<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Saudara Kembar Amirulloh soal Kekerasan di STIP</title><description>Cerita saudara kembar Amirulloh soal kekerasan di STIP.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/12/338/1589668/cerita-saudara-kembar-amirulloh-soal-kekerasan-di-stip</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/01/12/338/1589668/cerita-saudara-kembar-amirulloh-soal-kekerasan-di-stip"/><item><title>Cerita Saudara Kembar Amirulloh soal Kekerasan di STIP</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/12/338/1589668/cerita-saudara-kembar-amirulloh-soal-kekerasan-di-stip</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/01/12/338/1589668/cerita-saudara-kembar-amirulloh-soal-kekerasan-di-stip</guid><pubDate>Kamis 12 Januari 2017 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/01/12/338/1589668/cerita-saudara-kembar-amirulloh-soal-kekerasan-di-stip-sBLqtEZea2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saudara kembar Amirulloh. (Foto: Taufik Fajar/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/01/12/338/1589668/cerita-saudara-kembar-amirulloh-soal-kekerasan-di-stip-sBLqtEZea2.jpg</image><title>Saudara kembar Amirulloh. (Foto: Taufik Fajar/Okezone)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Amarulloh (18), saudara kembar dari Amirulloh Adityas Putra (18) taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) yang tewas akibat pengeroyokan seniornya sudah mengetahui saudaranya mengalami kekerasan sejak dua minggu lalu.  &quot;Dua minggu lalu saya ketemu, saya tanya ada kekerasan tidak di kampus. Amir bilang tidak ada. Saya buka paksa kausnya, di perut dan dadanya ada lebam,&quot; ujar Amar di rumah duka di Jalan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (12/1/2017).  Amar menanyakan perihal luka lebam tersebut lantaran Amir tak pernah bercerita apa&amp;nbsp;pun. Setelah dipaksa barulah Amir mau membuka cerita kekerasan yang dialaminya.
&quot;Katanya yang mukul orang Padang, namanya Iswanto yang sering melakukan yang sekarang menjadi salah satu pelaku. Amir bilang ini biasa, namanya juga&amp;nbsp;drum band,&quot; tuturnya.  Menurut Amar, terakhir kali bertemu Amir pada Minggu&amp;nbsp;8 Januari 2017 saat ia mengantarkan sang adik kembali ke asrama usai waktu pesiarnya habis. &quot;Hari Minggu kemarin saya terakhir bertemu dengan adik saya,&quot; tutupnya. (Qlh)
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Amarulloh (18), saudara kembar dari Amirulloh Adityas Putra (18) taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) yang tewas akibat pengeroyokan seniornya sudah mengetahui saudaranya mengalami kekerasan sejak dua minggu lalu.  &quot;Dua minggu lalu saya ketemu, saya tanya ada kekerasan tidak di kampus. Amir bilang tidak ada. Saya buka paksa kausnya, di perut dan dadanya ada lebam,&quot; ujar Amar di rumah duka di Jalan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (12/1/2017).  Amar menanyakan perihal luka lebam tersebut lantaran Amir tak pernah bercerita apa&amp;nbsp;pun. Setelah dipaksa barulah Amir mau membuka cerita kekerasan yang dialaminya.
&quot;Katanya yang mukul orang Padang, namanya Iswanto yang sering melakukan yang sekarang menjadi salah satu pelaku. Amir bilang ini biasa, namanya juga&amp;nbsp;drum band,&quot; tuturnya.  Menurut Amar, terakhir kali bertemu Amir pada Minggu&amp;nbsp;8 Januari 2017 saat ia mengantarkan sang adik kembali ke asrama usai waktu pesiarnya habis. &quot;Hari Minggu kemarin saya terakhir bertemu dengan adik saya,&quot; tutupnya. (Qlh)
</content:encoded></item></channel></rss>
