<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut dan Kapolda Temui Ma'ruf Amin, Bukti Penguasa Lindungi Ahok?</title><description>Kedatangan Luhut dan Kapolda Metro itu menurut Desmond memberi kesan penguasa tengah melindungi Ahok.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/02/338/1607535/luhut-dan-kapolda-temui-ma-ruf-amin-bukti-penguasa-lindungi-ahok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/02/02/338/1607535/luhut-dan-kapolda-temui-ma-ruf-amin-bukti-penguasa-lindungi-ahok"/><item><title>Luhut dan Kapolda Temui Ma'ruf Amin, Bukti Penguasa Lindungi Ahok?</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/02/338/1607535/luhut-dan-kapolda-temui-ma-ruf-amin-bukti-penguasa-lindungi-ahok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/02/02/338/1607535/luhut-dan-kapolda-temui-ma-ruf-amin-bukti-penguasa-lindungi-ahok</guid><pubDate>Kamis 02 Februari 2017 13:20 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Jawapos.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/02/338/1607535/luhut-dan-kapolda-temui-ma-ruf-amin-bukti-penguasa-lindungi-ahok-7b8MpGdHwA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/02/338/1607535/luhut-dan-kapolda-temui-ma-ruf-amin-bukti-penguasa-lindungi-ahok-7b8MpGdHwA.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa mempertanyakan kedatangan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan, dan Pangdam Jaya Mayjen Teddhy Lhaksmana ke kediaman Ketua MUI&amp;nbsp; KH Ma'ruf Amin.
Pasalnya, kedatangan Luhut tersebut karena kecaman sejumlah pihak termasuk Nahdlatul Ulama terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena pernyataan&amp;nbsp; gubernur DKI nonaktif itu saat sidang kasus penistaan agama.
&quot;Yang jadi soal hari ini kan, Ahok yang  gaduh, kok petinggi negara yang datang ke kiai?&quot; heran Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,seperti dilansir jawapos.com, Kamis (2/2/2017).
Dia juga mempertanyakan siapa yang meminta agar Luhut, Iriawan, hingga Teddy untuk menemui Ma'ruf.  &quot;Ahok yang minta atau bosnya Ahok yang nyuruh orang-orang itu? Ini kan yang datang, kapolda, Pak Luhut, itu kan orang-orang terhormat yang datang ke Kiai Amin. Ini inisiatif atau diperintah?&quot; tanya Desmond.
Kedatangan itu menurutnya memberi kesan penguasa tengah melindungi Ahok. &quot;Berarti Pak SBY bener dong? Ada keterlibatan negara di kasus ini?&quot; Bisa begitu, tapi susah dibuktikan,&quot; pungkas politikus Partai Gerindra itu.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa mempertanyakan kedatangan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan, dan Pangdam Jaya Mayjen Teddhy Lhaksmana ke kediaman Ketua MUI&amp;nbsp; KH Ma'ruf Amin.
Pasalnya, kedatangan Luhut tersebut karena kecaman sejumlah pihak termasuk Nahdlatul Ulama terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena pernyataan&amp;nbsp; gubernur DKI nonaktif itu saat sidang kasus penistaan agama.
&quot;Yang jadi soal hari ini kan, Ahok yang  gaduh, kok petinggi negara yang datang ke kiai?&quot; heran Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,seperti dilansir jawapos.com, Kamis (2/2/2017).
Dia juga mempertanyakan siapa yang meminta agar Luhut, Iriawan, hingga Teddy untuk menemui Ma'ruf.  &quot;Ahok yang minta atau bosnya Ahok yang nyuruh orang-orang itu? Ini kan yang datang, kapolda, Pak Luhut, itu kan orang-orang terhormat yang datang ke Kiai Amin. Ini inisiatif atau diperintah?&quot; tanya Desmond.
Kedatangan itu menurutnya memberi kesan penguasa tengah melindungi Ahok. &quot;Berarti Pak SBY bener dong? Ada keterlibatan negara di kasus ini?&quot; Bisa begitu, tapi susah dibuktikan,&quot; pungkas politikus Partai Gerindra itu.</content:encoded></item></channel></rss>
