<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HISTORIPEDIA: Korut Sita Kapal Intelijen AS USS Pueblo</title><description>Sepekan sebelum pasukan komunis Vietnam Selatan meluncurkan Serangan  Tet, kapal AS USS Pueblo ditangkap oleh  angkatan laut Korea Utara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/23/18/1598224/historipedia-korut-sita-kapal-intelijen-as-uss-pueblo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/01/23/18/1598224/historipedia-korut-sita-kapal-intelijen-as-uss-pueblo"/><item><title>HISTORIPEDIA: Korut Sita Kapal Intelijen AS USS Pueblo</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/23/18/1598224/historipedia-korut-sita-kapal-intelijen-as-uss-pueblo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/01/23/18/1598224/historipedia-korut-sita-kapal-intelijen-as-uss-pueblo</guid><pubDate>Senin 23 Januari 2017 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/01/23/18/1598224/historipedia-korut-sita-kapal-intelijen-as-uss-pueblo-G29900udmF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Berita penangkapan kapal AS oleh Korut. (Foto: dok. Poynter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/01/23/18/1598224/historipedia-korut-sita-kapal-intelijen-as-uss-pueblo-G29900udmF.jpg</image><title>Berita penangkapan kapal AS oleh Korut. (Foto: dok. Poynter)</title></images><description>SALAH satu catatan hitam dalam sejarah Amerika Serikat dan Korea Utara terjadi pada 23 Januari 1968. Saat itu, Negeri Paman Sam berada di bawah pemerintahan Presiden Lyndon B Johnson.
Sepekan sebelum pasukan komunis Vietnam Selatan meluncurkan Serangan Tet, kapal pengumpul data intelijen AS USS Pueblo ditangkap oleh angkatan laut Korea Utara. Pemerintah Negeri Juche meyakini kapal tersebut sudah melewati batas kedaulatan wilayah dan bermaksud memata-matai.Demikian seperti dilansir dari History, Senin (23/1/2017).
Penyitaan kapal USS Pueblo berujung pada negosiasi panjang. Presiden Johnson dipaksa melakukan negosiasi hampir setahun lamanya demi membebaskan 83 awak kapalnya. Meski begitu, insiden ini sudah merusak kredibilitas dan kemantapan kebijakan luar negeri Johnson di mata publiknya.

Walaupun pemerintahan Johnson mati-matian membantah bahwa kapal tersebut dipakai untuk memata-matai Korut secara khusus. AS menjelaskan bahwa kapalnya hanya menjalankan tugas seperti biasa, mengumpulkan data intelijen rutin di perairan Jepang.
Sebagai balasannya, AS percaya bahwa penangkapan USS Pueblo adalah akal-akalan negara komunis. Sebab penyitaannya terjadi tepat sepekan sebelum serangan terbesar dari Perang Vietnam-AS.
Johnson mau tak mau menyelesaikan persoalan ini dengan jalur diplomatik. Pada Desember 1968, komandan kapal USS Pueblo, Kapten Lloyd Bucher diminta menandatangani pengakuan bersalah. Tuntutan yang ditolaknya mentah-mentah.
Taktik propaganda ini dimenangkan Korut. Pyongyang dengan senang hati memulangkan seluruh awak kapal USS Pueblo ke pelukan AS, termasuk seorang awak kapal yang meninggal.</description><content:encoded>SALAH satu catatan hitam dalam sejarah Amerika Serikat dan Korea Utara terjadi pada 23 Januari 1968. Saat itu, Negeri Paman Sam berada di bawah pemerintahan Presiden Lyndon B Johnson.
Sepekan sebelum pasukan komunis Vietnam Selatan meluncurkan Serangan Tet, kapal pengumpul data intelijen AS USS Pueblo ditangkap oleh angkatan laut Korea Utara. Pemerintah Negeri Juche meyakini kapal tersebut sudah melewati batas kedaulatan wilayah dan bermaksud memata-matai.Demikian seperti dilansir dari History, Senin (23/1/2017).
Penyitaan kapal USS Pueblo berujung pada negosiasi panjang. Presiden Johnson dipaksa melakukan negosiasi hampir setahun lamanya demi membebaskan 83 awak kapalnya. Meski begitu, insiden ini sudah merusak kredibilitas dan kemantapan kebijakan luar negeri Johnson di mata publiknya.

Walaupun pemerintahan Johnson mati-matian membantah bahwa kapal tersebut dipakai untuk memata-matai Korut secara khusus. AS menjelaskan bahwa kapalnya hanya menjalankan tugas seperti biasa, mengumpulkan data intelijen rutin di perairan Jepang.
Sebagai balasannya, AS percaya bahwa penangkapan USS Pueblo adalah akal-akalan negara komunis. Sebab penyitaannya terjadi tepat sepekan sebelum serangan terbesar dari Perang Vietnam-AS.
Johnson mau tak mau menyelesaikan persoalan ini dengan jalur diplomatik. Pada Desember 1968, komandan kapal USS Pueblo, Kapten Lloyd Bucher diminta menandatangani pengakuan bersalah. Tuntutan yang ditolaknya mentah-mentah.
Taktik propaganda ini dimenangkan Korut. Pyongyang dengan senang hati memulangkan seluruh awak kapal USS Pueblo ke pelukan AS, termasuk seorang awak kapal yang meninggal.</content:encoded></item></channel></rss>
