<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sylviana Murni Diperiksa Bareskrim, Demokrat: Kami Kaget Sekali</title><description>Agus Hermanto kaget dengan kembali diperiksanya calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut satu,&amp;nbsp;Sylviana Murni oleh Bareskrim Polri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/30/338/1604411/sylviana-murni-diperiksa-bareskrim-demokrat-kami-kaget-sekali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/01/30/338/1604411/sylviana-murni-diperiksa-bareskrim-demokrat-kami-kaget-sekali"/><item><title>Sylviana Murni Diperiksa Bareskrim, Demokrat: Kami Kaget Sekali</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/30/338/1604411/sylviana-murni-diperiksa-bareskrim-demokrat-kami-kaget-sekali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/01/30/338/1604411/sylviana-murni-diperiksa-bareskrim-demokrat-kami-kaget-sekali</guid><pubDate>Senin 30 Januari 2017 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Bayu Septianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/01/30/338/1604411/sylviana-murni-diperiksa-bareskrim-demokrat-kami-kaget-sekali-nuQqM7JuRJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/01/30/338/1604411/sylviana-murni-diperiksa-bareskrim-demokrat-kami-kaget-sekali-nuQqM7JuRJ.jpg</image><title>Foto: Antara</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Wakil Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto kaget dengan kembali diperiksanya calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut satu,&amp;nbsp;Sylviana Murni,&amp;nbsp;oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. Dalam pemeriksaan hari ini, Sylvi jadi saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Al Fauz di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.
&quot;Tentunya kami kaget sekali&amp;nbsp;kok&amp;nbsp;ada masalah seperti ini, seolah-olah ada hal yang harus dicari-cari,&quot; ujar Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2017).
Agus menilai, pemanggilan ini mempengaruhi performa Sylvi dalam perhelatan Pilgub DKI Jakarta. Sylvi berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono.
&quot;Dan ini kebetulan Bu Sylvi kan calon wakil gubernur, sehingga tentunya akan pengaruhi suatu performa apabila ini ada permasalah-permasalahan yang berkenaan dengan beliau,&quot; ucap Agus.
Wakil Ketua DPR itu menganggap dugaan korupsi dana bantuan sosial pada Kwarda Pramuka DKI Jakarta Tahun anggaran 2014-2015 senilai Rp6,8 miliar terlalu mengada-ada. Pasalnya, dana tersebut bukanlah berasal dari dana bansos, melainkan dana hibah yang juga ditandatangani mantan gubernur&amp;nbsp;DKI Jakarta saat itu,&amp;nbsp;Joko Widodo (Jokowi).
Oleh karena itu, Agus meminta semua pihak menghormati cagub-cawagub yang sedang bertarung untuk tidak mengait-ngaitkan dengan masalah hukum.
&quot;Sehingga marilah kita fokus ke arah sana, kita hormati tata laksana peraruran perundangan. Manakala cagub- cawabug sedang berlaga, kita berikan kesempatan sebaik-baiknya untuk memperkuat performanya,&quot; tukasnya
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Wakil Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto kaget dengan kembali diperiksanya calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut satu,&amp;nbsp;Sylviana Murni,&amp;nbsp;oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. Dalam pemeriksaan hari ini, Sylvi jadi saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Al Fauz di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.
&quot;Tentunya kami kaget sekali&amp;nbsp;kok&amp;nbsp;ada masalah seperti ini, seolah-olah ada hal yang harus dicari-cari,&quot; ujar Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2017).
Agus menilai, pemanggilan ini mempengaruhi performa Sylvi dalam perhelatan Pilgub DKI Jakarta. Sylvi berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono.
&quot;Dan ini kebetulan Bu Sylvi kan calon wakil gubernur, sehingga tentunya akan pengaruhi suatu performa apabila ini ada permasalah-permasalahan yang berkenaan dengan beliau,&quot; ucap Agus.
Wakil Ketua DPR itu menganggap dugaan korupsi dana bantuan sosial pada Kwarda Pramuka DKI Jakarta Tahun anggaran 2014-2015 senilai Rp6,8 miliar terlalu mengada-ada. Pasalnya, dana tersebut bukanlah berasal dari dana bansos, melainkan dana hibah yang juga ditandatangani mantan gubernur&amp;nbsp;DKI Jakarta saat itu,&amp;nbsp;Joko Widodo (Jokowi).
Oleh karena itu, Agus meminta semua pihak menghormati cagub-cawagub yang sedang bertarung untuk tidak mengait-ngaitkan dengan masalah hukum.
&quot;Sehingga marilah kita fokus ke arah sana, kita hormati tata laksana peraruran perundangan. Manakala cagub- cawabug sedang berlaga, kita berikan kesempatan sebaik-baiknya untuk memperkuat performanya,&quot; tukasnya
</content:encoded></item></channel></rss>
