<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HISTORIPEDIA: Wafatnya Presiden Pertama AS George Washington </title><description>Presiden AS pertama sekaligus pemimpin revolusi George Washington wafat akibat radang pita suara.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/14/18/1566015/historipedia-wafatnya-presiden-pertama-as-george-washington</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/14/18/1566015/historipedia-wafatnya-presiden-pertama-as-george-washington"/><item><title>HISTORIPEDIA: Wafatnya Presiden Pertama AS George Washington </title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/14/18/1566015/historipedia-wafatnya-presiden-pertama-as-george-washington</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/14/18/1566015/historipedia-wafatnya-presiden-pertama-as-george-washington</guid><pubDate>Rabu 14 Desember 2016 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/14/18/1566015/historipedia-wafatnya-presiden-pertama-as-george-washington-xBRhWTwG09.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden AS pertama George Washington (Foto: History)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/14/18/1566015/historipedia-wafatnya-presiden-pertama-as-george-washington-xBRhWTwG09.jpg</image><title>Presiden AS pertama George Washington (Foto: History)</title></images><description>UNTUK segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal. Tepat pada 14 Desember 1799, pemimpin revolusi Amerika Serikat (AS) sekaligus sang presiden pertama, George Washington, meninggal dunia di usia 67 tahun akibat penyakit radang pita suara.
George Washington lahir pada 1732 di tengah-tengah keluarga petani di Westmoreland, Virginia. Pengalaman militer pertamanya adalah menjadi Letnan Kolonel untuk memimpin gerilyawan melawan pemberontakan terhadap kolonial Prancis di Sungai Ohio pada 1754, mewakili pemerintah Virginia.
Pada 1756 George Washington mengambil komando pasukan pertahanan garis depan Virginia selama perang antara Prancis dengan suku Indian. Setelah perang berpindah ke wilayah lain, ia mengundurkan diri dari jabatannya di kemiliterannya dan memilih kembali ke kehidupan sebagai seorang petani.
Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat perjuangannya. Selama dua dekade, George Washington acap mengkritik peningkatan pajak yang dikenakan Inggris serta represi terhadap koloninya, Amerika. Pada 1774, George Washington mewakili Virginia di Kongres Kontinental. Saat Revolusi Amerika mulai mencuat pada 1775, George Washington dinominasikan sebagai Panglima Tentara Kontinenal.
Namun, sejumlah legislator di Kongres Kontinental menolak pengangkatannya dan mempertimbangkan kandidat lain yang dianggap lebih kapabel untuk posisi tersebut. Akan tetapi, George Washington tetap terpilih karena pengalaman memimpin pasukan di Virginia membantunya meraih dukungan koloni selatan untuk melancarkan pemberontakan.Dengan persenjataan dan pengalaman yang minim dari pasukannya, Jenderal George Washington berhasil memimpin perang yang sangat efektif terhadap pasukan Inggris di Amerika. Di sisi lain, ia juga mendorong intervensi Prancis dalam konflik tersebut untuk mewakili kaum koloni.
Hasilnya, pada 19 Oktober 1781 Jenderal Inggris Charles Lord Cornwallis berserta pasukannya di Yorktown, Virginia, menyerah. Jenderal George Washington berhasil mengalahkan salah satu bangsa paling kuat di muka bumi. Ia kembali mengundurkan diri dan menyepi ke Gunung Vernon, Virginia.
Akan tetapi, George kembali ke panggung politik pada 1787 untuk mengawasi Konvensi Konstitusi di Philadelphia. Para perancang konstitusi telah memasukkan namanya sebagai Presiden AS. Benar saja, pada 1789 George Washington dipilih sebagai Presiden AS pertama sepanjang sejarah.
Sebagai Presiden AS, George Washington berupaya keras menyatukan negara dan melindungi kepentingannya di dalam dan luar negeri. Ia sangat sukses menjalankan kepemimpinan di level eksekutif. Ia juga berhasil memasukkan nama politikus berbakat seperti Alexander Hamilton dan Thomas Jefferson ke dalam jajaran kabinetnya. George Washington terpilih kembali untuk kedua kalinya pada 1792, tetapi menolak dicalonkan untuk ketiga kalinya pada 1796.
Ia kemudian mulai memasuki masa pensiun pada 1797 dan kembali memilih menyepi di Virginia hingga meninggal pada 1799. Rekannya, Henry Lee, menerbitkan sebuah eulogi yang terkenal bagi sang bapak bangsa. &amp;ldquo;Terdepan dalam perang, terdepan dalam perdamaian, dan terdepan di hati setiap warga AS,&amp;rdquo; ujar Lee.
</description><content:encoded>UNTUK segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal. Tepat pada 14 Desember 1799, pemimpin revolusi Amerika Serikat (AS) sekaligus sang presiden pertama, George Washington, meninggal dunia di usia 67 tahun akibat penyakit radang pita suara.
George Washington lahir pada 1732 di tengah-tengah keluarga petani di Westmoreland, Virginia. Pengalaman militer pertamanya adalah menjadi Letnan Kolonel untuk memimpin gerilyawan melawan pemberontakan terhadap kolonial Prancis di Sungai Ohio pada 1754, mewakili pemerintah Virginia.
Pada 1756 George Washington mengambil komando pasukan pertahanan garis depan Virginia selama perang antara Prancis dengan suku Indian. Setelah perang berpindah ke wilayah lain, ia mengundurkan diri dari jabatannya di kemiliterannya dan memilih kembali ke kehidupan sebagai seorang petani.
Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat perjuangannya. Selama dua dekade, George Washington acap mengkritik peningkatan pajak yang dikenakan Inggris serta represi terhadap koloninya, Amerika. Pada 1774, George Washington mewakili Virginia di Kongres Kontinental. Saat Revolusi Amerika mulai mencuat pada 1775, George Washington dinominasikan sebagai Panglima Tentara Kontinenal.
Namun, sejumlah legislator di Kongres Kontinental menolak pengangkatannya dan mempertimbangkan kandidat lain yang dianggap lebih kapabel untuk posisi tersebut. Akan tetapi, George Washington tetap terpilih karena pengalaman memimpin pasukan di Virginia membantunya meraih dukungan koloni selatan untuk melancarkan pemberontakan.Dengan persenjataan dan pengalaman yang minim dari pasukannya, Jenderal George Washington berhasil memimpin perang yang sangat efektif terhadap pasukan Inggris di Amerika. Di sisi lain, ia juga mendorong intervensi Prancis dalam konflik tersebut untuk mewakili kaum koloni.
Hasilnya, pada 19 Oktober 1781 Jenderal Inggris Charles Lord Cornwallis berserta pasukannya di Yorktown, Virginia, menyerah. Jenderal George Washington berhasil mengalahkan salah satu bangsa paling kuat di muka bumi. Ia kembali mengundurkan diri dan menyepi ke Gunung Vernon, Virginia.
Akan tetapi, George kembali ke panggung politik pada 1787 untuk mengawasi Konvensi Konstitusi di Philadelphia. Para perancang konstitusi telah memasukkan namanya sebagai Presiden AS. Benar saja, pada 1789 George Washington dipilih sebagai Presiden AS pertama sepanjang sejarah.
Sebagai Presiden AS, George Washington berupaya keras menyatukan negara dan melindungi kepentingannya di dalam dan luar negeri. Ia sangat sukses menjalankan kepemimpinan di level eksekutif. Ia juga berhasil memasukkan nama politikus berbakat seperti Alexander Hamilton dan Thomas Jefferson ke dalam jajaran kabinetnya. George Washington terpilih kembali untuk kedua kalinya pada 1792, tetapi menolak dicalonkan untuk ketiga kalinya pada 1796.
Ia kemudian mulai memasuki masa pensiun pada 1797 dan kembali memilih menyepi di Virginia hingga meninggal pada 1799. Rekannya, Henry Lee, menerbitkan sebuah eulogi yang terkenal bagi sang bapak bangsa. &amp;ldquo;Terdepan dalam perang, terdepan dalam perdamaian, dan terdepan di hati setiap warga AS,&amp;rdquo; ujar Lee.
</content:encoded></item></channel></rss>
