<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini yang Terjadi Jika Semua Senjata Nuklir Diluncurkan</title><description>Jika semua senjata nuklir diledakkan, itu berarti ada 14.900 hulu ledak nuklir yang bisa diluncurkan negara-negara di dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/24/18/1599198/ini-yang-terjadi-jika-semua-senjata-nuklir-diluncurkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/01/24/18/1599198/ini-yang-terjadi-jika-semua-senjata-nuklir-diluncurkan"/><item><title>Ini yang Terjadi Jika Semua Senjata Nuklir Diluncurkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/24/18/1599198/ini-yang-terjadi-jika-semua-senjata-nuklir-diluncurkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/01/24/18/1599198/ini-yang-terjadi-jika-semua-senjata-nuklir-diluncurkan</guid><pubDate>Selasa 24 Januari 2017 03:20 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/01/24/18/1599198/ini-yang-terjadi-jika-semua-senjata-nuklir-diluncurkan-Sm8dvF2MXP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Ledakan senjata nuklir dunia. (Foto: AFP/Getty Images/STR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/01/24/18/1599198/ini-yang-terjadi-jika-semua-senjata-nuklir-diluncurkan-Sm8dvF2MXP.jpg</image><title>Ilustrasi. Ledakan senjata nuklir dunia. (Foto: AFP/Getty Images/STR)</title></images><description>KOMISI Pakta Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBTO) mencatat ledakan nuklir terbesar dalam sejarah pernah diluncurkan oleh Uni Soviet pada 1961. Tsar Bomba berukuran 50 megaton diledakkan. Hasilnya lebih kuat 3.800 kali dari bom atom yang jatuh di Hiroshima, Jepang. Dan itu baru satu bom saja.
Tentunya, tidak semua senjata nuklir memiliki kemampuan yang sama. Akan tetapi, Amerika Serikat dan Rusia diyakini memiliki persenjataan nuklir yang terkuat di muka bumi ini, yakni senjata termonuklir.
Kedua negara tersebut juga menyimpan persenjataan nuklir terbanyak. Rusia punya sekira 7.000 senjata pemusnah massal, sementara AS menyimpan 6.800 buah.
Beberapa negara lain juga memilikinya, tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan kedua poros kekuatan dunia tersebut. China misalnya hanya menyimpan 260 senjata nuklir, Inggris punya 215 buah dan Korea Utara mengaku punya 10 buah.

Jika semua senjata nuklir diledakkan, itu berarti ada 14.900 hulu ledak nuklir yang bisa diluncurkan. Melansir Independent, Selasa (24/1/2017), salah satu bom nuklir mematikan pabrikan Negeri Paman Sam adalah B83. Sebuah bom nuklir yang menghasilkan 1,2 megaton TNT, setara dengan 79 bom atom Hiroshima.Tahap Awal
Berandai-andai perang nuklir terjadi, kemungkinan terburuknya adalah  puluhan ribu bom atom itu akan menghancurkan seluruh permukaan bumi.  Sekira 94 kilometer daratan akan tersapu bersih dan 232 ribu kilometer  persegi infrastruktur lenyap.
Satu bola api saja dapat menguapkan apa pun yang disentuhnya dalam  radius 79 ribu kilometer. Siapa pun yang berada di radius 5,8 juta  kilometer persegi akan langsung mendapat luka bakar kategori tiga.

Radiasi pengion yang naik ke atmosfer selanjutnya akan mencemari  sebuah area seluas 284 ribu kilometer persegi. Jadi mereka yang selamat  dari ledakan sekali pun, pada akhirnya akan terkena dampak dari radiasi.  Penyakit yang amat menakutkan, kecacatan dan mutasi gen yang belum ada  obatnya.
Musim Dingin Nuklir
Setelah ledakan terjadi di sana-sini, semua daratan hancur, kematian  dan mutasi merajalela, akan datang masa pendinginan. Mereka yang selamat  harus bersiap menjalani era kegelapan.
Mirip dengan konsep pendinginan vulkanik, saat materi letusan gunung  berapi dalam skala besar memenuhi atmosfer dan mendinginkan suhu planet  Bumi secara keseluruhan. Musim dingin pasca-perang nuklir akan  menurunkan suhu dunia selama ratusan tahun.
Jelaga karbon hitam yang dihasilkan dari ledakan monumental tersebut  akan memblokir radiasi matahari untuk bisa mencapai permukaan bumi.  Itulah mengapa Bumi akan sepenuhnya dalam kegelapan, tidak ada tumbuhan  yang bisa berfotosintesis dan kehangatan. Lambat laun, ekosistem pun  runtuh dan makhluk hidup tiada.</description><content:encoded>KOMISI Pakta Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBTO) mencatat ledakan nuklir terbesar dalam sejarah pernah diluncurkan oleh Uni Soviet pada 1961. Tsar Bomba berukuran 50 megaton diledakkan. Hasilnya lebih kuat 3.800 kali dari bom atom yang jatuh di Hiroshima, Jepang. Dan itu baru satu bom saja.
Tentunya, tidak semua senjata nuklir memiliki kemampuan yang sama. Akan tetapi, Amerika Serikat dan Rusia diyakini memiliki persenjataan nuklir yang terkuat di muka bumi ini, yakni senjata termonuklir.
Kedua negara tersebut juga menyimpan persenjataan nuklir terbanyak. Rusia punya sekira 7.000 senjata pemusnah massal, sementara AS menyimpan 6.800 buah.
Beberapa negara lain juga memilikinya, tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan kedua poros kekuatan dunia tersebut. China misalnya hanya menyimpan 260 senjata nuklir, Inggris punya 215 buah dan Korea Utara mengaku punya 10 buah.

Jika semua senjata nuklir diledakkan, itu berarti ada 14.900 hulu ledak nuklir yang bisa diluncurkan. Melansir Independent, Selasa (24/1/2017), salah satu bom nuklir mematikan pabrikan Negeri Paman Sam adalah B83. Sebuah bom nuklir yang menghasilkan 1,2 megaton TNT, setara dengan 79 bom atom Hiroshima.Tahap Awal
Berandai-andai perang nuklir terjadi, kemungkinan terburuknya adalah  puluhan ribu bom atom itu akan menghancurkan seluruh permukaan bumi.  Sekira 94 kilometer daratan akan tersapu bersih dan 232 ribu kilometer  persegi infrastruktur lenyap.
Satu bola api saja dapat menguapkan apa pun yang disentuhnya dalam  radius 79 ribu kilometer. Siapa pun yang berada di radius 5,8 juta  kilometer persegi akan langsung mendapat luka bakar kategori tiga.

Radiasi pengion yang naik ke atmosfer selanjutnya akan mencemari  sebuah area seluas 284 ribu kilometer persegi. Jadi mereka yang selamat  dari ledakan sekali pun, pada akhirnya akan terkena dampak dari radiasi.  Penyakit yang amat menakutkan, kecacatan dan mutasi gen yang belum ada  obatnya.
Musim Dingin Nuklir
Setelah ledakan terjadi di sana-sini, semua daratan hancur, kematian  dan mutasi merajalela, akan datang masa pendinginan. Mereka yang selamat  harus bersiap menjalani era kegelapan.
Mirip dengan konsep pendinginan vulkanik, saat materi letusan gunung  berapi dalam skala besar memenuhi atmosfer dan mendinginkan suhu planet  Bumi secara keseluruhan. Musim dingin pasca-perang nuklir akan  menurunkan suhu dunia selama ratusan tahun.
Jelaga karbon hitam yang dihasilkan dari ledakan monumental tersebut  akan memblokir radiasi matahari untuk bisa mencapai permukaan bumi.  Itulah mengapa Bumi akan sepenuhnya dalam kegelapan, tidak ada tumbuhan  yang bisa berfotosintesis dan kehangatan. Lambat laun, ekosistem pun  runtuh dan makhluk hidup tiada.</content:encoded></item></channel></rss>
