<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rentetan Kemarahan Ahok dan Pernyataan yang Menyeretnya ke Kasus Penodaan Agama</title><description>Selama berkiprah di lingkungan Jakarta beberapa tahun terakhir, Ahok dikenal sebagai sosok yang temperamental.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/04/337/1609106/rentetan-kemarahan-ahok-dan-pernyataan-yang-menyeretnya-ke-kasus-penodaan-agama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/02/04/337/1609106/rentetan-kemarahan-ahok-dan-pernyataan-yang-menyeretnya-ke-kasus-penodaan-agama"/><item><title>Rentetan Kemarahan Ahok dan Pernyataan yang Menyeretnya ke Kasus Penodaan Agama</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/04/337/1609106/rentetan-kemarahan-ahok-dan-pernyataan-yang-menyeretnya-ke-kasus-penodaan-agama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/02/04/337/1609106/rentetan-kemarahan-ahok-dan-pernyataan-yang-menyeretnya-ke-kasus-penodaan-agama</guid><pubDate>Sabtu 04 Februari 2017 06:00 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/03/337/1609106/rentetan-kemarahan-ahok-dan-pernyataan-yang-menyeretnya-ke-kasus-penodaan-agama-s2FsfzisBe.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/03/337/1609106/rentetan-kemarahan-ahok-dan-pernyataan-yang-menyeretnya-ke-kasus-penodaan-agama-s2FsfzisBe.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali mengajukan diri untuk memimpin Ibu Kota untuk lima tahun mendatang. Selama berkiprah di lingkungan Jakarta beberapa tahun terakhir, Ahok dikenal sebagai sosok yang temperamental. Selain itu, ia juga sering mengeluarkan pernyataan kontroversial, seperti ketika berpidato di Kepulauan Seribu hingga menyeretnya pada kasus penistaan agama.
Berikut catatan Okezone terkait kemarahan dan pernyataan Ahok.
Kamis 30 Juli 2015, Ahok murka lantaran adanya penyalahgunaan uang Kartu Jakarta Pintar (KJP). Terlebih lagi, duit tersebut dipakai oleh orang tua murid.
&amp;ldquo;Saya sengaja suruh staf saya ke ATM. Keluar satu orang bapak-bapak. Dia marah-marah. Katanya dulu tarik sejuta setengah langsung bisa. Sekarang malahan enggak bisa. Lalu staf saya 'belaga' jadi orang biasa. Dia tanya kenapa? Buat apa? Bapak itu jawab, iya ini kan KJP bisa saya pakai,&quot; terang Ahok.
&quot;Terus anak kalau beli tas, beli buku, bisa dipikirin cari (uang) lagi. Staf saya bilang, KJP kan namanya kartu pelajar, buat anak. Bapak itu bilang, kan bisa dipinjam dulu. Itu kan konyol,&quot; sambungnya.
Selanjutnya, Ahok tersulut amarahnya ketika melayani protes seorang pengusaha hotel yang mengaku izin operasi usaha miliknya akan dicabut. Pengusaha hotel bernama Handoyo tersebut merupakan pemilik Hotel Penthouse yang berlokasi di bilangan Mangga Besar, Jakarta Barat.
&quot;Jangan-jangan Bapak enggak bayar pajak 10 persen, jangan begitu loh Pak. Itu hak rakyat loh!&quot; ujar Ahok kesal sembari memukul berkas map putih, Kamis 15 Desember 2015.
Sementara pada 19 Mei 2016, Ahok naik pitam kepada salah satu media atas pemberitaan yang menyebutkan ada barter antara pengurangan angka tambahan kontribusi proyek reklamasi dengan pembiayaan penggusuran Kalijodo.
Sebagaimana diketahui, besaran kontribusi tambahan 15 persen disepakati antara Ahok dengan sejumlah pengembang dalam sebuah pertemuan pada 18 Maret 2014, yang menghasilkan pernyataan kesepakatan. Dalam sebuah pemberitaan disebutkan PT Agung Podomoro Land (APL), salah satu pengembang pulau reklamasi, membiayai penggusuran Kalijodo sebesar Rp300 miliar.
&quot;Ini kawan-kawan catet semua, kalau semua pengembang menggugat saya, membatalkan Semanggi segala macem, yang KLB maupun kewajiban tambahan pulau, ini dosa Tempo! Saya ngomong baik-baik pada kamu!,&quot; tukas Ahok dengan suara tinggi sambil berlalu ke ruangannya.
Sementara terkait trasnportasi, Ahok memarahi APTB. Bahkan, ia melarang APTB melaju di jalan Ibu Kota karena tidak bersedia berintegrasi dengan Transjakarta, dengan menetapkan tarif rupiah per kilometer.
&quot;APBT intinya, kita sudah kasih dia kesempatan. Kami ingin menawarkan setiap warga yang naik APTB cukup bayar Rp3.500, biar orang Tangerang, Bekasi, Depok hanya bayar sebesar itu. Harapannya kami, biar dia bisa lepasin orang naik motor. Artinya apa? sekarang kan mau naik APTB harus bayar Rp8 ribu hingga Rp12 ribu. Kalau nanti masuk ke kami enggak bayar lagi,&quot; ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Senin 7 Maret 2016.
Bahkan, mantan Bupati Belitung Timur itu juga memarahi awak media di Balaikota. Pada Kamis 16 Juni 2016, Ahok memarahi salah seorang wartawan online pada saat wawancara di Balai Kota DKI. Kemarawan Ahok berawal saat wartawan tersebut bertanya &quot;Berarti tidak ada pejabat yang sehebat bapak?&quot;
Kemudian Ahok menanggapi pertanyaan tersebut sebagai tuduhan dan langsung menanyakan asal media sang wartawan. Ia bahkan melarang wartawan tersebut masuk ke Balai Kota dan melakukan wawancara.
&quot;Anda dari koran apa? Makanya lain kali tidak usah masuk sini lagi, tidak jelas kalau gitu. Saya tegasin, kamu juga tidak usah nekan-nekan saya rekan media, saya tidak pernah takut,&quot; ujar Ahok dengan nada tinggi.
&quot;Saya tidak pernah takut sama kalian (media), jujur saja. Saya selalu katakan, kalau cahaya fajar pagi, kegelapan tidak bisa nutup. Rembang cahaya fajar akan terus merekah, tidak bisa kamu tahan, itu yang saya katakan. Jadi tidak usah bolak-balikin kalimat gitu,&quot; kata Ahok.
Tak hanya itu, Ahok juga mara kepada pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Taman Surapati. Bahkan, ia menilai para pedagang tersebut ngelunjak.
&quot;Taman Suropati itu gini, enggak boleh ngelunjak. Mau jualan kemarin boleh, tapi kan ini kalau malam parkir sudah kayak pasar malam, ya enggak boleh dong. Itu kan daerah ring satu, untuk hunian, marah orang lama-lama, ada Panglima, ada Wapres,&quot; kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin 13 Desember 2016.
Mantan Bupati Belitung Timur ini tadinya memperbolehkan para PKL berjualan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung taman. Namun, begitu satu pedagang menggelar lapak, kemudian banyak yang bergabung.
&quot;Tadinya kan saya pikir boleh lah jualan, orang mau minum apa. Tapi begitu satu laku, semua nyerbu, dibilangin enggak mau,&quot; imbuh dia.
Puncaknya, saat berpidato ke Kepulauan Seribu, saat promosi program di wilayah Kepulauan Seribu. Ahok mengatakan agar warga jangan terpengaruh dengan isi Surat Al Maidah Ayat 51.
Dalam rekaman video, Ahok mengatakan &quot;Saya ingin cerita ini supaya bapak ibu semangat. Jadi enggak usah, ah... Nanti kalau enggak terpilih pasti Ahok programnya bubar. Enggak, saya sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih, karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya. Enggak apa-apa karena ini panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja,&quot;
</description><content:encoded>JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali mengajukan diri untuk memimpin Ibu Kota untuk lima tahun mendatang. Selama berkiprah di lingkungan Jakarta beberapa tahun terakhir, Ahok dikenal sebagai sosok yang temperamental. Selain itu, ia juga sering mengeluarkan pernyataan kontroversial, seperti ketika berpidato di Kepulauan Seribu hingga menyeretnya pada kasus penistaan agama.
Berikut catatan Okezone terkait kemarahan dan pernyataan Ahok.
Kamis 30 Juli 2015, Ahok murka lantaran adanya penyalahgunaan uang Kartu Jakarta Pintar (KJP). Terlebih lagi, duit tersebut dipakai oleh orang tua murid.
&amp;ldquo;Saya sengaja suruh staf saya ke ATM. Keluar satu orang bapak-bapak. Dia marah-marah. Katanya dulu tarik sejuta setengah langsung bisa. Sekarang malahan enggak bisa. Lalu staf saya 'belaga' jadi orang biasa. Dia tanya kenapa? Buat apa? Bapak itu jawab, iya ini kan KJP bisa saya pakai,&quot; terang Ahok.
&quot;Terus anak kalau beli tas, beli buku, bisa dipikirin cari (uang) lagi. Staf saya bilang, KJP kan namanya kartu pelajar, buat anak. Bapak itu bilang, kan bisa dipinjam dulu. Itu kan konyol,&quot; sambungnya.
Selanjutnya, Ahok tersulut amarahnya ketika melayani protes seorang pengusaha hotel yang mengaku izin operasi usaha miliknya akan dicabut. Pengusaha hotel bernama Handoyo tersebut merupakan pemilik Hotel Penthouse yang berlokasi di bilangan Mangga Besar, Jakarta Barat.
&quot;Jangan-jangan Bapak enggak bayar pajak 10 persen, jangan begitu loh Pak. Itu hak rakyat loh!&quot; ujar Ahok kesal sembari memukul berkas map putih, Kamis 15 Desember 2015.
Sementara pada 19 Mei 2016, Ahok naik pitam kepada salah satu media atas pemberitaan yang menyebutkan ada barter antara pengurangan angka tambahan kontribusi proyek reklamasi dengan pembiayaan penggusuran Kalijodo.
Sebagaimana diketahui, besaran kontribusi tambahan 15 persen disepakati antara Ahok dengan sejumlah pengembang dalam sebuah pertemuan pada 18 Maret 2014, yang menghasilkan pernyataan kesepakatan. Dalam sebuah pemberitaan disebutkan PT Agung Podomoro Land (APL), salah satu pengembang pulau reklamasi, membiayai penggusuran Kalijodo sebesar Rp300 miliar.
&quot;Ini kawan-kawan catet semua, kalau semua pengembang menggugat saya, membatalkan Semanggi segala macem, yang KLB maupun kewajiban tambahan pulau, ini dosa Tempo! Saya ngomong baik-baik pada kamu!,&quot; tukas Ahok dengan suara tinggi sambil berlalu ke ruangannya.
Sementara terkait trasnportasi, Ahok memarahi APTB. Bahkan, ia melarang APTB melaju di jalan Ibu Kota karena tidak bersedia berintegrasi dengan Transjakarta, dengan menetapkan tarif rupiah per kilometer.
&quot;APBT intinya, kita sudah kasih dia kesempatan. Kami ingin menawarkan setiap warga yang naik APTB cukup bayar Rp3.500, biar orang Tangerang, Bekasi, Depok hanya bayar sebesar itu. Harapannya kami, biar dia bisa lepasin orang naik motor. Artinya apa? sekarang kan mau naik APTB harus bayar Rp8 ribu hingga Rp12 ribu. Kalau nanti masuk ke kami enggak bayar lagi,&quot; ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Senin 7 Maret 2016.
Bahkan, mantan Bupati Belitung Timur itu juga memarahi awak media di Balaikota. Pada Kamis 16 Juni 2016, Ahok memarahi salah seorang wartawan online pada saat wawancara di Balai Kota DKI. Kemarawan Ahok berawal saat wartawan tersebut bertanya &quot;Berarti tidak ada pejabat yang sehebat bapak?&quot;
Kemudian Ahok menanggapi pertanyaan tersebut sebagai tuduhan dan langsung menanyakan asal media sang wartawan. Ia bahkan melarang wartawan tersebut masuk ke Balai Kota dan melakukan wawancara.
&quot;Anda dari koran apa? Makanya lain kali tidak usah masuk sini lagi, tidak jelas kalau gitu. Saya tegasin, kamu juga tidak usah nekan-nekan saya rekan media, saya tidak pernah takut,&quot; ujar Ahok dengan nada tinggi.
&quot;Saya tidak pernah takut sama kalian (media), jujur saja. Saya selalu katakan, kalau cahaya fajar pagi, kegelapan tidak bisa nutup. Rembang cahaya fajar akan terus merekah, tidak bisa kamu tahan, itu yang saya katakan. Jadi tidak usah bolak-balikin kalimat gitu,&quot; kata Ahok.
Tak hanya itu, Ahok juga mara kepada pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Taman Surapati. Bahkan, ia menilai para pedagang tersebut ngelunjak.
&quot;Taman Suropati itu gini, enggak boleh ngelunjak. Mau jualan kemarin boleh, tapi kan ini kalau malam parkir sudah kayak pasar malam, ya enggak boleh dong. Itu kan daerah ring satu, untuk hunian, marah orang lama-lama, ada Panglima, ada Wapres,&quot; kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin 13 Desember 2016.
Mantan Bupati Belitung Timur ini tadinya memperbolehkan para PKL berjualan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung taman. Namun, begitu satu pedagang menggelar lapak, kemudian banyak yang bergabung.
&quot;Tadinya kan saya pikir boleh lah jualan, orang mau minum apa. Tapi begitu satu laku, semua nyerbu, dibilangin enggak mau,&quot; imbuh dia.
Puncaknya, saat berpidato ke Kepulauan Seribu, saat promosi program di wilayah Kepulauan Seribu. Ahok mengatakan agar warga jangan terpengaruh dengan isi Surat Al Maidah Ayat 51.
Dalam rekaman video, Ahok mengatakan &quot;Saya ingin cerita ini supaya bapak ibu semangat. Jadi enggak usah, ah... Nanti kalau enggak terpilih pasti Ahok programnya bubar. Enggak, saya sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih, karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya. Enggak apa-apa karena ini panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja,&quot;
</content:encoded></item></channel></rss>
