<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HISTORIPEDIA: Pesta Teh Boston, Picu Perlawanan Koloni Amerika Terhadap Inggris</title><description>Pesta Teh Boston merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah AS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/16/18/1567972/historipedia-pesta-teh-boston-picu-perlawanan-koloni-amerika-terhadap-inggris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/16/18/1567972/historipedia-pesta-teh-boston-picu-perlawanan-koloni-amerika-terhadap-inggris"/><item><title>HISTORIPEDIA: Pesta Teh Boston, Picu Perlawanan Koloni Amerika Terhadap Inggris</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/16/18/1567972/historipedia-pesta-teh-boston-picu-perlawanan-koloni-amerika-terhadap-inggris</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/16/18/1567972/historipedia-pesta-teh-boston-picu-perlawanan-koloni-amerika-terhadap-inggris</guid><pubDate>Jum'at 16 Desember 2016 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/16/18/1567972/historipedia-pesta-teh-boston-picu-perlawanan-koloni-amerika-terhadap-inggris-lLFdEkekNR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi yang menggambarkan Pesta Teh Boston. (Foto: Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/16/18/1567972/historipedia-pesta-teh-boston-picu-perlawanan-koloni-amerika-terhadap-inggris-lLFdEkekNR.jpg</image><title>ilustrasi yang menggambarkan Pesta Teh Boston. (Foto: Wikipedia)</title></images><description>SEBUAH peristiwa penting dalam sejarah Amerika Serikat (AS) terjadi pada 16 Desember 1773  tengah malam di Pelabuhan Boston, Massachusetts. Pada hari itu di sekelompok warga koloni yang menyamar sebagai suku indian mohawk naik ke atas kapal Inggris yang tertambat di pelabuhan dan membuang 342 peti teh ke laut.
Dilansir dari History, Jumat (16/12/2016), peristiwa yang dikenal dengan nama Boston Tea Party itu dilakukan sebagai bentuk protes atas Undang-undang (UU) Teh Inggris (Tea Act) 1773 yang disahkan Parlemen Inggris untuk menyelamatkan Perusahaan Dagang Hindia Inggris dari kebangkrutan. Dengan UU Teh tersebut, pajak teh yang dikenakan pada perusahaan tersebut diturunkan sehingga mereka dapat melakukan monopoli dalam perdagangan teh di Amerika.
UU itu dianggap sebagai sebuah bentuk penindasan pajak oleh para penduduk koloni Amerika, sehingga saat tiga kapal pembawa teh Inggris: Dartmouth, Eleanor, dan Beaver tiba di Pelabuhan Boston, warga koloni menuntut mereka untuk kembali ke Inggris. Tuntutan itu ditolak oleh Gubernur Inggris di Massachusetts Thomas Hutchinson yang tidak memberikan izin kepada kapal-kapal itu untuk meninggalkan pelabuhan.
Setelah penolakan dari Gubernur Hutchinson, ketua kelompok patriot Amerika, Samuel Adams merencanakan melakukan aksi &amp;lsquo;Tea Party&amp;rsquo; dengan melibatkan 60 anggota Sons of Liberty (Putra-putra Kebebasan). Sons of Liberty adalah organisasi yang dibentuk oleh 13 koloni Amerika untuk melindungi hak-hak warga koloni dari kebijakan pajak Pemerintah Inggris.
Pada malam 16 Desember 1773, aksi &amp;lsquo;Tea Party&amp;rsquo; dijalankan dengan membuang ratusan peti teh bernilai sekira USD18 ribu atau lebih dari USD700 ribu (Rp9 miliar) jika dihitung dengan kurs saat ini.
Murka dengan aksi para patriot yang secara terang-terangan merusak hak milik dan properti warga Inggris, parlemen menetapkan UU Paksaan (Coercive Act) pada 1774 untuk membalas tindakan penduduk koloni yang dianggap sebagai perbuatan tak termaafkan. Penetapan UU tersebut memaksa Pelabuhan Boston ditutup dari kapal-kapal dagang dan menerapkan pemerintahan militer Inggris di Massachusetts.
UU Paksaan juga membuat para pejabat Inggris kebal dari tuntutan  tindak kriminal di Amerika serta mengharuskan penduduk koloni untuk  memberi tempat tinggal bagi pasukan Inggris. Kebijakan yang semakin  menambah kekesalan penduduk koloni terhadap Pemerintah Inggris.
Menanggapi diberlakukannya Coercive Act, penduduk koloni mengumumkan  dibentuknya Kongres Kontinental pertama pada 1774 yang di kemudian hari  menghasilkan keputusan 13 koloni untuk melepaskan diri dari pemerintahan  Kerajaan Inggris.

</description><content:encoded>SEBUAH peristiwa penting dalam sejarah Amerika Serikat (AS) terjadi pada 16 Desember 1773  tengah malam di Pelabuhan Boston, Massachusetts. Pada hari itu di sekelompok warga koloni yang menyamar sebagai suku indian mohawk naik ke atas kapal Inggris yang tertambat di pelabuhan dan membuang 342 peti teh ke laut.
Dilansir dari History, Jumat (16/12/2016), peristiwa yang dikenal dengan nama Boston Tea Party itu dilakukan sebagai bentuk protes atas Undang-undang (UU) Teh Inggris (Tea Act) 1773 yang disahkan Parlemen Inggris untuk menyelamatkan Perusahaan Dagang Hindia Inggris dari kebangkrutan. Dengan UU Teh tersebut, pajak teh yang dikenakan pada perusahaan tersebut diturunkan sehingga mereka dapat melakukan monopoli dalam perdagangan teh di Amerika.
UU itu dianggap sebagai sebuah bentuk penindasan pajak oleh para penduduk koloni Amerika, sehingga saat tiga kapal pembawa teh Inggris: Dartmouth, Eleanor, dan Beaver tiba di Pelabuhan Boston, warga koloni menuntut mereka untuk kembali ke Inggris. Tuntutan itu ditolak oleh Gubernur Inggris di Massachusetts Thomas Hutchinson yang tidak memberikan izin kepada kapal-kapal itu untuk meninggalkan pelabuhan.
Setelah penolakan dari Gubernur Hutchinson, ketua kelompok patriot Amerika, Samuel Adams merencanakan melakukan aksi &amp;lsquo;Tea Party&amp;rsquo; dengan melibatkan 60 anggota Sons of Liberty (Putra-putra Kebebasan). Sons of Liberty adalah organisasi yang dibentuk oleh 13 koloni Amerika untuk melindungi hak-hak warga koloni dari kebijakan pajak Pemerintah Inggris.
Pada malam 16 Desember 1773, aksi &amp;lsquo;Tea Party&amp;rsquo; dijalankan dengan membuang ratusan peti teh bernilai sekira USD18 ribu atau lebih dari USD700 ribu (Rp9 miliar) jika dihitung dengan kurs saat ini.
Murka dengan aksi para patriot yang secara terang-terangan merusak hak milik dan properti warga Inggris, parlemen menetapkan UU Paksaan (Coercive Act) pada 1774 untuk membalas tindakan penduduk koloni yang dianggap sebagai perbuatan tak termaafkan. Penetapan UU tersebut memaksa Pelabuhan Boston ditutup dari kapal-kapal dagang dan menerapkan pemerintahan militer Inggris di Massachusetts.
UU Paksaan juga membuat para pejabat Inggris kebal dari tuntutan  tindak kriminal di Amerika serta mengharuskan penduduk koloni untuk  memberi tempat tinggal bagi pasukan Inggris. Kebijakan yang semakin  menambah kekesalan penduduk koloni terhadap Pemerintah Inggris.
Menanggapi diberlakukannya Coercive Act, penduduk koloni mengumumkan  dibentuknya Kongres Kontinental pertama pada 1774 yang di kemudian hari  menghasilkan keputusan 13 koloni untuk melepaskan diri dari pemerintahan  Kerajaan Inggris.

</content:encoded></item></channel></rss>
