<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Tak Boleh Berhentikan Bus untuk Minta Telolet, Bahaya Itu!&quot;</title><description>Fenomena 'Om Telolet Om' kini menjadi semakin viral dan santer terdengar di tengah masyarakat Indonesia, bahkan dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/24/525/1574922/tak-boleh-berhentikan-bus-untuk-minta-telolet-bahaya-itu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/24/525/1574922/tak-boleh-berhentikan-bus-untuk-minta-telolet-bahaya-itu"/><item><title>&quot;Tak Boleh Berhentikan Bus untuk Minta Telolet, Bahaya Itu!&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/24/525/1574922/tak-boleh-berhentikan-bus-untuk-minta-telolet-bahaya-itu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/24/525/1574922/tak-boleh-berhentikan-bus-untuk-minta-telolet-bahaya-itu</guid><pubDate>Sabtu 24 Desember 2016 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/24/525/1574922/tak-boleh-berhentikan-bus-untuk-minta-telolet-bahaya-itu-kTg5cA5Btl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anak-anak berburu telolet (Foto: Salsabila/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/24/525/1574922/tak-boleh-berhentikan-bus-untuk-minta-telolet-bahaya-itu-kTg5cA5Btl.jpg</image><title>Anak-anak berburu telolet (Foto: Salsabila/Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Fenomena 'Om Telolet Om' kini menjadi semakin viral dan santer terdengar di tengah masyarakat Indonesia, bahkan dunia.

Fenomena yang awalnya dipopulerkan oleh masyarakat Jepara, Jawa Tengah, tersebut kini menjamur ke seluruh dunia melalui media sosial.

Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengatakan, fenomena 'Om Telolet Om' menjadi bukti kehebatan media.

&quot;Daripada mikirin politik, mending telolet-telolet,&quot; ujar Anton di Bandung, Sabtu (24/12/2016).

Ia menyebut fenomena 'Om Telolet Om' hanya bersifat temporer karena besarnya antusias dari masyarakat.

&quot;Larangan belum dibuat peraturannya. Saya serahkan saja ke pembuat peraturan. Kami sebagai polisi di sini hanya menjalankan aturan, kalau boleh ya boleh, kalau enggak ya apa alasannya,&quot; kata Anton.

&quot;Yang jelas tidak boleh itu memberhentikan bus untuk minta 'Om Telolet Om', bisa bahaya itu! Bus juga enggak sampai-sampai nantinya,&quot; tambah Anton.

</description><content:encoded>BANDUNG - Fenomena 'Om Telolet Om' kini menjadi semakin viral dan santer terdengar di tengah masyarakat Indonesia, bahkan dunia.

Fenomena yang awalnya dipopulerkan oleh masyarakat Jepara, Jawa Tengah, tersebut kini menjamur ke seluruh dunia melalui media sosial.

Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengatakan, fenomena 'Om Telolet Om' menjadi bukti kehebatan media.

&quot;Daripada mikirin politik, mending telolet-telolet,&quot; ujar Anton di Bandung, Sabtu (24/12/2016).

Ia menyebut fenomena 'Om Telolet Om' hanya bersifat temporer karena besarnya antusias dari masyarakat.

&quot;Larangan belum dibuat peraturannya. Saya serahkan saja ke pembuat peraturan. Kami sebagai polisi di sini hanya menjalankan aturan, kalau boleh ya boleh, kalau enggak ya apa alasannya,&quot; kata Anton.

&quot;Yang jelas tidak boleh itu memberhentikan bus untuk minta 'Om Telolet Om', bisa bahaya itu! Bus juga enggak sampai-sampai nantinya,&quot; tambah Anton.

</content:encoded></item></channel></rss>
