<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Regulasi Kompetisi Olahraga Harus Akomodasi Wanita Berjilbab</title><description>&quot;Mestinya segala regulasi harusnya mengakomodasi wanita yang memakai jilbab, termasuk dalam kompetisi.&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/26/519/1576177/regulasi-kompetisi-olahraga-harus-akomodasi-wanita-berjilbab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/26/519/1576177/regulasi-kompetisi-olahraga-harus-akomodasi-wanita-berjilbab"/><item><title>Regulasi Kompetisi Olahraga Harus Akomodasi Wanita Berjilbab</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/26/519/1576177/regulasi-kompetisi-olahraga-harus-akomodasi-wanita-berjilbab</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/26/519/1576177/regulasi-kompetisi-olahraga-harus-akomodasi-wanita-berjilbab</guid><pubDate>Senin 26 Desember 2016 23:09 WIB</pubDate><dc:creator>Syaiful Islam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/26/519/1576177/regulasi-kompetisi-olahraga-harus-akomodasi-wanita-berjilbab-jucwDfXGQT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Facebook Janan Farizi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/26/519/1576177/regulasi-kompetisi-olahraga-harus-akomodasi-wanita-berjilbab-jucwDfXGQT.jpg</image><title>(Foto: Facebook Janan Farizi)</title></images><description>SURABAYA &amp;ndash; Larangan penggunaan jilbab dalam kejuaraan karate se-Jawa Timur yang menyebabkan seorang peserta mengundurkan diri menuai kritik dari anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.

Menurut anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Moch Eksan, seharusnya kejuaraan olahraga mampu mengakomodasi kepentingan wanita berjilbab agar mereka juga bisa berkompetisi dan beprestasi.

&quot;Mestinya segala regulasi harusnya mengakomodasi wanita yang memakai jilbab, termasuk dalam kompetisi, sehingga bisa ikut kompetisi dan berprestasi,&quot; terang Eksan, Senin (26/12/2016).

Namun, hal yang justru terjadi pada kejuaraan karate adalah diskriminasi terhadap peserta berjilbab. Hal itu menjadi persoalan serius dan tak bisa dibenarkan apa pun alasannya.

&quot;Apalagi terjadi di Jatim yang NU dan Muhammaiyah-nya cukup kuat. Hal seperti itu tidak bisa dibenarkan apa pun alasannya. Kita coba akan akomodir, biar nanti beberapa pihak akan dipanggil,&quot; tegasnya.

Eksan justru mengapresiasi keputusan Aulia yang memilih mengundurkan diri dari kejuaran karate karena diminta melepas jilbab. Menurutnya, panitia harus bertanggung jawab atas hal itu.

&quot;Mengundurkan diri karena memilih tidak melepas jilbab adalah pilihan yang tepat, sedangkan yang melepaskan jilbab untuk bisa ikut kompetisi itu merupakan keterpaksaan  panitia harus bertanggung jawab,&quot; tegasnya.
</description><content:encoded>SURABAYA &amp;ndash; Larangan penggunaan jilbab dalam kejuaraan karate se-Jawa Timur yang menyebabkan seorang peserta mengundurkan diri menuai kritik dari anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.

Menurut anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Moch Eksan, seharusnya kejuaraan olahraga mampu mengakomodasi kepentingan wanita berjilbab agar mereka juga bisa berkompetisi dan beprestasi.

&quot;Mestinya segala regulasi harusnya mengakomodasi wanita yang memakai jilbab, termasuk dalam kompetisi, sehingga bisa ikut kompetisi dan berprestasi,&quot; terang Eksan, Senin (26/12/2016).

Namun, hal yang justru terjadi pada kejuaraan karate adalah diskriminasi terhadap peserta berjilbab. Hal itu menjadi persoalan serius dan tak bisa dibenarkan apa pun alasannya.

&quot;Apalagi terjadi di Jatim yang NU dan Muhammaiyah-nya cukup kuat. Hal seperti itu tidak bisa dibenarkan apa pun alasannya. Kita coba akan akomodir, biar nanti beberapa pihak akan dipanggil,&quot; tegasnya.

Eksan justru mengapresiasi keputusan Aulia yang memilih mengundurkan diri dari kejuaran karate karena diminta melepas jilbab. Menurutnya, panitia harus bertanggung jawab atas hal itu.

&quot;Mengundurkan diri karena memilih tidak melepas jilbab adalah pilihan yang tepat, sedangkan yang melepaskan jilbab untuk bisa ikut kompetisi itu merupakan keterpaksaan  panitia harus bertanggung jawab,&quot; tegasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
