<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Air Danau Singkarak Berubah Jadi Hitam</title><description>Kondisi air Danau Singkarak berubah menjadi hitam dan mengeluarkan aroma menyengat seperti belerang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/13/340/1565536/air-danau-singkarak-berubah-jadi-hitam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/13/340/1565536/air-danau-singkarak-berubah-jadi-hitam"/><item><title>Air Danau Singkarak Berubah Jadi Hitam</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/13/340/1565536/air-danau-singkarak-berubah-jadi-hitam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/13/340/1565536/air-danau-singkarak-berubah-jadi-hitam</guid><pubDate>Selasa 13 Desember 2016 15:44 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/13/340/1565536/air-danau-singkarak-berubah-jadi-hitam-oHy6Vqez3i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Air Danau Singkarak Berubah Jadi Hitam (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/13/340/1565536/air-danau-singkarak-berubah-jadi-hitam-oHy6Vqez3i.jpg</image><title>Air Danau Singkarak Berubah Jadi Hitam (Foto: Ist)</title></images><description>PADANG - Warga di Ombilin kawasan Danau Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat digegerkan kondisi air danau berubah menjadi hitam dan mengeluarkan aroma menyengat seperti belerang.

&amp;ldquo;Sudah dua hari kejadian ini, tiba-tiba air di sekitar kawasan Ombilin ini mendadak berwara hitam dan itu beda dengan air seperti biasa,&amp;rdquo; kata Haflil Zardi, salah satu tokoh masyarakat setempat kepada Okezone, Selasa (13/12/2016).

Akibat menghitamnya air danau tersebut, ratusan ikan pun mati terapung, diduga karena keracunan. &amp;ldquo;Aroma airnya ini berbau belerang dan berwarna hitam, luas danau yang terpapar cukup luas tapi tidak seluruh Danau Singkarak,&amp;rdquo; ungkapnya.



Haflil menduga, perisitiwa tersebut akibat terjadinya patahan kerak bumi dalam Danau Singkarak sehingga lumpur dalam dasar danau itu keluar. &amp;ldquo;Biasanya ini akan reda selama seminggu, dan perisitiwa ini memang sangat jarang terjadi. Terakhir danau ini berwarna hitam sejak lima tahun lalu, jadi ini perisitiwa terulang lagi,&amp;rdquo; katanya.

Sementara, Ketua Ikatan Ahli Geologi Sumatera Barat Ade Edwar, menyatakan penyebab kejadian bisa disebabkan adanya aktivitas vulkanik namun itu kecil kemungkinannya.

Namun, dia mencurigai hal tersebut terjadi karena adanya aktivitas tektonik atau fenomena arus konveksi. &amp;ldquo;Namun, ini butuh penelitihan lagi,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>PADANG - Warga di Ombilin kawasan Danau Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat digegerkan kondisi air danau berubah menjadi hitam dan mengeluarkan aroma menyengat seperti belerang.

&amp;ldquo;Sudah dua hari kejadian ini, tiba-tiba air di sekitar kawasan Ombilin ini mendadak berwara hitam dan itu beda dengan air seperti biasa,&amp;rdquo; kata Haflil Zardi, salah satu tokoh masyarakat setempat kepada Okezone, Selasa (13/12/2016).

Akibat menghitamnya air danau tersebut, ratusan ikan pun mati terapung, diduga karena keracunan. &amp;ldquo;Aroma airnya ini berbau belerang dan berwarna hitam, luas danau yang terpapar cukup luas tapi tidak seluruh Danau Singkarak,&amp;rdquo; ungkapnya.



Haflil menduga, perisitiwa tersebut akibat terjadinya patahan kerak bumi dalam Danau Singkarak sehingga lumpur dalam dasar danau itu keluar. &amp;ldquo;Biasanya ini akan reda selama seminggu, dan perisitiwa ini memang sangat jarang terjadi. Terakhir danau ini berwarna hitam sejak lima tahun lalu, jadi ini perisitiwa terulang lagi,&amp;rdquo; katanya.

Sementara, Ketua Ikatan Ahli Geologi Sumatera Barat Ade Edwar, menyatakan penyebab kejadian bisa disebabkan adanya aktivitas vulkanik namun itu kecil kemungkinannya.

Namun, dia mencurigai hal tersebut terjadi karena adanya aktivitas tektonik atau fenomena arus konveksi. &amp;ldquo;Namun, ini butuh penelitihan lagi,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
