<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TOP FILES: Nusakambangan, Pulau Angker di Ujung Selatan Pulau Jawa</title><description>Pulau Nusakambangan, pulau indah yang jadi tempat pemerintah membuang para pesakitan kasus-kasus luar biasa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/01/337/1604997/top-files-nusakambangan-pulau-angker-di-ujung-selatan-pulau-jawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/02/01/337/1604997/top-files-nusakambangan-pulau-angker-di-ujung-selatan-pulau-jawa"/><item><title>TOP FILES: Nusakambangan, Pulau Angker di Ujung Selatan Pulau Jawa</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/01/337/1604997/top-files-nusakambangan-pulau-angker-di-ujung-selatan-pulau-jawa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/02/01/337/1604997/top-files-nusakambangan-pulau-angker-di-ujung-selatan-pulau-jawa</guid><pubDate>Rabu 01 Februari 2017 07:31 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/01/30/337/1604997/top-files-nusakambangan-pulau-angker-di-ujung-selatan-pulau-jawa-yGZFg7a9Z0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lapas di Nusakambangan (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/01/30/337/1604997/top-files-nusakambangan-pulau-angker-di-ujung-selatan-pulau-jawa-yGZFg7a9Z0.jpg</image><title>Lapas di Nusakambangan (Foto: Antara)</title></images><description>APA yang terlintas di benak Anda jika menyebut Nusakambangan? Mayoritas mesti terbersit tentang penjara atau lembaga pemasyarakatan (lapas) yang menampung para penjahat kelas kakap, mulai dari perampok, pembunuh, bandar narkoba, hingga teroris.

Nusakambangan itu sendiri adalah sebuah pulau di ujung selatan Pulau Jawa. Pulau sepanjang 36 kilometer (km), lebar 6-8 km dan memiliki luas 21 ribu hektare ini, letaknya sangat dekat dengan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dan hanya dipisahkan Selat Segara Anakan.

Namun pulau ini tak berada di bawah naungan Kabupaten Cilacap, melainkan di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI. Alasannya, sejak zaman Belanda memang pulau ini jadi tempat &amp;ldquo;membuang&amp;rdquo; para terpidana, tepatnya di sembilan penjara.

Akan tetapi, saat ini yang dioperasikan Kemenkumham beberapa lapas. Yakni Lapas Klas I Batu, Lapas Besi, Lapas Klas IIA Kembang Kuning, Lapas Klas IIB Terbuka, serta Lapas Klas IIA Permisan.

Meski begitu, tetap saja Nusakambangan banyak disebut orang-orang awam sebagai nama penjara, bukan nama pulau. Nama penjara yang bahkan sering dijuluki Alcatraz-nya Indonesia.

Padahal pulau ini juga menyimpan keeksotikannya tersendiri. Beberapa pantai di sana tak kalah indah dengan yang ada di Bali, Lombok atau Belitung. Di pulau ini juga dijadikan cagar alam untuk beberapa flora langka.

Tapi di sisi lain, pulau ini juga menyimpan banyak cerita mistis. Seperti eksistensi kijang emas, hewan kawuk pemakan bangkai manusia, mustika biru di Gua Ratu, hingga hutannya yang tak jarang membuat orang tersesat tak bisa keluar hutan.

Ada lagi kisah menyeramkan sumur angker di sebuah kastil tua. Konon, disebutkan sumur itu sering jadi tempat pembantaian para pekerja paksa di zaman Belanda.

Masih banyak lagi sebenarnya kalau membeberkan beragam keangkeran pulau ini yang rasanya, tak cukup tempat untuk dimuat di sini. Yang pasti, keangkeran pulau ini ditambah lagi dengan sebuah lokasi yang sering dijadikan tempat eksekusi narapidana (napi) yang terhukum mati.

Seperti Bukit Nirbaya misalnya. Beberapa spot di bukit ini disebutkan pernah jadi lokasi eksekusi mati tiga teroris pelaku Bom Bali I, yakni Amrozi, Mukhlas dan Imam Samudera pada 9 November 2008, sebagaimana halnya dua warga Nigeria terpidana mati, Samuel Okoye dan Hansen Nwaolisa pada 26 Juni 2008.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMy8xMS8yMi81OTkwMy8xLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</description><content:encoded>APA yang terlintas di benak Anda jika menyebut Nusakambangan? Mayoritas mesti terbersit tentang penjara atau lembaga pemasyarakatan (lapas) yang menampung para penjahat kelas kakap, mulai dari perampok, pembunuh, bandar narkoba, hingga teroris.

Nusakambangan itu sendiri adalah sebuah pulau di ujung selatan Pulau Jawa. Pulau sepanjang 36 kilometer (km), lebar 6-8 km dan memiliki luas 21 ribu hektare ini, letaknya sangat dekat dengan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dan hanya dipisahkan Selat Segara Anakan.

Namun pulau ini tak berada di bawah naungan Kabupaten Cilacap, melainkan di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI. Alasannya, sejak zaman Belanda memang pulau ini jadi tempat &amp;ldquo;membuang&amp;rdquo; para terpidana, tepatnya di sembilan penjara.

Akan tetapi, saat ini yang dioperasikan Kemenkumham beberapa lapas. Yakni Lapas Klas I Batu, Lapas Besi, Lapas Klas IIA Kembang Kuning, Lapas Klas IIB Terbuka, serta Lapas Klas IIA Permisan.

Meski begitu, tetap saja Nusakambangan banyak disebut orang-orang awam sebagai nama penjara, bukan nama pulau. Nama penjara yang bahkan sering dijuluki Alcatraz-nya Indonesia.

Padahal pulau ini juga menyimpan keeksotikannya tersendiri. Beberapa pantai di sana tak kalah indah dengan yang ada di Bali, Lombok atau Belitung. Di pulau ini juga dijadikan cagar alam untuk beberapa flora langka.

Tapi di sisi lain, pulau ini juga menyimpan banyak cerita mistis. Seperti eksistensi kijang emas, hewan kawuk pemakan bangkai manusia, mustika biru di Gua Ratu, hingga hutannya yang tak jarang membuat orang tersesat tak bisa keluar hutan.

Ada lagi kisah menyeramkan sumur angker di sebuah kastil tua. Konon, disebutkan sumur itu sering jadi tempat pembantaian para pekerja paksa di zaman Belanda.

Masih banyak lagi sebenarnya kalau membeberkan beragam keangkeran pulau ini yang rasanya, tak cukup tempat untuk dimuat di sini. Yang pasti, keangkeran pulau ini ditambah lagi dengan sebuah lokasi yang sering dijadikan tempat eksekusi narapidana (napi) yang terhukum mati.

Seperti Bukit Nirbaya misalnya. Beberapa spot di bukit ini disebutkan pernah jadi lokasi eksekusi mati tiga teroris pelaku Bom Bali I, yakni Amrozi, Mukhlas dan Imam Samudera pada 9 November 2008, sebagaimana halnya dua warga Nigeria terpidana mati, Samuel Okoye dan Hansen Nwaolisa pada 26 Juni 2008.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMy8xMS8yMi81OTkwMy8xLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
