<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapal Perang China Sita Drone Bawah Laut AS di LCS</title><description>Insiden itu terjadi tepat di depan hidung kru kapal AS, USNS Bowditch yang berlayar sekira 100 mil dari Teluk Subic, Filipina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/17/18/1568915/kapal-perang-china-sita-drone-bawah-laut-as-di-lcs</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/17/18/1568915/kapal-perang-china-sita-drone-bawah-laut-as-di-lcs"/><item><title>Kapal Perang China Sita Drone Bawah Laut AS di LCS</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/17/18/1568915/kapal-perang-china-sita-drone-bawah-laut-as-di-lcs</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/17/18/1568915/kapal-perang-china-sita-drone-bawah-laut-as-di-lcs</guid><pubDate>Sabtu 17 Desember 2016 00:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/17/18/1568915/kapal-perang-china-sita-drone-bawah-laut-as-di-lcs-R78OMzsjci.jpg" expression="full" type="image/jpeg">USNS Bowditch. (Foto: CNN) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/17/18/1568915/kapal-perang-china-sita-drone-bawah-laut-as-di-lcs-R78OMzsjci.jpg</image><title>USNS Bowditch. (Foto: CNN) </title></images><description>WASHINGTON &amp;ndash; Pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS) melaporkan terjadinya penyitaan drone bawah air milik angkatan laut AS oleh kapal perang China di Laut China Selatan. Tindakan militer Beijing ini memicu langkah politik Washington yang menuntut pengembalian drone mereka.
Keterangan seorang pejabat pertahanan AS yang dilansir CNN, Sabtu (17/12/2016) menyebutkan insiden itu terjadi tepat di depan hidung kru kapal AS, USNS Bowditch yang berlayar sekira 100 mil dari Teluk Subic, Filipina. Bowditch berhenti untuk mengambil dua drone bawah air ketika kapal perang China yang membuntuti Bowditch menurunkan kapal kecil dan mengambil salah satu drone tersebut.
Kapal perang China itu tidak menjawab komunikasi radio dari kapal AS yang mengatakan drone tersebut merupakan properti milik AS. Kapal China justru menyampaikan komunikasi radio sendiri , mengatakan mereka kembali ke operasinya dan berbalik pergi.
Bowditch dan kedua drone tersebut merupakan kapal yang digunakan untuk penelitian oseanografi AS. Kapal-kapal semacam ini seringkali dibayangi dan dibuntuti oleh kapal China yang menduga mereka sedang melakukan kegiatan mata-mata. Namun, pejabat AS mengatakan, dalam kasus ini, drone tersebut hanya melakukan pemantauan kondisi laut.
Hubungan AS dan China kembali tegang dalam beberapa pekan terakhir menyusul penyampaian ucapan selamat yang dilayangkan Presiden Terpilih AS Donald Trump kepada Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. Ucapan yang disampaikan melalui sambungan telepon itu merupakan pelanggaran atas perjanjian 'One China Policy', yang disepakati AS dan China 1970-an.
</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;ndash; Pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS) melaporkan terjadinya penyitaan drone bawah air milik angkatan laut AS oleh kapal perang China di Laut China Selatan. Tindakan militer Beijing ini memicu langkah politik Washington yang menuntut pengembalian drone mereka.
Keterangan seorang pejabat pertahanan AS yang dilansir CNN, Sabtu (17/12/2016) menyebutkan insiden itu terjadi tepat di depan hidung kru kapal AS, USNS Bowditch yang berlayar sekira 100 mil dari Teluk Subic, Filipina. Bowditch berhenti untuk mengambil dua drone bawah air ketika kapal perang China yang membuntuti Bowditch menurunkan kapal kecil dan mengambil salah satu drone tersebut.
Kapal perang China itu tidak menjawab komunikasi radio dari kapal AS yang mengatakan drone tersebut merupakan properti milik AS. Kapal China justru menyampaikan komunikasi radio sendiri , mengatakan mereka kembali ke operasinya dan berbalik pergi.
Bowditch dan kedua drone tersebut merupakan kapal yang digunakan untuk penelitian oseanografi AS. Kapal-kapal semacam ini seringkali dibayangi dan dibuntuti oleh kapal China yang menduga mereka sedang melakukan kegiatan mata-mata. Namun, pejabat AS mengatakan, dalam kasus ini, drone tersebut hanya melakukan pemantauan kondisi laut.
Hubungan AS dan China kembali tegang dalam beberapa pekan terakhir menyusul penyampaian ucapan selamat yang dilayangkan Presiden Terpilih AS Donald Trump kepada Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. Ucapan yang disampaikan melalui sambungan telepon itu merupakan pelanggaran atas perjanjian 'One China Policy', yang disepakati AS dan China 1970-an.
</content:encoded></item></channel></rss>
