<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Paus Disuntik Mati karena 30 Kantong Plastik dalam Perutnya </title><description>Paus tersebut menderita penyakit gangguan usus yang menyebabkan dirinya terus-menerus terdampar di perairan dangkal.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/04/18/1609308/paus-disuntik-mati-karena-30-kantong-plastik-dalam-perutnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/02/04/18/1609308/paus-disuntik-mati-karena-30-kantong-plastik-dalam-perutnya"/><item><title>Paus Disuntik Mati karena 30 Kantong Plastik dalam Perutnya </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/04/18/1609308/paus-disuntik-mati-karena-30-kantong-plastik-dalam-perutnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/02/04/18/1609308/paus-disuntik-mati-karena-30-kantong-plastik-dalam-perutnya</guid><pubDate>Sabtu 04 Februari 2017 03:08 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/04/18/1609308/paus-disuntik-mati-karena-30-kantong-plastik-dalam-perutnya-9KYi9g48Df.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilmuwan terpaksa menyuntik mati seekor ikan paus yang terdampar karena terdapat 30 limbah plastik di perutnya (Foto: Terje Lislevand/University of Bergen)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/04/18/1609308/paus-disuntik-mati-karena-30-kantong-plastik-dalam-perutnya-9KYi9g48Df.jpg</image><title>Ilmuwan terpaksa menyuntik mati seekor ikan paus yang terdampar karena terdapat 30 limbah plastik di perutnya (Foto: Terje Lislevand/University of Bergen)</title></images><description>SOTRA &amp;ndash; Seekor paus yang terdampar di Pulau Sotra, Norwegia, terpaksa disuntik mati. Sebab, tim peneliti menemukan lebih dari 30 kantong plastik di dalam perutnya. Akibatnya, mamalia tersebut mengalami gangguan pada ususnya sehingga berkali-kali terjebak di perairan dangkal di Norwegia.
Ilmuwan dari University of Bergen menyatakan, paus tersebut mengalami sakit yang luar biasa akibat gangguan di ususnya. Mereka mengaku tidak terkejut atas penemuan limbah kantong plastik tersebut. Terdapat limbah plastik bekas pengiriman paket dari Inggris dan Denmark di perut ikan paus tersebut.
&amp;ldquo;Penemuan ini tidak mengejutkan. Tetapi, tetap saja menyedihkan harus menemukannya dalam jumlah besar. Saya takut membayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum perutnya terisi penuh,&amp;rdquo; ujar ahli zoologi, Dr. Terje Lislevand, mengutip dari Russia Today, Sabtu (4/2/2017).
Ikan paus tersebut ternyata juga menelan sampah plastik bekas pembungkus permen dan roti. Hewan itu diduga salah mengira kantong-kantong plastik tersebut sebagai cumi-cumi yang menjadi makanannya.
Penemuan limbah plastik di dalam tubuh hewan laut yang sekarat atau mati cukup sering terjadi. Forum Ekonomi Dunia memprediksi, akan lebih banyak limbah plastik di laut lepas daripada ikan pada 2050.</description><content:encoded>SOTRA &amp;ndash; Seekor paus yang terdampar di Pulau Sotra, Norwegia, terpaksa disuntik mati. Sebab, tim peneliti menemukan lebih dari 30 kantong plastik di dalam perutnya. Akibatnya, mamalia tersebut mengalami gangguan pada ususnya sehingga berkali-kali terjebak di perairan dangkal di Norwegia.
Ilmuwan dari University of Bergen menyatakan, paus tersebut mengalami sakit yang luar biasa akibat gangguan di ususnya. Mereka mengaku tidak terkejut atas penemuan limbah kantong plastik tersebut. Terdapat limbah plastik bekas pengiriman paket dari Inggris dan Denmark di perut ikan paus tersebut.
&amp;ldquo;Penemuan ini tidak mengejutkan. Tetapi, tetap saja menyedihkan harus menemukannya dalam jumlah besar. Saya takut membayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum perutnya terisi penuh,&amp;rdquo; ujar ahli zoologi, Dr. Terje Lislevand, mengutip dari Russia Today, Sabtu (4/2/2017).
Ikan paus tersebut ternyata juga menelan sampah plastik bekas pembungkus permen dan roti. Hewan itu diduga salah mengira kantong-kantong plastik tersebut sebagai cumi-cumi yang menjadi makanannya.
Penemuan limbah plastik di dalam tubuh hewan laut yang sekarat atau mati cukup sering terjadi. Forum Ekonomi Dunia memprediksi, akan lebih banyak limbah plastik di laut lepas daripada ikan pada 2050.</content:encoded></item></channel></rss>
