<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TOP FILES: Hikayat Pohon Tempat Rasulullah Berteduh yang Tetap Hidup Selama 14 Abad</title><description>Cabang-cabang pohon tersebut merunduk melindungi Muhammad (SAW) dari teriknya matahari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/09/337/1585393/top-files-hikayat-pohon-tempat-rasulullah-berteduh-yang-tetap-hidup-selama-14-abad</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/01/09/337/1585393/top-files-hikayat-pohon-tempat-rasulullah-berteduh-yang-tetap-hidup-selama-14-abad"/><item><title>TOP FILES: Hikayat Pohon Tempat Rasulullah Berteduh yang Tetap Hidup Selama 14 Abad</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/09/337/1585393/top-files-hikayat-pohon-tempat-rasulullah-berteduh-yang-tetap-hidup-selama-14-abad</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/01/09/337/1585393/top-files-hikayat-pohon-tempat-rasulullah-berteduh-yang-tetap-hidup-selama-14-abad</guid><pubDate>Senin 09 Januari 2017 07:19 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/01/06/337/1585393/top-files-hikayat-pohon-tempat-rasulullah-yang-tetap-hidup-selama-14-abad-gtx1eSDjSF.png" expression="full" type="image/jpeg">Pohon tempat berteduhnya Rasulullah SAW yang masih hidup selama 1.400 tahun (Foto: Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/01/06/337/1585393/top-files-hikayat-pohon-tempat-rasulullah-yang-tetap-hidup-selama-14-abad-gtx1eSDjSF.png</image><title>Pohon tempat berteduhnya Rasulullah SAW yang masih hidup selama 1.400 tahun (Foto: Youtube)</title></images><description>DI sebuah wilayah di utara Yordania yang terbentang padang pasir, ada satu pohon &amp;ldquo;ajaib&amp;rdquo; yang berdiri tegak dan dikelilingi pagar berbendera Yordania. Pohon itu rutin diawasi aparat Kerajaan Yordania setiap waktu.
Belum ada detail soal pohon jenis apa itu. Pasalnya, pohon itu bisa tetap hidup di tengah-tengah gurun yang tandus sendirian dan katanya, usianya sudah 14 abad!
Keberadaan pohon itu pun sebelumnya diteliti selama beberapa waktu oleh keluarga kerajaan, hingga akhirnya ditemui kenyataan bahwa itu adalah &amp;ldquo;Pohon Sahabi&amp;rdquo;. Pohon yang diberkati jika ingin diartikan.
Pohon di mana berabad-abad silam, jadi peneduh buat Nabi Muhammad SAW saat masih kecil di suatu ketika. Pohon itu juga jadi saksi hidup pertemuan sang calon rasul akhir zaman itu dengan seorang pendeta Nasrani bernama Bahira.
Kisahnya berawal dari saat Muhammad kecil ikut berdagang ke Negeri Syam (kini wilayahnya meliputi Palestina, Suriah, Lebanon dan Yordania) bersama pamannya, Abu Thalib.
Rombongan pedagang dari Jazirah Arab, termasuk Abu Thalib pun bertemu dengan Bahira dan diundang &amp;ldquo;mengaso&amp;rdquo; di kediamannya. Bahira acap mengundang rombongan kafilah ke kediamannya, demi menunaikan ramalannya bahwa dia akan bertemu Nabi akhir zaman.
Sayangnya, dari rombongan Abu Thalib yang diundang masuk, tak satu pun ada tanda-tanda ramalan itu di tiap-tiap wajah para musafir. Akan tetapi, Bahira kemudian menyadari bahwa masih ada satu anggota rombongan yang tidak ikut masuk.
Dialah Muhammad kecil yang saat itu kira-kira masih berusia 9-12 tahun, terduduk berteduh di bawah sebuah pohon. Muhammad kecil saat itu memang diminta berada di luar untuk menjaga unta-unta rombongan.
Saat Bahira melihatnya, dia terkesima karena cabang-cabang pohon tersebut merunduk melindungi Muhammad (SAW) dari teriknya matahari. Saat Bahira memanggil Muhammad untuk ikut masih, disebutkan segumpal awan tetap melindunginya dari terik matahari.
Di situlah Bahira meyakini bahwa Muhammad kecil itu kelak akan menjadi Rasul Allah SWT yang terakhir. Bahira mengenali setiap gerak-gerik Muhammad yang ternyata, sama dengan apa yang ada dalam sebuah kitab.
Saat bertanya jawab dengan Muhammad, Bahira juga terkesima karena semua jawabannya, sama dengan tanda-tanda seorang Nabi akhir zaman. Setelah itu, Bahira pun bertanya pada sang paman, Abu Thalib:
Bahira: &amp;ldquo;Apa hubungan Anda dengan anak ini?,&amp;rdquo;
Abu Thalib: &amp;ldquo;Dia putra saya&amp;rdquo;
Bahira: &amp;ldquo;Tidak, dia bukan anak Anda karena ayah anak ini tak seharusnya masih hidup,&amp;rdquo;
Abu Thalib: &quot;Ya, Anda benar. Dia keponakan saya, bukan putra biologis saya&amp;rdquo;
Bahira: &amp;ldquo;Lantas, apa yang terjadi dengan ayahnya&amp;rdquo;?
Abu Thalib: &amp;ldquo;Ayahnya telah meninggal saat anak ini masih di kandungan ibunya&amp;rdquo;
Bahira: &amp;ldquo;Ya, Anda telah mengatakan hal yang sebenarnya. Cepatlah bawa dia pulang. Lindungi dia dari orang-orang Yahudi yang iri. Demi Tuhan, jika orang-orang Yahudi melihat apa yang saya lihat, mereka akan berusaha menyakitinya karena keponakan Anda memperoleh reputasi dan kejayaan yang hebat di masa depan. Jangan tinggal di sini terlalu lama. Pastikan bawa dia pulang sesegera mungkin,&amp;rdquo;.
Segera setelah Abu Thalib menjual barang-barang dagangannya di Syam, sang paman membawa Muhammad kecil pulang ke Makkah. Benar, kelak sang keponakan menjadi nabi dan sekaligus rasul akhir zaman.
Saat ini, pohon tersebut masih tumbuh subur sendirian, tanpa ditemani tanaman-tanaman apapun lainnya dalam radius ratusan kilometer.
Disebutkan, pohon ini sengaja dijaga Allah SWT, sebagai pengingat dan bukti kenabian Muhammad SAW. Pohon ini juga disebutkan jadi &amp;ldquo;sahabat&amp;rdquo; terakhir Rasulullah SAW yang masih hidup dengan berusia 1.400 tahun. Subhanallah!
</description><content:encoded>DI sebuah wilayah di utara Yordania yang terbentang padang pasir, ada satu pohon &amp;ldquo;ajaib&amp;rdquo; yang berdiri tegak dan dikelilingi pagar berbendera Yordania. Pohon itu rutin diawasi aparat Kerajaan Yordania setiap waktu.
Belum ada detail soal pohon jenis apa itu. Pasalnya, pohon itu bisa tetap hidup di tengah-tengah gurun yang tandus sendirian dan katanya, usianya sudah 14 abad!
Keberadaan pohon itu pun sebelumnya diteliti selama beberapa waktu oleh keluarga kerajaan, hingga akhirnya ditemui kenyataan bahwa itu adalah &amp;ldquo;Pohon Sahabi&amp;rdquo;. Pohon yang diberkati jika ingin diartikan.
Pohon di mana berabad-abad silam, jadi peneduh buat Nabi Muhammad SAW saat masih kecil di suatu ketika. Pohon itu juga jadi saksi hidup pertemuan sang calon rasul akhir zaman itu dengan seorang pendeta Nasrani bernama Bahira.
Kisahnya berawal dari saat Muhammad kecil ikut berdagang ke Negeri Syam (kini wilayahnya meliputi Palestina, Suriah, Lebanon dan Yordania) bersama pamannya, Abu Thalib.
Rombongan pedagang dari Jazirah Arab, termasuk Abu Thalib pun bertemu dengan Bahira dan diundang &amp;ldquo;mengaso&amp;rdquo; di kediamannya. Bahira acap mengundang rombongan kafilah ke kediamannya, demi menunaikan ramalannya bahwa dia akan bertemu Nabi akhir zaman.
Sayangnya, dari rombongan Abu Thalib yang diundang masuk, tak satu pun ada tanda-tanda ramalan itu di tiap-tiap wajah para musafir. Akan tetapi, Bahira kemudian menyadari bahwa masih ada satu anggota rombongan yang tidak ikut masuk.
Dialah Muhammad kecil yang saat itu kira-kira masih berusia 9-12 tahun, terduduk berteduh di bawah sebuah pohon. Muhammad kecil saat itu memang diminta berada di luar untuk menjaga unta-unta rombongan.
Saat Bahira melihatnya, dia terkesima karena cabang-cabang pohon tersebut merunduk melindungi Muhammad (SAW) dari teriknya matahari. Saat Bahira memanggil Muhammad untuk ikut masih, disebutkan segumpal awan tetap melindunginya dari terik matahari.
Di situlah Bahira meyakini bahwa Muhammad kecil itu kelak akan menjadi Rasul Allah SWT yang terakhir. Bahira mengenali setiap gerak-gerik Muhammad yang ternyata, sama dengan apa yang ada dalam sebuah kitab.
Saat bertanya jawab dengan Muhammad, Bahira juga terkesima karena semua jawabannya, sama dengan tanda-tanda seorang Nabi akhir zaman. Setelah itu, Bahira pun bertanya pada sang paman, Abu Thalib:
Bahira: &amp;ldquo;Apa hubungan Anda dengan anak ini?,&amp;rdquo;
Abu Thalib: &amp;ldquo;Dia putra saya&amp;rdquo;
Bahira: &amp;ldquo;Tidak, dia bukan anak Anda karena ayah anak ini tak seharusnya masih hidup,&amp;rdquo;
Abu Thalib: &quot;Ya, Anda benar. Dia keponakan saya, bukan putra biologis saya&amp;rdquo;
Bahira: &amp;ldquo;Lantas, apa yang terjadi dengan ayahnya&amp;rdquo;?
Abu Thalib: &amp;ldquo;Ayahnya telah meninggal saat anak ini masih di kandungan ibunya&amp;rdquo;
Bahira: &amp;ldquo;Ya, Anda telah mengatakan hal yang sebenarnya. Cepatlah bawa dia pulang. Lindungi dia dari orang-orang Yahudi yang iri. Demi Tuhan, jika orang-orang Yahudi melihat apa yang saya lihat, mereka akan berusaha menyakitinya karena keponakan Anda memperoleh reputasi dan kejayaan yang hebat di masa depan. Jangan tinggal di sini terlalu lama. Pastikan bawa dia pulang sesegera mungkin,&amp;rdquo;.
Segera setelah Abu Thalib menjual barang-barang dagangannya di Syam, sang paman membawa Muhammad kecil pulang ke Makkah. Benar, kelak sang keponakan menjadi nabi dan sekaligus rasul akhir zaman.
Saat ini, pohon tersebut masih tumbuh subur sendirian, tanpa ditemani tanaman-tanaman apapun lainnya dalam radius ratusan kilometer.
Disebutkan, pohon ini sengaja dijaga Allah SWT, sebagai pengingat dan bukti kenabian Muhammad SAW. Pohon ini juga disebutkan jadi &amp;ldquo;sahabat&amp;rdquo; terakhir Rasulullah SAW yang masih hidup dengan berusia 1.400 tahun. Subhanallah!
</content:encoded></item></channel></rss>
