<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Netizen Heboh Tahu Aulia Diminta Lepas Jilbab saat Ikut Kejuaraan Karate</title><description>Netizen menumpahkan berbagai pandangannya atas kasus yang menimpa Aulia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/26/337/1575946/netizen-heboh-tahu-aulia-diminta-lepas-jilbab-saat-ikut-kejuaraan-karate</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/26/337/1575946/netizen-heboh-tahu-aulia-diminta-lepas-jilbab-saat-ikut-kejuaraan-karate"/><item><title>Netizen Heboh Tahu Aulia Diminta Lepas Jilbab saat Ikut Kejuaraan Karate</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/26/337/1575946/netizen-heboh-tahu-aulia-diminta-lepas-jilbab-saat-ikut-kejuaraan-karate</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/26/337/1575946/netizen-heboh-tahu-aulia-diminta-lepas-jilbab-saat-ikut-kejuaraan-karate</guid><pubDate>Senin 26 Desember 2016 15:27 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/26/337/1575946/netizen-heboh-tahu-aulia-diminta-lepas-jilbab-saat-ikut-kejuaraan-karate-3ol2GXEhwp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: (Facebook Janan Farizi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/26/337/1575946/netizen-heboh-tahu-aulia-diminta-lepas-jilbab-saat-ikut-kejuaraan-karate-3ol2GXEhwp.jpg</image><title>Foto: (Facebook Janan Farizi)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mundurnya Aulia, siswi SMPIT Harapan Umat, Ngawi, Jawa Timur, dari kejuaranaan karate se-Jawa Timur karena tak mau melepas dan mengganti jilbabnya jadi perbincangan hangat netizen.
Dugaan adanya diskriminasi juri karate tersebut mulai ramai dibicarakan ketika guru Aulia, Janan Farisi, mem-posting ceritanya di Facebook.
Seorang netizen dengan nama Abu Zhufa Ghozy membalas postingan Janan Farisi. Menurut Abu, biasanya sebelum tiba hari pertandingan ada technical meeting oleh panitia dan official team mengenai aturan perlombaan tersebut.  &quot;Dalam technical meeting pasti disebutkan regulasi-regulasi dalam pertandingan. Kira-kira ada/tidak hal yang menyebutkan pelarangan jilbab?,&quot; tanya Abu, seperti dikutip Okezone, Senin (26/12/2016).
Abu melanjutkan, jika tidak ada pelarangan memakai jilbab dalam techincal meeting, maka official bisa melakukan protes terhadap panitia atau perangkat pertandingan. Sebaliknya, jika disebutkan dalam regulasi pertandingan maka lebih baik mundur atau menerima keputusan tersebut.  &quot;Saya rasa tidak hanya level kejurda (kejuaraan daerah) saja ada diskriminasi tentang masalah jilbab, event internasional pun banyak terjadi hal yang demikian, alasannya pun saya rasa juga sangat konyol. Bahwa jilbab mengganggu atlet bertanding,&quot; tandas Abu.  Membalas tanggapan Abu, Janan pun mengungkapkan bahwa dirinya hadir bukan sebagai official, melainkan hanya sebagai pendamping Aulia sebagai muridnya.  &quot;Saya sangat menyesal tidak bisa melawan. Tapi kemarin saya hadir bukan sebagai official. Cuma sekedar pendamping ank-anak. Pihak official setahu saya juga sudah mendatangi pihak penyelenggara, tapi begitulah, juri tetap seperti itu,&quot; ungkap Janan.
Sampai berita ini diturunkan, posting-an ini sudah dikomentari sebanyak 1.162 kali dan dibagikan sebanyak 4 ribu kali.Diketahui, siswi dari SMPIT Harapan Umat, Aulia, gagal bertanding  kejuaraan Karate se-Jawa Timur di GOR Magetan, Jawa Timur, pada Jumat 23  Desember 2016.   Hal itu disebabkan oleh adanya aturan juri  yang menyebutkan peserta harus melepas jilbab yang dipakainya dan  menggantikan dengan penutup kepala yang terbuka lehernya.   Namun, Aulia menolak karena penutup kepala tersebut dinilai tidak  menutup keseluruhan auratnya. Aulia diminta tetap harus membuka  jilbabnya dan mengganti dengan penutup kepala yang terbuka leher dan  telinga jika ingin bertanding. Tapi Aulia memilih mempertahankan menutup  auratnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mundurnya Aulia, siswi SMPIT Harapan Umat, Ngawi, Jawa Timur, dari kejuaranaan karate se-Jawa Timur karena tak mau melepas dan mengganti jilbabnya jadi perbincangan hangat netizen.
Dugaan adanya diskriminasi juri karate tersebut mulai ramai dibicarakan ketika guru Aulia, Janan Farisi, mem-posting ceritanya di Facebook.
Seorang netizen dengan nama Abu Zhufa Ghozy membalas postingan Janan Farisi. Menurut Abu, biasanya sebelum tiba hari pertandingan ada technical meeting oleh panitia dan official team mengenai aturan perlombaan tersebut.  &quot;Dalam technical meeting pasti disebutkan regulasi-regulasi dalam pertandingan. Kira-kira ada/tidak hal yang menyebutkan pelarangan jilbab?,&quot; tanya Abu, seperti dikutip Okezone, Senin (26/12/2016).
Abu melanjutkan, jika tidak ada pelarangan memakai jilbab dalam techincal meeting, maka official bisa melakukan protes terhadap panitia atau perangkat pertandingan. Sebaliknya, jika disebutkan dalam regulasi pertandingan maka lebih baik mundur atau menerima keputusan tersebut.  &quot;Saya rasa tidak hanya level kejurda (kejuaraan daerah) saja ada diskriminasi tentang masalah jilbab, event internasional pun banyak terjadi hal yang demikian, alasannya pun saya rasa juga sangat konyol. Bahwa jilbab mengganggu atlet bertanding,&quot; tandas Abu.  Membalas tanggapan Abu, Janan pun mengungkapkan bahwa dirinya hadir bukan sebagai official, melainkan hanya sebagai pendamping Aulia sebagai muridnya.  &quot;Saya sangat menyesal tidak bisa melawan. Tapi kemarin saya hadir bukan sebagai official. Cuma sekedar pendamping ank-anak. Pihak official setahu saya juga sudah mendatangi pihak penyelenggara, tapi begitulah, juri tetap seperti itu,&quot; ungkap Janan.
Sampai berita ini diturunkan, posting-an ini sudah dikomentari sebanyak 1.162 kali dan dibagikan sebanyak 4 ribu kali.Diketahui, siswi dari SMPIT Harapan Umat, Aulia, gagal bertanding  kejuaraan Karate se-Jawa Timur di GOR Magetan, Jawa Timur, pada Jumat 23  Desember 2016.   Hal itu disebabkan oleh adanya aturan juri  yang menyebutkan peserta harus melepas jilbab yang dipakainya dan  menggantikan dengan penutup kepala yang terbuka lehernya.   Namun, Aulia menolak karena penutup kepala tersebut dinilai tidak  menutup keseluruhan auratnya. Aulia diminta tetap harus membuka  jilbabnya dan mengganti dengan penutup kepala yang terbuka leher dan  telinga jika ingin bertanding. Tapi Aulia memilih mempertahankan menutup  auratnya.</content:encoded></item></channel></rss>
