<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panglima Pastikan TNI Tak Akan Beli Pesawat Bekas</title><description>TNI AU masih membutuhkan pesawat Hercules dalam jumlah banyak untuk mendukung kekuatan udara di wilayah Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/19/519/1569872/panglima-pastikan-tni-tak-akan-beli-pesawat-bekas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/19/519/1569872/panglima-pastikan-tni-tak-akan-beli-pesawat-bekas"/><item><title>Panglima Pastikan TNI Tak Akan Beli Pesawat Bekas</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/19/519/1569872/panglima-pastikan-tni-tak-akan-beli-pesawat-bekas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/19/519/1569872/panglima-pastikan-tni-tak-akan-beli-pesawat-bekas</guid><pubDate>Senin 19 Desember 2016 03:50 WIB</pubDate><dc:creator>Hari Istiawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/19/519/1569872/panglima-pastikan-tni-tak-akan-beli-pesawat-bekas-e5yzNO8Bqs.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (Foto: Hari Istiawan/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/19/519/1569872/panglima-pastikan-tni-tak-akan-beli-pesawat-bekas-e5yzNO8Bqs.JPG</image><title>Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (Foto: Hari Istiawan/Okezone)</title></images><description>MALANG &amp;ndash; Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan bahwa TNI tidak akan membeli pesawat terbang bekas. Hal ini ditegaskan Jenderal Gatot usai melepas 13 jenazah korban Hercules yang jatuh di Wamena, Papua.

&quot;Presiden sudah menjelaskan untuk selanjutnya, pesawat terbang tidak ada  lagi kita membeli pesawat yang tidak baru. Semuanya harus baru,&quot; kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Senin (19/12/2016) dini hari.

Menurutnya, pernyataan Presiden Joko Widodo itu disampaikan pascajatuhnya pesawat Hercules di Medan beberapa waktu lalu. &quot;Presiden sudah menyatakan demikian, harus kita praktikkan,&quot; katanya.

Mengenai penambahan Hercules, Gatot Nurmantyo menyatakan, dengan kondisi wilayah Indonesia, TNI AU masih membutuhkan pesawat Hercules dalam jumlah banyak untuk mendukung kekuatan udara di wilayah Indonesia.
&quot;Mengenai jenis pesawatnya nanti akan ada tim sendiri apa yang diperlukan,&quot; ujar Gatot.
Sekadar diketahui, pesawat Hercules yang jatuh di Wamena, Papua merupakan pesawat bekas dari Australia. Ada lima pesawat yang berasal dari Australia dan resmi menjadi milik TNI AU pada Februari 2016. Tiga pesawat ditempatkan di Skadron 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang dan dua pesawat di Skadron 31 Jakarta.
</description><content:encoded>MALANG &amp;ndash; Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan bahwa TNI tidak akan membeli pesawat terbang bekas. Hal ini ditegaskan Jenderal Gatot usai melepas 13 jenazah korban Hercules yang jatuh di Wamena, Papua.

&quot;Presiden sudah menjelaskan untuk selanjutnya, pesawat terbang tidak ada  lagi kita membeli pesawat yang tidak baru. Semuanya harus baru,&quot; kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Senin (19/12/2016) dini hari.

Menurutnya, pernyataan Presiden Joko Widodo itu disampaikan pascajatuhnya pesawat Hercules di Medan beberapa waktu lalu. &quot;Presiden sudah menyatakan demikian, harus kita praktikkan,&quot; katanya.

Mengenai penambahan Hercules, Gatot Nurmantyo menyatakan, dengan kondisi wilayah Indonesia, TNI AU masih membutuhkan pesawat Hercules dalam jumlah banyak untuk mendukung kekuatan udara di wilayah Indonesia.
&quot;Mengenai jenis pesawatnya nanti akan ada tim sendiri apa yang diperlukan,&quot; ujar Gatot.
Sekadar diketahui, pesawat Hercules yang jatuh di Wamena, Papua merupakan pesawat bekas dari Australia. Ada lima pesawat yang berasal dari Australia dan resmi menjadi milik TNI AU pada Februari 2016. Tiga pesawat ditempatkan di Skadron 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang dan dua pesawat di Skadron 31 Jakarta.
</content:encoded></item></channel></rss>
