<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sylviana Murni: Kalau Mau Naik Kelas Harus Lulus Ujian</title><description>Sylviana menyampaikan, bahwa kasus yang sedang membelitnya itu sebagai ujian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/30/338/1604893/sylviana-murni-kalau-mau-naik-kelas-harus-lulus-ujian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/01/30/338/1604893/sylviana-murni-kalau-mau-naik-kelas-harus-lulus-ujian"/><item><title>Sylviana Murni: Kalau Mau Naik Kelas Harus Lulus Ujian</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/01/30/338/1604893/sylviana-murni-kalau-mau-naik-kelas-harus-lulus-ujian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/01/30/338/1604893/sylviana-murni-kalau-mau-naik-kelas-harus-lulus-ujian</guid><pubDate>Senin 30 Januari 2017 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Badriyanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/01/30/338/1604893/sylviana-murni-kalau-mau-naik-kelas-harus-lulus-ujian-lJjXPEjj5n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sylviana Murni (dok. Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/01/30/338/1604893/sylviana-murni-kalau-mau-naik-kelas-harus-lulus-ujian-lJjXPEjj5n.jpg</image><title>Sylviana Murni (dok. Antara)</title></images><description>JAKARTA - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Sylviana Murni telah selesai menjalani pemeriksaan penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dirtipidkor) Bareskrim Polri terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Al Fauz di Kantor Walikota Jakarta Pusat.

Usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam lamanya, cawagub yang berpasangan dengan putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yodhoyono itu menyampaikan, bahwa kasus yang sedang membelitnya itu sebagai ujian.

&quot;Inilah perjuangan, kalau kita lagi mau naik kelas kan harus kuat, kita harus lulus lah dari ujian,&quot; ucap Sylvi usai menjalani pemeriksaan penyidik Direktorat Bareskrim Polri di gedung Ombudsman RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (30/1/2017).

Seperti diketahui, pembangunan masjid Al Fauz di Kantor Walikota Jakarta Pusat dimulai saat kepemimpinan Sylvi sebagai Wali Kota Jakarta Pusat dan Saefullah dilantik menjadi Asisten Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 4 Nopember 2010 menggantikan Sylvi.

Masjid Al Fauz tersebut rampung dan diresmikan pada 30 Januari 2011 oleh Fauzi Bowo yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Masjid dengan dua lantai itu dibangun dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) 2010 senilai Rp 27 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Sylviana Murni telah selesai menjalani pemeriksaan penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dirtipidkor) Bareskrim Polri terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Al Fauz di Kantor Walikota Jakarta Pusat.

Usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam lamanya, cawagub yang berpasangan dengan putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yodhoyono itu menyampaikan, bahwa kasus yang sedang membelitnya itu sebagai ujian.

&quot;Inilah perjuangan, kalau kita lagi mau naik kelas kan harus kuat, kita harus lulus lah dari ujian,&quot; ucap Sylvi usai menjalani pemeriksaan penyidik Direktorat Bareskrim Polri di gedung Ombudsman RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (30/1/2017).

Seperti diketahui, pembangunan masjid Al Fauz di Kantor Walikota Jakarta Pusat dimulai saat kepemimpinan Sylvi sebagai Wali Kota Jakarta Pusat dan Saefullah dilantik menjadi Asisten Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 4 Nopember 2010 menggantikan Sylvi.

Masjid Al Fauz tersebut rampung dan diresmikan pada 30 Januari 2011 oleh Fauzi Bowo yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Masjid dengan dua lantai itu dibangun dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) 2010 senilai Rp 27 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
