<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masih Hidup, Pria Ini Bermalam di Lemari Pendingin Jenazah</title><description>Msizi Mkhize, pemuda 28 tahun mengalami kecelakaan mobil di Durban pada Senin 12 Desember petang waktu setempat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/14/18/1565901/masih-hidup-pria-ini-bermalam-di-lemari-pendingin-jenazah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/14/18/1565901/masih-hidup-pria-ini-bermalam-di-lemari-pendingin-jenazah"/><item><title>Masih Hidup, Pria Ini Bermalam di Lemari Pendingin Jenazah</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/14/18/1565901/masih-hidup-pria-ini-bermalam-di-lemari-pendingin-jenazah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/14/18/1565901/masih-hidup-pria-ini-bermalam-di-lemari-pendingin-jenazah</guid><pubDate>Rabu 14 Desember 2016 00:01 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/13/18/1565901/masih-hidup-pria-ini-bermalam-di-lemari-pendingin-jenazah-Uh3OGO7x96.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Kamar mayat. (Foto: John Moore/Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/13/18/1565901/masih-hidup-pria-ini-bermalam-di-lemari-pendingin-jenazah-Uh3OGO7x96.jpg</image><title>Ilustrasi. Kamar mayat. (Foto: John Moore/Getty Images)</title></images><description>DURBAN &amp;ndash; Msizi Mkhize, pemuda 28 tahun mengalami kecelakaan mobil di Durban pada Senin 12 Desember petang waktu setempat. Paramedis datang dan menyatakan dia meninggal seketika di lokasi kejadian.
Jasadnya lantas dilarikan ke kamar mayat dan disimpan di lemari pendingin. Akan tetapi, sehari kemudian, seorang penjaga kamar mayat menemukan nadi pria tersebut masih berdetak.
Cepat-cepat, dia memanggil dokter. Mereka bekerja hingga lewat  jam kerja untuk menghangatkan tubuh pemuda itu dan menghidupkannya kembali. Nahas, upaya tersebut tidak membuahkan akhir yang bahagia.
&amp;ldquo;Sebuah detak ditemukan pada tubuh pasien oleh penjaga kamar mayat. Mkhize dilarikan ke rumah sakit, tetapi meninggal lima jam kemudian,&amp;rdquo; ujar pejabat provinsi setempat, seperti disitat dari USA Today, Rabu (14/12/2016).
Insiden ini terjadi di Durban, Afrika Selatan. Keluarga korban sempat dipenuhi harapan ketika pemuda itu dinyatakan masih punya detak kehidupan.
&amp;ldquo;Kami tiba di rumah sakit pukul 08.00 untuk mengurus administrasi dan melihat jasad anak saya. Lewat pukul 12.00, seorang petugas memberitahu dokter bahwa putra saya masih hidup,&amp;rdquo; urai ayah Mkhize.
Dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh. Akan tetapi untuk kedua kalinya, sang putra dinyatakan meninggal.
&amp;ldquo;Saya tidak tahu bagaimana menggambarkan perasaan kehilangan ini dengan kata-kata. Apa yang terjadi pada putra saya, membiarkan dia menghabiskan malam dan paginya di lemari pendingin jenazah, jelas sebuah kesalahan,&amp;rdquo; tukasnya.</description><content:encoded>DURBAN &amp;ndash; Msizi Mkhize, pemuda 28 tahun mengalami kecelakaan mobil di Durban pada Senin 12 Desember petang waktu setempat. Paramedis datang dan menyatakan dia meninggal seketika di lokasi kejadian.
Jasadnya lantas dilarikan ke kamar mayat dan disimpan di lemari pendingin. Akan tetapi, sehari kemudian, seorang penjaga kamar mayat menemukan nadi pria tersebut masih berdetak.
Cepat-cepat, dia memanggil dokter. Mereka bekerja hingga lewat  jam kerja untuk menghangatkan tubuh pemuda itu dan menghidupkannya kembali. Nahas, upaya tersebut tidak membuahkan akhir yang bahagia.
&amp;ldquo;Sebuah detak ditemukan pada tubuh pasien oleh penjaga kamar mayat. Mkhize dilarikan ke rumah sakit, tetapi meninggal lima jam kemudian,&amp;rdquo; ujar pejabat provinsi setempat, seperti disitat dari USA Today, Rabu (14/12/2016).
Insiden ini terjadi di Durban, Afrika Selatan. Keluarga korban sempat dipenuhi harapan ketika pemuda itu dinyatakan masih punya detak kehidupan.
&amp;ldquo;Kami tiba di rumah sakit pukul 08.00 untuk mengurus administrasi dan melihat jasad anak saya. Lewat pukul 12.00, seorang petugas memberitahu dokter bahwa putra saya masih hidup,&amp;rdquo; urai ayah Mkhize.
Dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh. Akan tetapi untuk kedua kalinya, sang putra dinyatakan meninggal.
&amp;ldquo;Saya tidak tahu bagaimana menggambarkan perasaan kehilangan ini dengan kata-kata. Apa yang terjadi pada putra saya, membiarkan dia menghabiskan malam dan paginya di lemari pendingin jenazah, jelas sebuah kesalahan,&amp;rdquo; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
