<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Turki dan Rusia Siapkan Dua Resolusi Konflik di Suriah</title><description>Menlu Turki Mevlut Cavusoglu mengungkap ada dua resolusi konflik yang sudah disiapkan bersama Rusia untuk perdamaian di Suriah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/29/18/1577982/turki-dan-rusia-siapkan-dua-resolusi-konflik-di-suriah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/12/29/18/1577982/turki-dan-rusia-siapkan-dua-resolusi-konflik-di-suriah"/><item><title>Turki dan Rusia Siapkan Dua Resolusi Konflik di Suriah</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/12/29/18/1577982/turki-dan-rusia-siapkan-dua-resolusi-konflik-di-suriah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/12/29/18/1577982/turki-dan-rusia-siapkan-dua-resolusi-konflik-di-suriah</guid><pubDate>Kamis 29 Desember 2016 03:17 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/29/18/1577982/turki-dan-rusia-siapakan-dua-resolusi-konflik-di-suriah-0qUtJKDkk7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Turki Cavusoglu. (Foto: Maxim Shemetov/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/29/18/1577982/turki-dan-rusia-siapakan-dua-resolusi-konflik-di-suriah-0qUtJKDkk7.jpg</image><title>Menlu Turki Cavusoglu. (Foto: Maxim Shemetov/Reuters)</title></images><description>ANKARA - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menegaskan, Ankara dan Moskow sudah menyiapkan kesepakatan gencatan senjata di Suriah. Meski sudah satu suara dengan Rusia, dia menegaskan politik luar negerinya dengan Suriah tidak berubah. Turki bagaimana pun akan tetap menentang Presien Bashar al Assad tetap pada posisinya sekarang.
&quot;Ada dua teks yang sudah disiapkan sebagai solusi di Suriah. Satu berisi resolusi politik, satu lagi soal gencatan senjata. Keduanya bisa diterapkan kapan pun,&amp;rdquo; beber Cavusoglu, seperti dikutip dari Independent, Kamis (29/12/2016).
Cavusgolu melontarkan pernyataan tersebut diduga untuk menunjukkan kepada dunia bahwa perundingan damai di Suriah sudah mengalami kemajuan. Gencatan senjata adalah bagian dari solusi yang bisa ditawarkan untuk menghentikan konflik di negara kaya minyak tersebut.
Akan tetapi, jika bicara solusi damai untuk bidang politik, Turki masih berseberangan dengan Rusia yang selama ini dikenal sebagai pendukung utama Assad. Menlu menegaskan, pihak oposisi Suriah di mana pun tidak akan pernah mendukung dia naik lagi ke tampuk kekuasaan.
Selain Turki, Iran juga sudah dilobi Rusia. Ketiga poros baru ini menyatakan bersedia menjadi penengah untuk mencari solusi bagi krisis Suriah yang melibatkan pemerintah dan kelompok pemberontak, serta teroris. Negeri Beruang Merah sebelumnya mengumumkan, perundingan damai berikutnya akan segera diadakan di Astana, Ibu Kota Kazakhstan.
&amp;ldquo;Seluruh dunia tahu, selama Suriah masih dalam genggaman rezim Assad, tidak akan ada peralihan politik. Kita juga tahu bahwa tidak mungkin para pemberontak ini bersatu dengan kehadiran Assad,&amp;rdquo; terangnya.
Pekan lalu, Menlu Rusia Sergey Lavrov menyatakan, Rusia, Iran dan Turki sepakat bahwa prioritas di Suriah adalah memerangi terorisme. Bukan untuk mendepak pemerintahan Assad.
Reuters mendapat bocoran bahwa ada kesepakatan yang dibuat ketiga negara itu soal Suriah hingga membuat mereka bisa bersatu. Rencananya, Suriah bisa dipisah ke dalam wilayah-wilayah kekuatan regional informal dan Assad akan tetap menjabat sebagai presiden untuk setidaknya beberapa tahun.
Di sisi lain, seorang pejabat tinggi pemerintah Turki mengutarakan, pertemuan-pertemuan mendatang kemungkinan akan membahas soal peranan Assad di tengah resolusi damai konflik di Suriah ini.
&quot;Apakah Assad akan berada di pemerintahan, hal itu akan dibicarakan nanti,&quot; kata pejabat tersebut.</description><content:encoded>ANKARA - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menegaskan, Ankara dan Moskow sudah menyiapkan kesepakatan gencatan senjata di Suriah. Meski sudah satu suara dengan Rusia, dia menegaskan politik luar negerinya dengan Suriah tidak berubah. Turki bagaimana pun akan tetap menentang Presien Bashar al Assad tetap pada posisinya sekarang.
&quot;Ada dua teks yang sudah disiapkan sebagai solusi di Suriah. Satu berisi resolusi politik, satu lagi soal gencatan senjata. Keduanya bisa diterapkan kapan pun,&amp;rdquo; beber Cavusoglu, seperti dikutip dari Independent, Kamis (29/12/2016).
Cavusgolu melontarkan pernyataan tersebut diduga untuk menunjukkan kepada dunia bahwa perundingan damai di Suriah sudah mengalami kemajuan. Gencatan senjata adalah bagian dari solusi yang bisa ditawarkan untuk menghentikan konflik di negara kaya minyak tersebut.
Akan tetapi, jika bicara solusi damai untuk bidang politik, Turki masih berseberangan dengan Rusia yang selama ini dikenal sebagai pendukung utama Assad. Menlu menegaskan, pihak oposisi Suriah di mana pun tidak akan pernah mendukung dia naik lagi ke tampuk kekuasaan.
Selain Turki, Iran juga sudah dilobi Rusia. Ketiga poros baru ini menyatakan bersedia menjadi penengah untuk mencari solusi bagi krisis Suriah yang melibatkan pemerintah dan kelompok pemberontak, serta teroris. Negeri Beruang Merah sebelumnya mengumumkan, perundingan damai berikutnya akan segera diadakan di Astana, Ibu Kota Kazakhstan.
&amp;ldquo;Seluruh dunia tahu, selama Suriah masih dalam genggaman rezim Assad, tidak akan ada peralihan politik. Kita juga tahu bahwa tidak mungkin para pemberontak ini bersatu dengan kehadiran Assad,&amp;rdquo; terangnya.
Pekan lalu, Menlu Rusia Sergey Lavrov menyatakan, Rusia, Iran dan Turki sepakat bahwa prioritas di Suriah adalah memerangi terorisme. Bukan untuk mendepak pemerintahan Assad.
Reuters mendapat bocoran bahwa ada kesepakatan yang dibuat ketiga negara itu soal Suriah hingga membuat mereka bisa bersatu. Rencananya, Suriah bisa dipisah ke dalam wilayah-wilayah kekuatan regional informal dan Assad akan tetap menjabat sebagai presiden untuk setidaknya beberapa tahun.
Di sisi lain, seorang pejabat tinggi pemerintah Turki mengutarakan, pertemuan-pertemuan mendatang kemungkinan akan membahas soal peranan Assad di tengah resolusi damai konflik di Suriah ini.
&quot;Apakah Assad akan berada di pemerintahan, hal itu akan dibicarakan nanti,&quot; kata pejabat tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
