<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tentara Indonesia Dituduh Selundupkan Senjata, Ini Kata Dubes RI</title><description>Duta Besar RI untuk Sudan, Burhanudin memberikan keterangan terkait penangkapan anggota pasukan perdamaian PBB asal Indonesia di Sudan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/25/18/1600819/tentara-indonesia-dituduh-selundupkan-senjata-ini-kata-dubes-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/01/25/18/1600819/tentara-indonesia-dituduh-selundupkan-senjata-ini-kata-dubes-ri"/><item><title>Tentara Indonesia Dituduh Selundupkan Senjata, Ini Kata Dubes RI</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/25/18/1600819/tentara-indonesia-dituduh-selundupkan-senjata-ini-kata-dubes-ri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/01/25/18/1600819/tentara-indonesia-dituduh-selundupkan-senjata-ini-kata-dubes-ri</guid><pubDate>Rabu 25 Januari 2017 17:12 WIB</pubDate><dc:creator>Sindonews</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/01/25/18/1600819/tentara-indonesia-dituduh-selundupkan-senjata-ini-kata-dubes-ri-LC7lqBWYaU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasukan perdamaian Indonesia di Sudan. (Foto: Sudan Tribune)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/01/25/18/1600819/tentara-indonesia-dituduh-selundupkan-senjata-ini-kata-dubes-ri-LC7lqBWYaU.jpg</image><title>Pasukan perdamaian Indonesia di Sudan. (Foto: Sudan Tribune)</title></images><description>KHARTOUM &amp;ndash; Awal pekan ini, sejumlah tentara Indonesia yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB (UNAMID) ditangkap Pemerintah Negara Bagian North Darfur di Bandara Al Fashir, Sudan. Mereka dituduh berusaha menyelundupkan senjata milik UNAMID saat meninggalkan bandara.
Terkait kasus ini, Duta Besar Indonesia di Sudan, Burhanudin mengatakan, saat ini investigasi dugaan kasus penyelundupan senjata oleh anggota Pasukan Penjaga Perdamaian asal Indonesia masih berjalan. Investigasi itu dilakukan oleh PBB dan pemerintah Sudan.
Berbicara melalui sambungan telepon kepada Sindonews, Selasa (24/1), Burhanudin turut menjelaskan kronologi awal mulai ditemukannya senjata-senjata tersebut. Dia menyatakan, senjata itu ditemukan saat anggota pasukan perdamaian Indonesia tiba di bandara El-Fahser.
&quot;Pengiriman barang itu dilakukan berdasarkan protap yang sudah ditentukan oleh UNAMID. Satu persatu kontainer sudah diperiksa dan semuanya clear,&quot; kata Burhanudin.
&quot;Saat diturunkan dari pesawat di bandara, tanpa disadari ada beberapa barang yang tidak terperiksa. Saat dibuka, di dalamnya terdapat senjata dan itu dituduhkan kepada pasukan kita,&quot; sambungnya.
Burhandin mengatakan, barang tersebut bukan milik pasukan UNAMID asal Indonesia dan tidak ada satupun anggota UNMAID yang merasa memiliki barang tersebut. &quot;Maka dilakukan penghitungan ulang, karena tidak ada yang merasa membawa,&quot; ucapnya.
Meski demikian, Burhanudin menyatakan belum bisa mengambil kesimpulan terlebih dahulu, karena proses investigasi yang dilakukan PBB dan aparat Sudan masih berjalan.
Sementara itu, ketika ditanya apakah anggota UNAMID asal Indonesia saat ini berada di penjara Sudan, Burhanudin menegaskan anggota UNAMID Indonesia tidak ditahan. Mereka saat ini hanya tidak diperkenankan meninggalkan kota.
&quot;Jadi begini, bukan ditahan, tapi pasukan kita itu memang tinggal di entitas sendiri. Pasukan kita hanya tidak diperbolehkan untuk keluar, pemberitaan yang beredar itu tidak benar,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>KHARTOUM &amp;ndash; Awal pekan ini, sejumlah tentara Indonesia yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB (UNAMID) ditangkap Pemerintah Negara Bagian North Darfur di Bandara Al Fashir, Sudan. Mereka dituduh berusaha menyelundupkan senjata milik UNAMID saat meninggalkan bandara.
Terkait kasus ini, Duta Besar Indonesia di Sudan, Burhanudin mengatakan, saat ini investigasi dugaan kasus penyelundupan senjata oleh anggota Pasukan Penjaga Perdamaian asal Indonesia masih berjalan. Investigasi itu dilakukan oleh PBB dan pemerintah Sudan.
Berbicara melalui sambungan telepon kepada Sindonews, Selasa (24/1), Burhanudin turut menjelaskan kronologi awal mulai ditemukannya senjata-senjata tersebut. Dia menyatakan, senjata itu ditemukan saat anggota pasukan perdamaian Indonesia tiba di bandara El-Fahser.
&quot;Pengiriman barang itu dilakukan berdasarkan protap yang sudah ditentukan oleh UNAMID. Satu persatu kontainer sudah diperiksa dan semuanya clear,&quot; kata Burhanudin.
&quot;Saat diturunkan dari pesawat di bandara, tanpa disadari ada beberapa barang yang tidak terperiksa. Saat dibuka, di dalamnya terdapat senjata dan itu dituduhkan kepada pasukan kita,&quot; sambungnya.
Burhandin mengatakan, barang tersebut bukan milik pasukan UNAMID asal Indonesia dan tidak ada satupun anggota UNMAID yang merasa memiliki barang tersebut. &quot;Maka dilakukan penghitungan ulang, karena tidak ada yang merasa membawa,&quot; ucapnya.
Meski demikian, Burhanudin menyatakan belum bisa mengambil kesimpulan terlebih dahulu, karena proses investigasi yang dilakukan PBB dan aparat Sudan masih berjalan.
Sementara itu, ketika ditanya apakah anggota UNAMID asal Indonesia saat ini berada di penjara Sudan, Burhanudin menegaskan anggota UNAMID Indonesia tidak ditahan. Mereka saat ini hanya tidak diperkenankan meninggalkan kota.
&quot;Jadi begini, bukan ditahan, tapi pasukan kita itu memang tinggal di entitas sendiri. Pasukan kita hanya tidak diperbolehkan untuk keluar, pemberitaan yang beredar itu tidak benar,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
