<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KISAH: 5 Manusia yang Dikutuk Jadi Batu</title><description>Manusia yang dikutuk jadi batu tak hanya Malin Kundang, lho, simak kisahnya di sini!</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/07/337/1611087/kisah-5-manusia-yang-dikutuk-jadi-batu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/02/07/337/1611087/kisah-5-manusia-yang-dikutuk-jadi-batu"/><item><title>KISAH: 5 Manusia yang Dikutuk Jadi Batu</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/07/337/1611087/kisah-5-manusia-yang-dikutuk-jadi-batu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/02/07/337/1611087/kisah-5-manusia-yang-dikutuk-jadi-batu</guid><pubDate>Selasa 07 Februari 2017 08:17 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/06/337/1611087/kisah-5-manusia-yang-dikutuk-jadi-batu-INPnidkmMO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Patung batu Malin Kundang (Foto: Rus Akbar/OKEZONE)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/06/337/1611087/kisah-5-manusia-yang-dikutuk-jadi-batu-INPnidkmMO.jpg</image><title>Patung batu Malin Kundang (Foto: Rus Akbar/OKEZONE)</title></images><description>SETIAP orangtua biasanya untuk menasihati seorang anak agar tak berkelakuan buruk dan tak durhaka, sering ditakut-takuti dengan cerita tentang Malin Kundang. Nah, kisah si Malin Kundang ini sudah &amp;ldquo;kondang&amp;rdquo; jadi salah satu cerita yang paling dikenal di Indonesia.

Dikisahkan di sebuah wilayah di Padang, Sumatera Barat, terdapat seorang anak yang merantau hingga menjadi kaya raya. Si Malin ini malu kalau menceritakan pada orang-orang bahwa dia lahir dari seorang ibu yang miskin.

Suatu ketika Si Malin pulang ke kampungnya, dia enggan mengakui ibunya sendiri dan mengklaim bahwa ibu kandungnya sudah meninggal. Sang ibu yang datang padanya pun tersayat hatinya hingga tak sengaja terucap mengutuk Si Malin jadi batu.

Seketika, si Malin yang tengah berlayar diterjang badai besar dan kapalnya hancur. Saat badai reda, si Malin yang durhaka berubah jadi batu yang berbentuk manusia tengah bersujud.Nah, sebenarnya kisah-kisah seperti ini tak hanya dialami Malin lho.  Di beberapa belahan dunia lain, ada sejumlah kisah serupa. Simak empat  kisah lainnya di bawah ini.

1.	Bowerman&amp;rsquo;s Nose

Di sebuah daerah di Dartmoor, Devon, Inggris, terdapat sebuah batu  setinggi 6,6 meter yang dikenal dengan nama Bowerman&amp;rsquo;s Nose. Bentuknya  sangat mirip dengan sosok manusia dengan hidung mencuat dan ternyata,  ada kisah di balik batu itu. Kisah singkatnya adalah pada suatu hari,  seorang pemburu bernama Bowerman.

Dia bersama kawanan anjingnya masuk hutan dan mengusik sejumlah  penyihir yang tengah melakukan ritual. Salah satu anjingnya menumpahkan  kuali ritual penyihir dan anjingnya disihir menjadi kelinci. Bowerman  yang kabur segera dikejar dan ketika dikepung, Bowerman dikutuk jadi  batu yang sekarang dikenal sebagai batu Bowerman&amp;rsquo;s Nose itu.2.	Three Sisters

Di Blue Mountains, Negara Bagian New South Wales, Australia, terdapat   tiga batu lonjong yang dikenal dengan nama Meehni (setinggi 922  meter),  Wimlah (918 m) dan Gunnedoo (906 m). Warga setempat meyakini  bahwa tiga  batu itu berasal dari tiga saudari yang dikutuk jadi batu  raksasa itu.

Alkisah tiga gadis dari Suku Katoomba, yakni Meehni, Wimlah dan   Gunnedoo, punya jalinan cinta dengan tiga pemuda dari Suku Nepean yang   jadi musuh bebuyutan Suku Katoomba. Tiga saudari yang hendak menolong   tiga pemuda dari Suku Nepean saat terjadi perang, justru dikutuk jadi   batu oleh seorang dukun yang sayangnya, tewas sebelum mengubah ketiganya   kembali jadi manusia.

3.	Arca Roro Jonggrang

Dalam kompleks Candi Siwa di Pranbanan, terdapat satu arca Dewi Durga   Mahisashumardani. Dari berbagai versi, arca itu dikatakan perwujudan   dari sosok Putri Roro Jonggrang, seorang putri jelita dari Kerajaan Boko   yang ditaksir pangeran dari Kerajaan Pengging, yakni Bandung  Bondowoso.  Roro Jonggrang meminta dibuatkan seribu candi sebagai tanda  cinta yang  diharapkan mustahil dibangun Bandung Bondowoso.

Dalam upayanya ketika sudah membangun 999 candi berkat bantuan para   jin, Roro Jonggrang bertindak &amp;ldquo;curang&amp;rdquo; dengan menyuruh para dayang   menumbuk padi agar mengira hari sudah pagi dan kemudian kabur. Bandung   Bondowoso tak terima dan mengutuk Roro Jonggrang jadi arca batu untuk   menggenapi candi-candi yang sudah dibangun sebelumnya.4.	Patung Wanita di Goa Putri

Di Sumatera Selatan terdapat sebuah Goa Putri dengan sebuah kisah    legenda di baliknya. Dahulu kala, tersebutlah seorang Putri Dayang    Merindu nan jelita yang tengah mandi di muara Sungai Semuhun. Suatu    ketika, sang putri yang tengah mandi disapa seorang pemuda bernama    Serunting

Pemuda ini dikenal punya kesaktian &amp;ldquo;Pahit Lidah&amp;rdquo;. Tapi saat menyapa    sang putri, Serunting &amp;lsquo;dicuekin&amp;rsquo; dan menganggap sang putri sombong.  Saat   Serunting berkata: &amp;ldquo;Sombong sekali putri kini, diam seperti  batu&amp;rdquo;,   seketika sang putri cantik itu berubah jadi batu.</description><content:encoded>SETIAP orangtua biasanya untuk menasihati seorang anak agar tak berkelakuan buruk dan tak durhaka, sering ditakut-takuti dengan cerita tentang Malin Kundang. Nah, kisah si Malin Kundang ini sudah &amp;ldquo;kondang&amp;rdquo; jadi salah satu cerita yang paling dikenal di Indonesia.

Dikisahkan di sebuah wilayah di Padang, Sumatera Barat, terdapat seorang anak yang merantau hingga menjadi kaya raya. Si Malin ini malu kalau menceritakan pada orang-orang bahwa dia lahir dari seorang ibu yang miskin.

Suatu ketika Si Malin pulang ke kampungnya, dia enggan mengakui ibunya sendiri dan mengklaim bahwa ibu kandungnya sudah meninggal. Sang ibu yang datang padanya pun tersayat hatinya hingga tak sengaja terucap mengutuk Si Malin jadi batu.

Seketika, si Malin yang tengah berlayar diterjang badai besar dan kapalnya hancur. Saat badai reda, si Malin yang durhaka berubah jadi batu yang berbentuk manusia tengah bersujud.Nah, sebenarnya kisah-kisah seperti ini tak hanya dialami Malin lho.  Di beberapa belahan dunia lain, ada sejumlah kisah serupa. Simak empat  kisah lainnya di bawah ini.

1.	Bowerman&amp;rsquo;s Nose

Di sebuah daerah di Dartmoor, Devon, Inggris, terdapat sebuah batu  setinggi 6,6 meter yang dikenal dengan nama Bowerman&amp;rsquo;s Nose. Bentuknya  sangat mirip dengan sosok manusia dengan hidung mencuat dan ternyata,  ada kisah di balik batu itu. Kisah singkatnya adalah pada suatu hari,  seorang pemburu bernama Bowerman.

Dia bersama kawanan anjingnya masuk hutan dan mengusik sejumlah  penyihir yang tengah melakukan ritual. Salah satu anjingnya menumpahkan  kuali ritual penyihir dan anjingnya disihir menjadi kelinci. Bowerman  yang kabur segera dikejar dan ketika dikepung, Bowerman dikutuk jadi  batu yang sekarang dikenal sebagai batu Bowerman&amp;rsquo;s Nose itu.2.	Three Sisters

Di Blue Mountains, Negara Bagian New South Wales, Australia, terdapat   tiga batu lonjong yang dikenal dengan nama Meehni (setinggi 922  meter),  Wimlah (918 m) dan Gunnedoo (906 m). Warga setempat meyakini  bahwa tiga  batu itu berasal dari tiga saudari yang dikutuk jadi batu  raksasa itu.

Alkisah tiga gadis dari Suku Katoomba, yakni Meehni, Wimlah dan   Gunnedoo, punya jalinan cinta dengan tiga pemuda dari Suku Nepean yang   jadi musuh bebuyutan Suku Katoomba. Tiga saudari yang hendak menolong   tiga pemuda dari Suku Nepean saat terjadi perang, justru dikutuk jadi   batu oleh seorang dukun yang sayangnya, tewas sebelum mengubah ketiganya   kembali jadi manusia.

3.	Arca Roro Jonggrang

Dalam kompleks Candi Siwa di Pranbanan, terdapat satu arca Dewi Durga   Mahisashumardani. Dari berbagai versi, arca itu dikatakan perwujudan   dari sosok Putri Roro Jonggrang, seorang putri jelita dari Kerajaan Boko   yang ditaksir pangeran dari Kerajaan Pengging, yakni Bandung  Bondowoso.  Roro Jonggrang meminta dibuatkan seribu candi sebagai tanda  cinta yang  diharapkan mustahil dibangun Bandung Bondowoso.

Dalam upayanya ketika sudah membangun 999 candi berkat bantuan para   jin, Roro Jonggrang bertindak &amp;ldquo;curang&amp;rdquo; dengan menyuruh para dayang   menumbuk padi agar mengira hari sudah pagi dan kemudian kabur. Bandung   Bondowoso tak terima dan mengutuk Roro Jonggrang jadi arca batu untuk   menggenapi candi-candi yang sudah dibangun sebelumnya.4.	Patung Wanita di Goa Putri

Di Sumatera Selatan terdapat sebuah Goa Putri dengan sebuah kisah    legenda di baliknya. Dahulu kala, tersebutlah seorang Putri Dayang    Merindu nan jelita yang tengah mandi di muara Sungai Semuhun. Suatu    ketika, sang putri yang tengah mandi disapa seorang pemuda bernama    Serunting

Pemuda ini dikenal punya kesaktian &amp;ldquo;Pahit Lidah&amp;rdquo;. Tapi saat menyapa    sang putri, Serunting &amp;lsquo;dicuekin&amp;rsquo; dan menganggap sang putri sombong.  Saat   Serunting berkata: &amp;ldquo;Sombong sekali putri kini, diam seperti  batu&amp;rdquo;,   seketika sang putri cantik itu berubah jadi batu.</content:encoded></item></channel></rss>
