<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PKB: Ada Upaya Memecah Belah NU</title><description>Lukman Edy mengatakan ada upaya memecah belah Nahdlatul Ulama (NU).</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/06/337/1610892/pkb-ada-upaya-memecah-belah-nu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/02/06/337/1610892/pkb-ada-upaya-memecah-belah-nu"/><item><title>PKB: Ada Upaya Memecah Belah NU</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/06/337/1610892/pkb-ada-upaya-memecah-belah-nu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/02/06/337/1610892/pkb-ada-upaya-memecah-belah-nu</guid><pubDate>Senin 06 Februari 2017 17:50 WIB</pubDate><dc:creator>Bayu Septianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/06/337/1610892/pkb-ada-upaya-memecah-belah-nu-pquEB47u0t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/06/337/1610892/pkb-ada-upaya-memecah-belah-nu-pquEB47u0t.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy mengatakan ada upaya memecah belah Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu menyusul adanya acara Istigasah Kebangsaan Warga Nahdliyin Jakarta di rumah Ketua Umum PPP Djan Faridz pada Minggu 5 Februari 2017 yang dihadiri Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menegaskan bahwa acara tersebut diselenggarakan tanpa sepengetahuan pihaknya dan tidak ada sangkut pautnya dengan para pengurus.
&quot;Pasti adalah (upaya memecah belah). Makanya sekarang seluruh PBNU kompak merilis bahwa itu bukan acara mereka. NU menyatakan karena yang selalu bikin manipulasi adalah pihak Ahok,&quot; kata Lukman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2017).
Lukman melanjutkan, banyak pihak memanfaatkan kebesaran NU untuk dibawa ke dalam masalah Pilgub DKI Jakarta 2017. Meski begitu, lanjut dia, PBNU tak pernah mengikuti bayang-bayang politik praktis.
&quot;Enggak pernah PBNU ikut bayang praktis politik, pasti high politic dan seruan moral,&quot; ujar Lukman.
Wakil ketua Komisi II DPR ini berharap PBNU tidak menerima ajakan atau undangan dari setiap calon di Pilgub DKI. Hal itu untuk menghindari pihak-pihak yang tak bertanggung jawab memanfaatkan kaum Nahdliyin dalam momen lima tahunan tersebut.
&quot;Pasti akan dimanfaatkan. Makannya kalau yang kemarin sudahlah, menjelang pemilihan ini enggak usahlah menerima-menerima,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy mengatakan ada upaya memecah belah Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu menyusul adanya acara Istigasah Kebangsaan Warga Nahdliyin Jakarta di rumah Ketua Umum PPP Djan Faridz pada Minggu 5 Februari 2017 yang dihadiri Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menegaskan bahwa acara tersebut diselenggarakan tanpa sepengetahuan pihaknya dan tidak ada sangkut pautnya dengan para pengurus.
&quot;Pasti adalah (upaya memecah belah). Makanya sekarang seluruh PBNU kompak merilis bahwa itu bukan acara mereka. NU menyatakan karena yang selalu bikin manipulasi adalah pihak Ahok,&quot; kata Lukman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2017).
Lukman melanjutkan, banyak pihak memanfaatkan kebesaran NU untuk dibawa ke dalam masalah Pilgub DKI Jakarta 2017. Meski begitu, lanjut dia, PBNU tak pernah mengikuti bayang-bayang politik praktis.
&quot;Enggak pernah PBNU ikut bayang praktis politik, pasti high politic dan seruan moral,&quot; ujar Lukman.
Wakil ketua Komisi II DPR ini berharap PBNU tidak menerima ajakan atau undangan dari setiap calon di Pilgub DKI. Hal itu untuk menghindari pihak-pihak yang tak bertanggung jawab memanfaatkan kaum Nahdliyin dalam momen lima tahunan tersebut.
&quot;Pasti akan dimanfaatkan. Makannya kalau yang kemarin sudahlah, menjelang pemilihan ini enggak usahlah menerima-menerima,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
