<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tembak Mati Teroris, Polri Dinilai Tak Pernah Tanggung Jawab</title><description>Polri, dalam hal ini Densus 88 Antiteror, diharapkan dapat lebih humanis dalam  menangani terorisme agar tidak membesar seperti sekarang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/27/337/1576236/tembak-mati-teroris-polri-dinilai-tak-pernah-tanggung-jawab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/27/337/1576236/tembak-mati-teroris-polri-dinilai-tak-pernah-tanggung-jawab"/><item><title>Tembak Mati Teroris, Polri Dinilai Tak Pernah Tanggung Jawab</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/27/337/1576236/tembak-mati-teroris-polri-dinilai-tak-pernah-tanggung-jawab</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/27/337/1576236/tembak-mati-teroris-polri-dinilai-tak-pernah-tanggung-jawab</guid><pubDate>Selasa 27 Desember 2016 05:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/27/337/1576236/tembak-mati-teroris-polri-dinilai-tak-pernah-tanggung-jawab-VRmJQndq3b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/27/337/1576236/tembak-mati-teroris-polri-dinilai-tak-pernah-tanggung-jawab-VRmJQndq3b.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah menangkap empat orang terduga teroris di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dua orang di antaranya tewas setelah terkena timah panas dari petugas saat berusaha melawan.
Sebelumnya, pasukan elite itu juga menembak mati tiga dari empat orang teroris di Bababan, Setu, Tangerang Selatan. Mereka diduga melawan polisi dengan senjata revolver, meskipun sudah diberi peringatan.
Pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh (Unimal), Al Chaidar menilai, terkait penembakan terduga teroris yang tewas itu selama ini tidak ada pertanggungjawaban dari Polri. Menurutnya, hal tersebut sangat berbahaya bagi penegakan hukum yang dinilai diskriminatif terhadap umat Islam.
&quot;Umat Islam akan kecewa dan tidak lagi menaruh harapan kepada polisi,&quot; ujar Chaidar kepada Okezone, Senin (26/12/2016).
Ia berharap Polri, dalam hal ini Densus 88 Antiteror, dapat lebih humanis dalam menangani terorisme agar tidak membesar seperti sekarang ini.
&quot;Polisi sudah sangat profesional pada awalnya. Namun ketika berakhir dengan tembak mati, polisi sudah kehilangan profesionalitas nya,&quot; ujarnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah menangkap empat orang terduga teroris di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dua orang di antaranya tewas setelah terkena timah panas dari petugas saat berusaha melawan.
Sebelumnya, pasukan elite itu juga menembak mati tiga dari empat orang teroris di Bababan, Setu, Tangerang Selatan. Mereka diduga melawan polisi dengan senjata revolver, meskipun sudah diberi peringatan.
Pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh (Unimal), Al Chaidar menilai, terkait penembakan terduga teroris yang tewas itu selama ini tidak ada pertanggungjawaban dari Polri. Menurutnya, hal tersebut sangat berbahaya bagi penegakan hukum yang dinilai diskriminatif terhadap umat Islam.
&quot;Umat Islam akan kecewa dan tidak lagi menaruh harapan kepada polisi,&quot; ujar Chaidar kepada Okezone, Senin (26/12/2016).
Ia berharap Polri, dalam hal ini Densus 88 Antiteror, dapat lebih humanis dalam menangani terorisme agar tidak membesar seperti sekarang ini.
&quot;Polisi sudah sangat profesional pada awalnya. Namun ketika berakhir dengan tembak mati, polisi sudah kehilangan profesionalitas nya,&quot; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
