<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Butuh 100 Tahun untuk Kembalikan Buku Ini ke Perpustakaan</title><description>Phoebe meminjam sebuah buku. Namun cicitnya baru bisa mengembalikan buku itu seratus tahun kemudian. Apa ceritanya?</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/21/18/1597261/butuh-100-tahun-untuk-kembalikan-buku-ini-ke-perpustakaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/01/21/18/1597261/butuh-100-tahun-untuk-kembalikan-buku-ini-ke-perpustakaan"/><item><title>Butuh 100 Tahun untuk Kembalikan Buku Ini ke Perpustakaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/21/18/1597261/butuh-100-tahun-untuk-kembalikan-buku-ini-ke-perpustakaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/01/21/18/1597261/butuh-100-tahun-untuk-kembalikan-buku-ini-ke-perpustakaan</guid><pubDate>Sabtu 21 Januari 2017 09:17 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/01/21/18/1597261/butuh-100-tahun-untuk-kembalikan-buku-ini-ke-perpustakaan-haLgPZCZaa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Buku Forty Minutes Late baru dikembalikan ke perpustakaan setelah 100 tahun. (Foto: SF Gate)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/01/21/18/1597261/butuh-100-tahun-untuk-kembalikan-buku-ini-ke-perpustakaan-haLgPZCZaa.jpg</image><title>Buku Forty Minutes Late baru dikembalikan ke perpustakaan setelah 100 tahun. (Foto: SF Gate)</title></images><description>SAN FRANSISCO - Tidak semua orang mampu membaca cepat dan mengembalikan buku yang dipinjam dari perpustakaan tepat waktu. Kisah ini menjadi buktinya.

ABC 7, seperti disitat Huffington Post, Sabtu (21/1/2017), melaporkan, 100 tahun lalu, Phoebe Marsh Dickenson Webb meminjam buku kumpulan cerita pendek berjudul &quot;Forty Minutes Late&quot; dari Perpustakaan Umum San Francisco. Namun Phoebe yang sudah berusia 83 tahun saat meminjam buku tersebut, meninggal dunia sebelum sempat mengembalikannya ke perpustakaan.

&quot;Sulit rasanya kembali sebagai hantu dan mengembalikan buku perpustakaan pinjaman Anda,&quot; ujar sang cicit, Judy Wells.

Sebenarnya, buku tersebut ditemukan terlebih dahulu oleh cicit Phoebe lainnya, Webb Johnson, pada 1996. Ketika itu, buku tersebut tersimpan di peti tua. Webb menyimpan buku itu dan bahkan membacanya selama beberapa waktu.

&amp;nbsp;
Webb Johnson (kanan) dan sepupunya Judy Wells mengembalikan buku Forty Minutes Late yang dipinjam nenek buyut mereka 100 tahun lalu. (Foto: SF Gate)

Kepala Perpustakaan, Luis Herrera, tidak mempermasalahkan tindakan keluarga Phoebe yang menyimpan buku berharga itu hingga 100 tahun lamanya. Ia hanya bahagia buku tersebut bisa kembali.

Saat ini, denda untuk setiap keterlambatan pengembalian buku adalah 10 sen per hari. Artinya, keluarga Phoebe seharusnya membayar denda sekira USD3.650 (sekira Rp49 juta) ke perpustakaan. Namun, program  pengampunan yang digencarkan perpustakaan membuat mereka pun bebas dari denda tersebut.

Sekarang, 100 tahun kemudian, amat mungkin buku Forty Minutes Late kembali dipajang dan dipinjamkan. Webb pun merekomendasikan buku tersebut untuk dibaca.

&quot;Saya amat menikmati membacanya. Itu salah satu alasan saya menyimpan buku ini sekian lama,&quot; ujar Webb.</description><content:encoded>SAN FRANSISCO - Tidak semua orang mampu membaca cepat dan mengembalikan buku yang dipinjam dari perpustakaan tepat waktu. Kisah ini menjadi buktinya.

ABC 7, seperti disitat Huffington Post, Sabtu (21/1/2017), melaporkan, 100 tahun lalu, Phoebe Marsh Dickenson Webb meminjam buku kumpulan cerita pendek berjudul &quot;Forty Minutes Late&quot; dari Perpustakaan Umum San Francisco. Namun Phoebe yang sudah berusia 83 tahun saat meminjam buku tersebut, meninggal dunia sebelum sempat mengembalikannya ke perpustakaan.

&quot;Sulit rasanya kembali sebagai hantu dan mengembalikan buku perpustakaan pinjaman Anda,&quot; ujar sang cicit, Judy Wells.

Sebenarnya, buku tersebut ditemukan terlebih dahulu oleh cicit Phoebe lainnya, Webb Johnson, pada 1996. Ketika itu, buku tersebut tersimpan di peti tua. Webb menyimpan buku itu dan bahkan membacanya selama beberapa waktu.

&amp;nbsp;
Webb Johnson (kanan) dan sepupunya Judy Wells mengembalikan buku Forty Minutes Late yang dipinjam nenek buyut mereka 100 tahun lalu. (Foto: SF Gate)

Kepala Perpustakaan, Luis Herrera, tidak mempermasalahkan tindakan keluarga Phoebe yang menyimpan buku berharga itu hingga 100 tahun lamanya. Ia hanya bahagia buku tersebut bisa kembali.

Saat ini, denda untuk setiap keterlambatan pengembalian buku adalah 10 sen per hari. Artinya, keluarga Phoebe seharusnya membayar denda sekira USD3.650 (sekira Rp49 juta) ke perpustakaan. Namun, program  pengampunan yang digencarkan perpustakaan membuat mereka pun bebas dari denda tersebut.

Sekarang, 100 tahun kemudian, amat mungkin buku Forty Minutes Late kembali dipajang dan dipinjamkan. Webb pun merekomendasikan buku tersebut untuk dibaca.

&quot;Saya amat menikmati membacanya. Itu salah satu alasan saya menyimpan buku ini sekian lama,&quot; ujar Webb.</content:encoded></item></channel></rss>
