<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TOP FILES: Cikal Bakal Kalender Hijriah dan Bedanya dengan Masehi</title><description>Berikut sejumlah perbedaan antara kalender masehi dan hijriah yang selama ini jadi acuan umat muslim.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/01/337/1580272/top-files-cikal-bakal-kalender-hijriah-dan-bedanya-dengan-masehi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/01/01/337/1580272/top-files-cikal-bakal-kalender-hijriah-dan-bedanya-dengan-masehi"/><item><title>TOP FILES: Cikal Bakal Kalender Hijriah dan Bedanya dengan Masehi</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/01/337/1580272/top-files-cikal-bakal-kalender-hijriah-dan-bedanya-dengan-masehi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/01/01/337/1580272/top-files-cikal-bakal-kalender-hijriah-dan-bedanya-dengan-masehi</guid><pubDate>Minggu 01 Januari 2017 10:11 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/31/337/1580272/top-files-cikal-bakal-kalender-hijriah-dan-bedanya-dengan-masehi-CFCrGtQVa3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Kalender Islam atau Kalender Hijriah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/31/337/1580272/top-files-cikal-bakal-kalender-hijriah-dan-bedanya-dengan-masehi-CFCrGtQVa3.jpg</image><title>Ilustrasi Kalender Islam atau Kalender Hijriah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>BAGI masyarakat umum, terlebih di negara-negara yang menggunakan Kalender Masehi, hari ini, Minggu 1 Januari 2017 adalah momen tahun baru. Namun berbeda dengan umat Islam yang menggunakan Kalender Hijriah, di mana yang namanya &amp;ldquo;tahun baruan&amp;rdquo; sudah lebih dulu dilakukan beberapa bulan lalu.
Ya, sedikit membahas hikayat tentang Kalender Hijriah, kalender Islam ini punya beberapa perbedaan dari kalender Masehi, baik soal nama-nama bulan, nama-nama hari, hingga soal patokan peredaran. Hijriah menentukan acuan waktu dari peredaran bulan, sedangkan Masehi dengan peredaran matahari.
Kalau di Kalender Masehi ada nama bulan Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember; di Kalender Hijriah ada Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya&amp;rsquo;ban, Ramadhan, Syawal, Dzulkaidah dan Dzulhijjah.
Memang kalau melihat jumlah bulannya, sama ada 12 bulan. Jumlah harinya pun sama, ada tujuh, di mana kalau Masehi ada Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu. Sedangkan di Kalender Hijriah ada Ahad, Itsnayn, Tsalaatsa&amp;rsquo;, Arbaa-a/Ar-Raabi&amp;rsquo;, Khamsah, Jumu&amp;rsquo;ah dan As-Sabt.
Meski begitu, jumlah harinya tergolong sedikit berbeda. Kalau Kalender Masehi biasanya dalam setahun ada 365 hari (366 tiap empat tahun sekali/Tahun Kabisat), sementara dalam Kalender Hijriah biasanya ada 354 hari (355 di Tahun Kabisat).
Kalau di tahun Kabisat pada Kalender Masehi biasanya ada di Bulan Februari (29 Februari), pada Kalender Hijriah tambahan satu hari itu adanya di Bulan Dzulhijjah (30 Dzulhijjah). Tapi kalau memang mau dibandingkan lagi, memang biasanya Kalender Hijriah biasanya lebih pendek 11 hari dibanding Kalender Masehi.
Faktornya karena siklus sinodik bulan tidaklah konstan, melainkan bervariasi. Jumlah hari dalam Kalender Hijriah senantiasa bergantung pada posisi bulan, bumi dan mentari.
Penentuan awal tanggal juga berbeda. Jika di Kalender Masehi ditandai pada tengah malam pada jam 00.00, di Kalender Hijriah justru tentatif &amp;ndash; bergantung pada kapan tepatnya matahari terbenam. Adapun penentuan awal bulan acap ditandai dengan penampakan hilal atau bulan sabit pertama.
Tanggal-tanggal penting di Kalender Hijriah tidak hanya diperuntukkan menentukan masa-masa libur. Melainkan juga menentukan waktu ibadah selain salat lima waktu yang wajib dilakukan muslim setiap harinya.
Kita mungkin selama ini hanya hafal dan familiar dengan tanggal 1 Syawal, tho? Tanggal di mana tidak hanya muslim yang taat, yang &amp;ldquo;Islam KTP&amp;rdquo; pun paling menantikannya demi merasakan yang namanya Hari Raya Lebaran, kan? Padahal masih ada hari-hari lain yang mestinya dihafal umat Islam secara keseluruhan.
Seperti tanggal 1 Muharram yang jadi momen tahun baruannya umat Islam, 10 Muharram yang jadi Hari Asyura, 12 Rabiul Awal Maulid Nabi Muhammad SAW, 27 Rajab Isra&amp;rsquo; Mi&amp;rsquo;raj, 1 Ramadhan hari pertama berpuasa, 17 Ramadhan malam Nuzulul Quran, 8 Dzulhijjah Hari Tarwiyah (muslim berhaji), 9 Dzulhijjah wukuf di Padang Arafah, 10 Dzulhijjah Hari Raya Idul Adha, serta 11-12-13 Dzulhijjah Hari Tasyriq.
Setelah mengenal sedikit banyak informasi di atas soal hari, tanggal dan bulan serta perbedaannya antara Kalender Hijriah dengan Masehi, tentu tak lengkap rasanya jika tak juga menyinggung sejarahnya.
Disebutkan dalam berbagai sumber, Kalender Hijriah pertama kali digunakan pada saat peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Momen itu ditetapkan sebagai Tahun 1 Hijriah yang jika disetarakan dengan Kalender Masehi, jatuhnya pada tahun 622 M.
Kendati begitu, penetapan &amp;ldquo;resminya&amp;rdquo; baru dilakukan pasca-Rasulullah wafat. Tepatnya pada masa Khalifah Umar bin Khattab (634-644), dengan mendasarkan firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 36:
&amp;ldquo;Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.&quot;
Awalnya, penentuan tanggal pertama dan tahun pertama Kalender Hijriah diusulkan para sahabat Rasulullah SAW lainnya, didasari milad sang Rasul. Ada pula saran dengan mendasarkan saat pertama kali Nabi Muhammad iangkat sebagai Rasul.
Tapi kemudian usul Ali bin Abi Thalib-lah yang diterima para sahabat, termasuk Khalifah Umar, di mana penentuannya adalah saat Rasulullah hijrah dari Makkah ke Madinah. Baru di sini menjadi jelas tentang Kalender Hijriah, di mana tidak hanya soal tahun apa, tapi juga tahun berapa (1 Hijriah).
Adapun kemudian awal tahun Kalender Islam ini adalah tanggal 1 Muharram Tahun 1 Hijriah yang kalau disetarakan dengan Masehi, jatuh pada tanggal 16 Juli 622 M. Dokumen tertua tentang penanggalan Hijriah, saat ini tinggal menyisakan satu yang tersimpan di Mesir dan tertulis dari daun papirus, di mana tercantum Kalender 22 Hijriah.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxMi8xMS8xNS8yMi8zNjkwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</description><content:encoded>BAGI masyarakat umum, terlebih di negara-negara yang menggunakan Kalender Masehi, hari ini, Minggu 1 Januari 2017 adalah momen tahun baru. Namun berbeda dengan umat Islam yang menggunakan Kalender Hijriah, di mana yang namanya &amp;ldquo;tahun baruan&amp;rdquo; sudah lebih dulu dilakukan beberapa bulan lalu.
Ya, sedikit membahas hikayat tentang Kalender Hijriah, kalender Islam ini punya beberapa perbedaan dari kalender Masehi, baik soal nama-nama bulan, nama-nama hari, hingga soal patokan peredaran. Hijriah menentukan acuan waktu dari peredaran bulan, sedangkan Masehi dengan peredaran matahari.
Kalau di Kalender Masehi ada nama bulan Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember; di Kalender Hijriah ada Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya&amp;rsquo;ban, Ramadhan, Syawal, Dzulkaidah dan Dzulhijjah.
Memang kalau melihat jumlah bulannya, sama ada 12 bulan. Jumlah harinya pun sama, ada tujuh, di mana kalau Masehi ada Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu. Sedangkan di Kalender Hijriah ada Ahad, Itsnayn, Tsalaatsa&amp;rsquo;, Arbaa-a/Ar-Raabi&amp;rsquo;, Khamsah, Jumu&amp;rsquo;ah dan As-Sabt.
Meski begitu, jumlah harinya tergolong sedikit berbeda. Kalau Kalender Masehi biasanya dalam setahun ada 365 hari (366 tiap empat tahun sekali/Tahun Kabisat), sementara dalam Kalender Hijriah biasanya ada 354 hari (355 di Tahun Kabisat).
Kalau di tahun Kabisat pada Kalender Masehi biasanya ada di Bulan Februari (29 Februari), pada Kalender Hijriah tambahan satu hari itu adanya di Bulan Dzulhijjah (30 Dzulhijjah). Tapi kalau memang mau dibandingkan lagi, memang biasanya Kalender Hijriah biasanya lebih pendek 11 hari dibanding Kalender Masehi.
Faktornya karena siklus sinodik bulan tidaklah konstan, melainkan bervariasi. Jumlah hari dalam Kalender Hijriah senantiasa bergantung pada posisi bulan, bumi dan mentari.
Penentuan awal tanggal juga berbeda. Jika di Kalender Masehi ditandai pada tengah malam pada jam 00.00, di Kalender Hijriah justru tentatif &amp;ndash; bergantung pada kapan tepatnya matahari terbenam. Adapun penentuan awal bulan acap ditandai dengan penampakan hilal atau bulan sabit pertama.
Tanggal-tanggal penting di Kalender Hijriah tidak hanya diperuntukkan menentukan masa-masa libur. Melainkan juga menentukan waktu ibadah selain salat lima waktu yang wajib dilakukan muslim setiap harinya.
Kita mungkin selama ini hanya hafal dan familiar dengan tanggal 1 Syawal, tho? Tanggal di mana tidak hanya muslim yang taat, yang &amp;ldquo;Islam KTP&amp;rdquo; pun paling menantikannya demi merasakan yang namanya Hari Raya Lebaran, kan? Padahal masih ada hari-hari lain yang mestinya dihafal umat Islam secara keseluruhan.
Seperti tanggal 1 Muharram yang jadi momen tahun baruannya umat Islam, 10 Muharram yang jadi Hari Asyura, 12 Rabiul Awal Maulid Nabi Muhammad SAW, 27 Rajab Isra&amp;rsquo; Mi&amp;rsquo;raj, 1 Ramadhan hari pertama berpuasa, 17 Ramadhan malam Nuzulul Quran, 8 Dzulhijjah Hari Tarwiyah (muslim berhaji), 9 Dzulhijjah wukuf di Padang Arafah, 10 Dzulhijjah Hari Raya Idul Adha, serta 11-12-13 Dzulhijjah Hari Tasyriq.
Setelah mengenal sedikit banyak informasi di atas soal hari, tanggal dan bulan serta perbedaannya antara Kalender Hijriah dengan Masehi, tentu tak lengkap rasanya jika tak juga menyinggung sejarahnya.
Disebutkan dalam berbagai sumber, Kalender Hijriah pertama kali digunakan pada saat peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Momen itu ditetapkan sebagai Tahun 1 Hijriah yang jika disetarakan dengan Kalender Masehi, jatuhnya pada tahun 622 M.
Kendati begitu, penetapan &amp;ldquo;resminya&amp;rdquo; baru dilakukan pasca-Rasulullah wafat. Tepatnya pada masa Khalifah Umar bin Khattab (634-644), dengan mendasarkan firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 36:
&amp;ldquo;Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.&quot;
Awalnya, penentuan tanggal pertama dan tahun pertama Kalender Hijriah diusulkan para sahabat Rasulullah SAW lainnya, didasari milad sang Rasul. Ada pula saran dengan mendasarkan saat pertama kali Nabi Muhammad iangkat sebagai Rasul.
Tapi kemudian usul Ali bin Abi Thalib-lah yang diterima para sahabat, termasuk Khalifah Umar, di mana penentuannya adalah saat Rasulullah hijrah dari Makkah ke Madinah. Baru di sini menjadi jelas tentang Kalender Hijriah, di mana tidak hanya soal tahun apa, tapi juga tahun berapa (1 Hijriah).
Adapun kemudian awal tahun Kalender Islam ini adalah tanggal 1 Muharram Tahun 1 Hijriah yang kalau disetarakan dengan Masehi, jatuh pada tanggal 16 Juli 622 M. Dokumen tertua tentang penanggalan Hijriah, saat ini tinggal menyisakan satu yang tersimpan di Mesir dan tertulis dari daun papirus, di mana tercantum Kalender 22 Hijriah.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxMi8xMS8xNS8yMi8zNjkwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
