<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rencanakan Penyerangan saat Akhir Tahun, Terduga Teroris Disebut Adopsi Doktrin Hambali</title><description>&quot;Ini sudah merupakan doktrin Hambali namanya karena ini serangan teroris yang selalu ditargetkan pada Desember.&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/27/337/1576238/rencanakan-penyerangan-saat-akhir-tahun-terduga-teroris-disebut-adopsi-doktrin-hambali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/27/337/1576238/rencanakan-penyerangan-saat-akhir-tahun-terduga-teroris-disebut-adopsi-doktrin-hambali"/><item><title>Rencanakan Penyerangan saat Akhir Tahun, Terduga Teroris Disebut Adopsi Doktrin Hambali</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/27/337/1576238/rencanakan-penyerangan-saat-akhir-tahun-terduga-teroris-disebut-adopsi-doktrin-hambali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/27/337/1576238/rencanakan-penyerangan-saat-akhir-tahun-terduga-teroris-disebut-adopsi-doktrin-hambali</guid><pubDate>Selasa 27 Desember 2016 05:33 WIB</pubDate><dc:creator>Bayu Septianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/27/337/1576238/rencanakan-penyerangan-saat-akhir-tahun-terduga-teroris-disebut-adopsi-doktrin-hambali-ZEGUFsgbvU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/27/337/1576238/rencanakan-penyerangan-saat-akhir-tahun-terduga-teroris-disebut-adopsi-doktrin-hambali-ZEGUFsgbvU.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggerebek rumah empat terduga teroris di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu 25 Desember 2016. Sedianya, keempatnya akan beraksi menyerang polisi di Pos Polisi Bunder, Purwakarta, pada malam pergantian Tahun Baru 2017.
Tak hanya di Purwakarta, sebelumnya pasukan elite Polri itu juga menewaskan tiga dari empat terduga teroris di Bababan, Setu, Tangerang Selatan pada 18 Desember 2016. Sama seperti yang tertangkap di Purwakarta, kelompok teroris ini juga berencana melancarkan aksinya pada akhir tahun 2016, bertepatan dengan momen perayaan Natal dan Tahun Baru.
Peneliti sekaligus pengamat terorisme Al Chaidar menganggap kelompok terorisme tersebut mempunyai doktrin Hambali. Hambali diketahui merupakan mantan tokoh Jamaah Islamiyah yang kini ditahan di Penjara Guantanamo. Hambali pada tahun 2000 pernah melakukan serangan saat Natal dan Tahun Baru. Tak heran, penangkapan oleh Polri banyak terjadi pada masa itu.
&quot;Ini sudah merupakan doktrin Hambali namanya karena ini serangan teroris yang selalu ditargetkan pada Desember,&quot; ujar Chaidar saat berbincang dengan Okezone, Selasa (27/12/2016).
Menurut Chaidar, doktrin Hambali ini dikenal pertama kali saat Hambali melakukan pengeboman Natal di Indonesia pada 2000. Doktrin tersebut bertahan sampai sekarang lantaran kelompok teroris yang berkembang saat ini adalah kelompok yang antipluralisme, antimultikulturalisme, dan kelompok intoleran.
&quot;Bagi mereka Natal dan Tahun Baru itu perayaan kekafiran,&quot; jelas Chaidar.
Al Chaidar mengatakan, Bahrun Naim, orang yang disebut-sebut kepolisian sebagai pemimpin kelompok terorisme saat ini memang memilih bulan Desember yang bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru sehingga bisa menginspirasi kelompok ISIS di Suriah untuk gencar melakukan teror di bulan yang sama.
&quot;Jadi mereka (ISIS di Suriah) tidak begitu mengetahui efeknya yang sangat besar untuk momentum-momentun tersebut di bulan Desember ini. Tapi berdasarkan doktrin Hambali, serangan Desember itu adalah serangan yang paling menggetarkan yang paling menakutkan yang menimbulkan efek teror besar,&quot; pungkas Chaidar.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggerebek rumah empat terduga teroris di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu 25 Desember 2016. Sedianya, keempatnya akan beraksi menyerang polisi di Pos Polisi Bunder, Purwakarta, pada malam pergantian Tahun Baru 2017.
Tak hanya di Purwakarta, sebelumnya pasukan elite Polri itu juga menewaskan tiga dari empat terduga teroris di Bababan, Setu, Tangerang Selatan pada 18 Desember 2016. Sama seperti yang tertangkap di Purwakarta, kelompok teroris ini juga berencana melancarkan aksinya pada akhir tahun 2016, bertepatan dengan momen perayaan Natal dan Tahun Baru.
Peneliti sekaligus pengamat terorisme Al Chaidar menganggap kelompok terorisme tersebut mempunyai doktrin Hambali. Hambali diketahui merupakan mantan tokoh Jamaah Islamiyah yang kini ditahan di Penjara Guantanamo. Hambali pada tahun 2000 pernah melakukan serangan saat Natal dan Tahun Baru. Tak heran, penangkapan oleh Polri banyak terjadi pada masa itu.
&quot;Ini sudah merupakan doktrin Hambali namanya karena ini serangan teroris yang selalu ditargetkan pada Desember,&quot; ujar Chaidar saat berbincang dengan Okezone, Selasa (27/12/2016).
Menurut Chaidar, doktrin Hambali ini dikenal pertama kali saat Hambali melakukan pengeboman Natal di Indonesia pada 2000. Doktrin tersebut bertahan sampai sekarang lantaran kelompok teroris yang berkembang saat ini adalah kelompok yang antipluralisme, antimultikulturalisme, dan kelompok intoleran.
&quot;Bagi mereka Natal dan Tahun Baru itu perayaan kekafiran,&quot; jelas Chaidar.
Al Chaidar mengatakan, Bahrun Naim, orang yang disebut-sebut kepolisian sebagai pemimpin kelompok terorisme saat ini memang memilih bulan Desember yang bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru sehingga bisa menginspirasi kelompok ISIS di Suriah untuk gencar melakukan teror di bulan yang sama.
&quot;Jadi mereka (ISIS di Suriah) tidak begitu mengetahui efeknya yang sangat besar untuk momentum-momentun tersebut di bulan Desember ini. Tapi berdasarkan doktrin Hambali, serangan Desember itu adalah serangan yang paling menggetarkan yang paling menakutkan yang menimbulkan efek teror besar,&quot; pungkas Chaidar.</content:encoded></item></channel></rss>
