikonfirmasi Okezone, Jumat 9 Desember 2016 malam.

Menurut dia, walaupun pihak kepolisian mengklaim telah bertindak profesional, namun nyatanya hingga saat ini belum ada penjelasan resmi bukti -bukti atas dugaan makar.

&quot;Kata makar ini kan muncul juga dari pemerintah, apakah masukan kritis kepada pemerintah juga diartikan makar?&amp;lrm;&quot; ungkapnya.

Paling penting, sambungnya, misteri di balik orang-orang yang ditangkap atas dugaan makar. Pasalnya, pihak kepolisian belum membongkar ke publik latar belakang orang-orang yang disangka makar itu.

&amp;lrm;&quot;Yang menjadi pertanyaan sebetulnya adalah siapa sih orang-orang ini dan memiliki kekuatan apabila dianggap ingin melakukan makar?&quot; tukasnya.

Diketahui, 10 orang ditangkap dalam kasus dugaan makar pada 2 Desember 2016. Mereka adalah mantan Staf Ahli panglima TNI, Brigjen (Purn) Adityawarman Thaha; mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen (Purn) Kivlan Zein; Ketua Solidaritas Sahabat Cendana Firza Huzein; Alvin Indra.

Kemudian seniman dan aktivis politik Ratna Sarumpaet; pentolan band Dewa 19 sekaligus calon wakil bupati Bekasi, Ahmad Dhani; putri Presiden ke-1 RI Soekarno, Rachmawati Soerkarnoputri; Sri Bintang Pamungkas; dan Eko Sjantjojo. Sementara ada dua orang yang ditangkap dan dijerat Pasal 28 Undang-Undang ITE yakni Jamran dan Rizal Kobar.

Terakhir, kepolisian menangkap mantan anggota DPR 1999&amp;ndash;2004, Hatta Taliwang, yang diduga terlibat dengan pemufakatan makar bersama aktivis yang sudah ditetapkan tersangka.</content:encoded></item></channel></rss>
