<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kelelawar Vampir di Brasil Mulai Incar Darah Manusia </title><description>Kelelawar vampir yang biasanya menghisap darah burung sebagai makanannya kini dilaporkan telah mengincar manusia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/13/18/1591024/kelelawar-vampir-di-brasil-mulai-incar-darah-manusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/01/13/18/1591024/kelelawar-vampir-di-brasil-mulai-incar-darah-manusia"/><item><title>Kelelawar Vampir di Brasil Mulai Incar Darah Manusia </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/13/18/1591024/kelelawar-vampir-di-brasil-mulai-incar-darah-manusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/01/13/18/1591024/kelelawar-vampir-di-brasil-mulai-incar-darah-manusia</guid><pubDate>Jum'at 13 Januari 2017 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/01/13/18/1591024/kelelawar-vampir-di-brasil-mulai-incar-darah-manusia-s4BuEs2fNp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kelelawar vampir di Brasil dilaporkan mulai mengincar darah manusia sebagai makanannya. (Foto: Reuters) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/01/13/18/1591024/kelelawar-vampir-di-brasil-mulai-incar-darah-manusia-s4BuEs2fNp.jpg</image><title>Kelelawar vampir di Brasil dilaporkan mulai mengincar darah manusia sebagai makanannya. (Foto: Reuters) </title></images><description>PERNAMBUCO &amp;ndash; Kelelawar vampir yang biasanya menghisap darah burung dan hewan kini mulai mengincar darah manusia. Kebiasaan makan yang sebelumnya tidak pernah terjadi itu ditemukan tim peneliti di Brasil.
Hal ini terungkap setelah tim dari Universitas Pernambuco, Brasil, melakukan penelitian terhadap kotoran vampir. Dari 15 sampel kotoran yang diteliti ditemukan 20 persen di antaranya mengandung jejak DNA manusia.
&amp;ldquo;Kami cukup terkejut. Spesies ini beradaptasi untuk makan dari darah mamalia,&amp;rdquo; kata Kepala tim Peneliti, Enrico Bernard sebagaimana dilansir dari Metro, Jumat (13/1/2017).
Umumnya, kelelawar vampir menjadikan burung-burung besar sebagai sasarannya karena mereka mampu memproses lemak yang menjadi komponen utama darah mangsanya. Vampir kurang menyukai darah mamalia karena memiliki kadar protein yang tinggi.
Perkembangan ini dikhawatirkan dapat memicu wabah rabies mengingat kelelawar merupakan salah satu perantara utama penyebaran penyakit berbahaya itu. Demikian dilaporkan New Scientist.
Tim peneliti masih menyelidiki bagaimana kelelawar vampir bisa makan dari darah manusia.
</description><content:encoded>PERNAMBUCO &amp;ndash; Kelelawar vampir yang biasanya menghisap darah burung dan hewan kini mulai mengincar darah manusia. Kebiasaan makan yang sebelumnya tidak pernah terjadi itu ditemukan tim peneliti di Brasil.
Hal ini terungkap setelah tim dari Universitas Pernambuco, Brasil, melakukan penelitian terhadap kotoran vampir. Dari 15 sampel kotoran yang diteliti ditemukan 20 persen di antaranya mengandung jejak DNA manusia.
&amp;ldquo;Kami cukup terkejut. Spesies ini beradaptasi untuk makan dari darah mamalia,&amp;rdquo; kata Kepala tim Peneliti, Enrico Bernard sebagaimana dilansir dari Metro, Jumat (13/1/2017).
Umumnya, kelelawar vampir menjadikan burung-burung besar sebagai sasarannya karena mereka mampu memproses lemak yang menjadi komponen utama darah mangsanya. Vampir kurang menyukai darah mamalia karena memiliki kadar protein yang tinggi.
Perkembangan ini dikhawatirkan dapat memicu wabah rabies mengingat kelelawar merupakan salah satu perantara utama penyebaran penyakit berbahaya itu. Demikian dilaporkan New Scientist.
Tim peneliti masih menyelidiki bagaimana kelelawar vampir bisa makan dari darah manusia.
</content:encoded></item></channel></rss>
