<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HISTORIPEDIA: Gerilya Pasukan Inggris-India di Burma</title><description>Pasukan gabungan Inggris-India yang disebut  juga dengan Chindits  meluncurkan serangan gerilya ke basis pertahanan Jepang di Burma.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/08/18/1612149/historipedia-gerilya-pasukan-inggris-india-di-burma</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/02/08/18/1612149/historipedia-gerilya-pasukan-inggris-india-di-burma"/><item><title>HISTORIPEDIA: Gerilya Pasukan Inggris-India di Burma</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/08/18/1612149/historipedia-gerilya-pasukan-inggris-india-di-burma</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/02/08/18/1612149/historipedia-gerilya-pasukan-inggris-india-di-burma</guid><pubDate>Rabu 08 Februari 2017 08:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/07/18/1612149/historipedia-gerilya-pasukan-inggris-india-di-burma-nuvAWzVTpp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mayor Jenderal Orde Charles Wingate (Tengah) Bersama Pasukannya. (Foto: Spothlight)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/07/18/1612149/historipedia-gerilya-pasukan-inggris-india-di-burma-nuvAWzVTpp.jpg</image><title>Mayor Jenderal Orde Charles Wingate (Tengah) Bersama Pasukannya. (Foto: Spothlight)</title></images><description>PADA 8 Februari 1943, di bawah komando Mayor Jenderal, Orde Charles Wingate pasukan gabungan Inggris-India yang disebut  juga dengan Chindits meluncurkan serangan gerilya ke garis belakang pertahanan milik Jepang, yaitu Burma. Sebelum meraih kemerdekaan pada 1947, India merupakan negara jajahan Inggris. Pasukan India yang tergabung dalam Chindits berperan sebagai basis pertahanan kedua dari pasukan Inggris.

Mayor Jenderal Wingate adalah seorang perwira Inggris eksentrik. Ia terkenal dalam kepandaiannya merancang taktik perang tak beraturan yang terinspirasi dari Alkitab. Karirnya sebagai pejuang gerilya dimulai ketika ia menyelenggarakan patroli bawah tanah Yahudi untuk memukul mundur serangan Arab di Inggris yang dikuasai Palestina pada 1930-an.

Pada 1941, Wingate memimpin pasukan campuran Ethiopia dan Sudan merebut kembali Addis Ababa, ibukota Ethiopia, dari tangan Italia, yang menginvasi pada 1935.

Ketika kampanye gabungan antar Jepang, China, Burma muncul berdasarkan pengalamannya sebagai pasuka gerilya, Wingate dikirim ke India untuk melatih dan mengatur pasukan khusus Gurkha (Nepal) dalam rangka melakukan gerilya ke Burma. Wingate dan pasukannya kemudian memasuki Burma  melewati Sungai Chindwin, Barat Burma hingga menembus wilayah yang dikuasai Jepang.

Di wilayah kekuasaan Jepang tersebut, Pasukan Chindits menghancurkan jalur pasokan logistik dan memutus arus komunikasi. Salah satu serangan paling efektif dari Chindits adalah serangan yang ditujukkan pada kereta api Mandalay-Myitkina dan  meledakkan tiga jembatan. Pasukan Jepang pun berhasil dipukul mundur.

Pasukan Chindits terus menyerang membabi buta, bahkan membunuh seratus Tentara Jepang walaupun dalam kondisi terjepit. Chindits diketahui mengalami krisis pasokan logistik dan terkendala medan tempur yang sulit. Hal tersebut kemudian memaksa mereka kembali ke India. Kemudian pada 1944 Pasukan Chindits resmi dibubarkan. (rav)</description><content:encoded>PADA 8 Februari 1943, di bawah komando Mayor Jenderal, Orde Charles Wingate pasukan gabungan Inggris-India yang disebut  juga dengan Chindits meluncurkan serangan gerilya ke garis belakang pertahanan milik Jepang, yaitu Burma. Sebelum meraih kemerdekaan pada 1947, India merupakan negara jajahan Inggris. Pasukan India yang tergabung dalam Chindits berperan sebagai basis pertahanan kedua dari pasukan Inggris.

Mayor Jenderal Wingate adalah seorang perwira Inggris eksentrik. Ia terkenal dalam kepandaiannya merancang taktik perang tak beraturan yang terinspirasi dari Alkitab. Karirnya sebagai pejuang gerilya dimulai ketika ia menyelenggarakan patroli bawah tanah Yahudi untuk memukul mundur serangan Arab di Inggris yang dikuasai Palestina pada 1930-an.

Pada 1941, Wingate memimpin pasukan campuran Ethiopia dan Sudan merebut kembali Addis Ababa, ibukota Ethiopia, dari tangan Italia, yang menginvasi pada 1935.

Ketika kampanye gabungan antar Jepang, China, Burma muncul berdasarkan pengalamannya sebagai pasuka gerilya, Wingate dikirim ke India untuk melatih dan mengatur pasukan khusus Gurkha (Nepal) dalam rangka melakukan gerilya ke Burma. Wingate dan pasukannya kemudian memasuki Burma  melewati Sungai Chindwin, Barat Burma hingga menembus wilayah yang dikuasai Jepang.

Di wilayah kekuasaan Jepang tersebut, Pasukan Chindits menghancurkan jalur pasokan logistik dan memutus arus komunikasi. Salah satu serangan paling efektif dari Chindits adalah serangan yang ditujukkan pada kereta api Mandalay-Myitkina dan  meledakkan tiga jembatan. Pasukan Jepang pun berhasil dipukul mundur.

Pasukan Chindits terus menyerang membabi buta, bahkan membunuh seratus Tentara Jepang walaupun dalam kondisi terjepit. Chindits diketahui mengalami krisis pasokan logistik dan terkendala medan tempur yang sulit. Hal tersebut kemudian memaksa mereka kembali ke India. Kemudian pada 1944 Pasukan Chindits resmi dibubarkan. (rav)</content:encoded></item></channel></rss>
