<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pesawat Dirombak Demi Angkut Perempuan Tergemuk di Dunia</title><description>Eman Ahmed Abd El Aty akan menjalani prosedur sedot lemak untuk menurunkan berat badan dan menyelamatkan hidupnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/11/18/1615541/pesawat-dirombak-demi-angkut-perempuan-tergemuk-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/02/11/18/1615541/pesawat-dirombak-demi-angkut-perempuan-tergemuk-di-dunia"/><item><title>Pesawat Dirombak Demi Angkut Perempuan Tergemuk di Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/11/18/1615541/pesawat-dirombak-demi-angkut-perempuan-tergemuk-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/02/11/18/1615541/pesawat-dirombak-demi-angkut-perempuan-tergemuk-di-dunia</guid><pubDate>Sabtu 11 Februari 2017 02:48 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/11/18/1615541/pesawat-dirombak-demi-angkut-perempuan-tergemuk-di-dunia-zHxH4lRbAt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Eman Ahmed Abd El Aty. (Foto: CEN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/11/18/1615541/pesawat-dirombak-demi-angkut-perempuan-tergemuk-di-dunia-zHxH4lRbAt.jpg</image><title>Eman Ahmed Abd El Aty. (Foto: CEN)</title></images><description>KAIRO &amp;ndash; Rekor perempuan tergemuk di dunia saat ini dipegang oleh warga negara Amerika Serikat, Pauline Potter. Namun di Mesir, ternyata ada seorang pasien obesitas yang tak kalah beratnya dari Potter, yakni 495,3 kilogram.
Orang yang dimaksud adalah Eman Ahmed Abd El Aty (36). Pihak keluarga menjelaskan, Aty menderita penyakit kaki gajah sejak kecil. Selain bagian kaki, penyakit ini juga menyebabkan seluruh tubuhnya lekas membengkak.
Setelah terbaring tak berdaya selama 25 tahun, kini dia akan segera dibawa ke India untuk mendapatkan perawatan intensif. Pertanyannya sekarang, bagaimana dia akan pergi? Jawabannya, tak lain dengan pesawat terbang.
Sayangnya, untuk penumpang seukuran Aty, tidak ada maskapai penerbangan yang bersedia memberangkatkannya. &amp;ldquo;Membawa Eman ke Mumbai menjadi tantangan tersendiri, terlepas dari kasus kesehatannya yang sudah kompleks. Dia adalah pasien yang sangat riskan kondisinya dan belum pernah keluar rumah selama 25 tahun,&amp;rdquo; terang dokternya, Muffazal Lakdawala. Demikian seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (11/2/2017).
Selain filariasis, Aty yang sejak usia 11 tahun hanya mampu berbaring di ranjang terdiagnosa juga menderita penyakit komplikasi. Di antaranya, diabetes, tekanan darah tinggi dan gangguan tidur yang mengganggu pernafasan (sleep apnea).
Kasus ini sampai ke telinga Lakdawala. Ia pun menawarkan diri untuk melakukan operasi bariatik kepada Aty. Keluarga pun menyambut baik tawaran tersebut.
Kendati begitu, perjalanan Aty untuk menurunkan berat badan dan hidup normal, menemui banyak rintangan. Pertama, tidak ada pesawat komersil yang bisa menyiapkan tempat duduk bagi Aty. Kedua, ia sempat terkendala perizinan visa.
Dokter Lakdawala banyak membantu dalam hal ini. Ketika visa Aty ditolak, sang dokter mengirim sinyal SOS kepada Menteri Luar Negeri India,  Sushma Swaraj. Pada masa itu, Swaraj juga sedang berada di rumah sakit menunggu transplantasi ginjal. Akan tetapi, Beliau tetap mampu merespon cepat permohonan tersebut.
Kini, pesawat yang diharapkan akhirnya muncul. Sebuah pesawat Airbus akan dirombak khusus untuk mengantar Aty dari Mesir ke ke Rumah Sakit Saifee di Mumbai, India. Rencananya,  ia akan tiba di Mumbai pada Sabtu 10 Februari pagi waktu setempat.
&amp;ldquo;Persiapan untuk membawanya terbang, satu tim kedokteran sudah tiba di Mesir selama 10 hari terakhir. Mereka di sini untuk memastikan kondisinya stabil selama perjalanan,&amp;rdquo; terang Lakdawala.
Kakakn pasien saat ini sudah lebih dulu tiba di Lakdawala. Sejak Oktober, kakaknya menjadi sosok yang gencar mendesak agar saudaranya segera mendapat perhatian medis dan perawatan yang semustinya.</description><content:encoded>KAIRO &amp;ndash; Rekor perempuan tergemuk di dunia saat ini dipegang oleh warga negara Amerika Serikat, Pauline Potter. Namun di Mesir, ternyata ada seorang pasien obesitas yang tak kalah beratnya dari Potter, yakni 495,3 kilogram.
Orang yang dimaksud adalah Eman Ahmed Abd El Aty (36). Pihak keluarga menjelaskan, Aty menderita penyakit kaki gajah sejak kecil. Selain bagian kaki, penyakit ini juga menyebabkan seluruh tubuhnya lekas membengkak.
Setelah terbaring tak berdaya selama 25 tahun, kini dia akan segera dibawa ke India untuk mendapatkan perawatan intensif. Pertanyannya sekarang, bagaimana dia akan pergi? Jawabannya, tak lain dengan pesawat terbang.
Sayangnya, untuk penumpang seukuran Aty, tidak ada maskapai penerbangan yang bersedia memberangkatkannya. &amp;ldquo;Membawa Eman ke Mumbai menjadi tantangan tersendiri, terlepas dari kasus kesehatannya yang sudah kompleks. Dia adalah pasien yang sangat riskan kondisinya dan belum pernah keluar rumah selama 25 tahun,&amp;rdquo; terang dokternya, Muffazal Lakdawala. Demikian seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (11/2/2017).
Selain filariasis, Aty yang sejak usia 11 tahun hanya mampu berbaring di ranjang terdiagnosa juga menderita penyakit komplikasi. Di antaranya, diabetes, tekanan darah tinggi dan gangguan tidur yang mengganggu pernafasan (sleep apnea).
Kasus ini sampai ke telinga Lakdawala. Ia pun menawarkan diri untuk melakukan operasi bariatik kepada Aty. Keluarga pun menyambut baik tawaran tersebut.
Kendati begitu, perjalanan Aty untuk menurunkan berat badan dan hidup normal, menemui banyak rintangan. Pertama, tidak ada pesawat komersil yang bisa menyiapkan tempat duduk bagi Aty. Kedua, ia sempat terkendala perizinan visa.
Dokter Lakdawala banyak membantu dalam hal ini. Ketika visa Aty ditolak, sang dokter mengirim sinyal SOS kepada Menteri Luar Negeri India,  Sushma Swaraj. Pada masa itu, Swaraj juga sedang berada di rumah sakit menunggu transplantasi ginjal. Akan tetapi, Beliau tetap mampu merespon cepat permohonan tersebut.
Kini, pesawat yang diharapkan akhirnya muncul. Sebuah pesawat Airbus akan dirombak khusus untuk mengantar Aty dari Mesir ke ke Rumah Sakit Saifee di Mumbai, India. Rencananya,  ia akan tiba di Mumbai pada Sabtu 10 Februari pagi waktu setempat.
&amp;ldquo;Persiapan untuk membawanya terbang, satu tim kedokteran sudah tiba di Mesir selama 10 hari terakhir. Mereka di sini untuk memastikan kondisinya stabil selama perjalanan,&amp;rdquo; terang Lakdawala.
Kakakn pasien saat ini sudah lebih dulu tiba di Lakdawala. Sejak Oktober, kakaknya menjadi sosok yang gencar mendesak agar saudaranya segera mendapat perhatian medis dan perawatan yang semustinya.</content:encoded></item></channel></rss>
