<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengacara Dodi Duga Ada Motif Lain di Balik Pembunuhan Sadis Pulomas </title><description>&quot;Pasti ada sesuatu yang tak beres ini. Tak mungkin orang seperti Pak Dodi begitu mudahnya dihabisi&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/27/338/1577011/pengacara-dodi-duga-ada-motif-lain-di-balik-pembunuhan-sadis-pulomas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/27/338/1577011/pengacara-dodi-duga-ada-motif-lain-di-balik-pembunuhan-sadis-pulomas"/><item><title>Pengacara Dodi Duga Ada Motif Lain di Balik Pembunuhan Sadis Pulomas </title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/27/338/1577011/pengacara-dodi-duga-ada-motif-lain-di-balik-pembunuhan-sadis-pulomas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/27/338/1577011/pengacara-dodi-duga-ada-motif-lain-di-balik-pembunuhan-sadis-pulomas</guid><pubDate>Selasa 27 Desember 2016 22:02 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/27/338/1577011/pengacara-dodi-duga-ada-motif-lain-di-balik-pembunuhan-sadis-pulomas-RVuQZAZvBa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengacara Dodi korban pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur (Foto: Putera Negara/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/27/338/1577011/pengacara-dodi-duga-ada-motif-lain-di-balik-pembunuhan-sadis-pulomas-RVuQZAZvBa.jpg</image><title>Pengacara Dodi korban pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur (Foto: Putera Negara/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengacara korban pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur menyambangi rumah korban. Dirinya ingin melihat dan memastikan kejadian berdarah tersebut, lantaran dia masih belum percaya atas kejadian yang menimpa kliennya tersebut.

Pengacara Dodi, John Siregar, menyatakan bahwa semasa hidupnya Dodi adalah sosok yang baik dan tidak memiliki musuh. Dirinya juga menduga ada motif lain di balik pembunuhan sadis itu.

&quot;Pasti ada sesuatu yang tak beres ini. Tak mungkin orang seperti Pak Dodi begitu mudahnya dihabisi. Oke lah kalau Pak Dodi ya kan tapi kalau anak-anaknya kan kasian ada teman anaknya itu. Kasian itu,&quot; kata John di lokasi, Selasa (27/12/2016) malam.

Dirinya yakin bahwa dari sisi keluarga pasti baik-baik saja. Selain itu, John juga meyakini dugaannya itu dengan tidak ditemukannya barang berharga korban yang diambil oleh para pelaku pembunuhan tersebut.

&quot;Orang kampung, seluruh Indonesia juga tau kalau maling itu ada barang kita yang hilang. Ini kan barang tak ada yang hilang,&quot; ungkapnya.

Seperti diketahui, perampokan sadis yang terjadi di Pulomas menewaskan enam orang. Adapun identitas korban tewas yakni Ir Dodi Triono (59), selaku pemilik rumah; Diona Arika Andra Putri (16), pelajar; Dianita Gemma Dzalfayla (9), anak ketiga dari Ir Dodi; Amel, teman anak korban; Yanto, sopir; dan Tasrok (40), sopir.

Sedangkan lima korban selamat yaitu Emi (41), warga Kampung Cipongpok RT 10 RW 04 Tegallega Lengkong, Sukabumi, pembantu korban; Zanette Kalila Aazaria (13); Santi (22), warga Cikopong Lengkong Sukabumi; Fitriyanim (23), warga Desa Kemanggungan RT 02 RW 02 Kecamatan Ngalian Kebumen, Jawa Tengah, pembantu korban; dan Windy (23), warga Dusun Karang Sari RT 04 RW 02 Pancaran Banjarnegara, pembantu korban.
Sejauh ini, polisi masih menganggap ini adalah pembunuhan murni bukan disertai dengan perampokan. Mengingat tidak ada barang berharga korban yang hilang dari rumahnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengacara korban pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur menyambangi rumah korban. Dirinya ingin melihat dan memastikan kejadian berdarah tersebut, lantaran dia masih belum percaya atas kejadian yang menimpa kliennya tersebut.

Pengacara Dodi, John Siregar, menyatakan bahwa semasa hidupnya Dodi adalah sosok yang baik dan tidak memiliki musuh. Dirinya juga menduga ada motif lain di balik pembunuhan sadis itu.

&quot;Pasti ada sesuatu yang tak beres ini. Tak mungkin orang seperti Pak Dodi begitu mudahnya dihabisi. Oke lah kalau Pak Dodi ya kan tapi kalau anak-anaknya kan kasian ada teman anaknya itu. Kasian itu,&quot; kata John di lokasi, Selasa (27/12/2016) malam.

Dirinya yakin bahwa dari sisi keluarga pasti baik-baik saja. Selain itu, John juga meyakini dugaannya itu dengan tidak ditemukannya barang berharga korban yang diambil oleh para pelaku pembunuhan tersebut.

&quot;Orang kampung, seluruh Indonesia juga tau kalau maling itu ada barang kita yang hilang. Ini kan barang tak ada yang hilang,&quot; ungkapnya.

Seperti diketahui, perampokan sadis yang terjadi di Pulomas menewaskan enam orang. Adapun identitas korban tewas yakni Ir Dodi Triono (59), selaku pemilik rumah; Diona Arika Andra Putri (16), pelajar; Dianita Gemma Dzalfayla (9), anak ketiga dari Ir Dodi; Amel, teman anak korban; Yanto, sopir; dan Tasrok (40), sopir.

Sedangkan lima korban selamat yaitu Emi (41), warga Kampung Cipongpok RT 10 RW 04 Tegallega Lengkong, Sukabumi, pembantu korban; Zanette Kalila Aazaria (13); Santi (22), warga Cikopong Lengkong Sukabumi; Fitriyanim (23), warga Desa Kemanggungan RT 02 RW 02 Kecamatan Ngalian Kebumen, Jawa Tengah, pembantu korban; dan Windy (23), warga Dusun Karang Sari RT 04 RW 02 Pancaran Banjarnegara, pembantu korban.
Sejauh ini, polisi masih menganggap ini adalah pembunuhan murni bukan disertai dengan perampokan. Mengingat tidak ada barang berharga korban yang hilang dari rumahnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
