<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Empat Hari Ditahan BNNP, Mantan Bupati Bengkulu Selatan Syok</title><description>Meski dalam kondisi syok, sambung Humizar, kondisi kliennya dalam kondisi sehat dan baik-baik saja.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/24/340/1599707/empat-hari-ditahan-bnnp-mantan-bupati-bengkulu-selatan-syok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/01/24/340/1599707/empat-hari-ditahan-bnnp-mantan-bupati-bengkulu-selatan-syok"/><item><title>  Empat Hari Ditahan BNNP, Mantan Bupati Bengkulu Selatan Syok</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/24/340/1599707/empat-hari-ditahan-bnnp-mantan-bupati-bengkulu-selatan-syok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/01/24/340/1599707/empat-hari-ditahan-bnnp-mantan-bupati-bengkulu-selatan-syok</guid><pubDate>Selasa 24 Januari 2017 15:46 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/01/24/340/1599707/empat-hari-ditahan-bnnp-mantan-bupati-bengkulu-selatan-syok-PpPvgyNwxy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Humizar Tambunan, Kuasa Hukum Mantan Bupati Bengkulu Selatan Reskan Effendi Awaluddin (Foto: Demon)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/01/24/340/1599707/empat-hari-ditahan-bnnp-mantan-bupati-bengkulu-selatan-syok-PpPvgyNwxy.jpg</image><title>Humizar Tambunan, Kuasa Hukum Mantan Bupati Bengkulu Selatan Reskan Effendi Awaluddin (Foto: Demon)</title></images><description>BENGKULU - Humizar Tambunan, kuasa hukum mantan Bupati Bengkulu Selatan, Reskan Effendi Awaluddin, mengatakan, kliennya dalam kondisi syok setelah ditahan petugas BNN Provinsi Bengkulu sejak Jumat 20 Januari 2017.
Reskan sebelumnya diamankan lantaran terlibat atas dugaan peletakan narkoba di Ruang Kerja Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, pada 10 Mei 2016. Saat itu, di ruang kerja bupati ditemukan narkoba.
Rinciannya, dua tablet warna biru dan dua tablet warna merah dan satu bungkus bubuk bening, yang dimasukkan dalam plastik ukuran kecil yang diduga sabu.
''Iya, sejak diamankan beliau syok,'' kata Humizar saat ditemui, Selasa (24/1/2017).
Meski dalam kondisi syok, sambung Humizar, kondisi kliennya dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Ia pun mengunjungi BNN pada hari ini untuk berkoordinasi dan menjenguknya.
''Secara fisik sehat dan beliau sudah siap untuk menghadapi hal ini,'' jelas Humizar.
Sebagaimana diketahui, peristiwa ini terjadi saat penggeledahan di Ruang Kerja Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud pada Selasa 10 Mei 2016 sekira pukul 10.01 WIB oleh BNN Provinsi Bengkulu.
Saat penggeledahan, ditemukan empat tablet diduga narkoba. Rinciannya, dua tablet warna biru dan dua tablet warna merah. Selain empat tablet, pihaknya juga menemukan satu bungkus bubuk bening yang dimasukan ke dalam plastik ukuran kecil yang juga diduga narkoba.
Penemuan itu secara terpisah. Untuk serbuk bening dan dua buah tablet warna merah ditemukan di selipan sofa. Sementara dua tablet warna biru ditemukan di dekat dinding kulkas di bawah minuman mineral.
Dari hasil tes urine yang dilakukan kepada Bupati Bengkulu Selatan, Wakil Bupati Bengkulu Selatan dan Sekretaris Daerah Bengkulu Selatan menyatakan hasil tes urine mereka negatif.</description><content:encoded>BENGKULU - Humizar Tambunan, kuasa hukum mantan Bupati Bengkulu Selatan, Reskan Effendi Awaluddin, mengatakan, kliennya dalam kondisi syok setelah ditahan petugas BNN Provinsi Bengkulu sejak Jumat 20 Januari 2017.
Reskan sebelumnya diamankan lantaran terlibat atas dugaan peletakan narkoba di Ruang Kerja Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, pada 10 Mei 2016. Saat itu, di ruang kerja bupati ditemukan narkoba.
Rinciannya, dua tablet warna biru dan dua tablet warna merah dan satu bungkus bubuk bening, yang dimasukkan dalam plastik ukuran kecil yang diduga sabu.
''Iya, sejak diamankan beliau syok,'' kata Humizar saat ditemui, Selasa (24/1/2017).
Meski dalam kondisi syok, sambung Humizar, kondisi kliennya dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Ia pun mengunjungi BNN pada hari ini untuk berkoordinasi dan menjenguknya.
''Secara fisik sehat dan beliau sudah siap untuk menghadapi hal ini,'' jelas Humizar.
Sebagaimana diketahui, peristiwa ini terjadi saat penggeledahan di Ruang Kerja Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud pada Selasa 10 Mei 2016 sekira pukul 10.01 WIB oleh BNN Provinsi Bengkulu.
Saat penggeledahan, ditemukan empat tablet diduga narkoba. Rinciannya, dua tablet warna biru dan dua tablet warna merah. Selain empat tablet, pihaknya juga menemukan satu bungkus bubuk bening yang dimasukan ke dalam plastik ukuran kecil yang juga diduga narkoba.
Penemuan itu secara terpisah. Untuk serbuk bening dan dua buah tablet warna merah ditemukan di selipan sofa. Sementara dua tablet warna biru ditemukan di dekat dinding kulkas di bawah minuman mineral.
Dari hasil tes urine yang dilakukan kepada Bupati Bengkulu Selatan, Wakil Bupati Bengkulu Selatan dan Sekretaris Daerah Bengkulu Selatan menyatakan hasil tes urine mereka negatif.</content:encoded></item></channel></rss>
