<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kanibal Kanada Dibebaskan Setelah 9 Tahun Mendekam di RS Jiwa</title><description>Kanibal Kanada dibebaskan setelah sembilan tahun mendekam di Rumah Sakit Jiwa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/12/18/1616002/kanibal-kanada-dibebaskan-setelah-9-tahun-mendekam-di-rs-jiwa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/02/12/18/1616002/kanibal-kanada-dibebaskan-setelah-9-tahun-mendekam-di-rs-jiwa"/><item><title>Kanibal Kanada Dibebaskan Setelah 9 Tahun Mendekam di RS Jiwa</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/12/18/1616002/kanibal-kanada-dibebaskan-setelah-9-tahun-mendekam-di-rs-jiwa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/02/12/18/1616002/kanibal-kanada-dibebaskan-setelah-9-tahun-mendekam-di-rs-jiwa</guid><pubDate>Minggu 12 Februari 2017 00:49 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/12/18/1616002/kanibal-kanada-dibebaskan-setelah-9-tahun-mendekam-di-rs-jiwa-XS6R6Qy8Xw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Will Baker. (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/12/18/1616002/kanibal-kanada-dibebaskan-setelah-9-tahun-mendekam-di-rs-jiwa-XS6R6Qy8Xw.jpg</image><title>Will Baker. (Foto: AP)</title></images><description>MANITOBA &amp;ndash; Kanibal Kanada dibebaskan setelah sembilan tahun mendekam di Rumah Sakit Jiwa. Demikian badan peninjau di Manitoba memerintahkan pelepasannya kembali ke masyarakat setelah memastikan pria itu takkan lagi menimbulkan bahaya yang signifikan.
&amp;ldquo;Dia tidak lagi berbahaya. Saya amat yakin bahwa dia sudah paham apa yang harus dilakukannya. Dia akan berkomitmen meminum obat-obatnya dan juga punya tekad kuat untuk bertanggung jawab, hidup lebih bermoral. Ia juga tidak akan menyerah lagi pada kejiwaannya dan menyakiti orang,&amp;rdquo; ujar Direktur Eksekutif Pengawas Schizophrenia di Manitoba, Chris Summerville. Demikian seperti diwartakan Daily Mail, Minggu (12/2/2017).

Will Baker. (Foto: Reuters)
Kasus yang dimaksud bergulir pada 2008. Masih terngiang rasanya kengerian di dalam bus Kanada itu, meski sembilan tahun telah berlalu. Adalah Will Baker atau juga dikenal sebagai Vince Weiguang yang memicu tragedi tersebut.
Tim McLean (22) duduk di sebelahnya di dalam bus menuju Winnipeg. Sambil tersenyum, pemuda yang bekerja di karnaval tersebut mencoba bersikap ramah dengan sesama penumpang, yakni Baker (waktu itu masih berusia 40 tahun).
Pemuda itu menanyakan bagaimana kabar Baker, tetapi yang bersangkutan malah mendengar suara berbeda. Baginya saat itu, Tuhan yang bersabda. Dalam pikirannya, Tuhan berkali-kali menyuruh dia membunuh pria di sebelahnya atau dirinya akan segera mati sebagai gantinya.Baker ketakutan. Dia pun menurut. Dengan kalap, dia menusuk-nusuk  McLean. Korban megap-megap berusaha menghindari serangan tak terduga.  Seluruh penumpang sontak kabur menyaksikan pembunuhan sadis tersebut.  Akan tetapi, Baker belum selesai.
Setelah berhasil menghabisi nyawa korban. Baker memutilasi McLean,  lalu mengiris jasadnya untuk dimakan. Sebelum ditangkap, dia turun  memamerkan kepala korban kepada para penumpang yang bergidik ngeri.
Ketika polisi tiba di lokasi kejadian, banyak penumpang terduduk  lemas di pinggir jalan dan menangis. Bahkan ada yang muntah-muntah.  Sementara korban ditemukan dalam keadaan sudah tanpa mata dan sebagian  jantungnya hilang. Diduga dimakan oleh Baker.

Tim McLean. (Foto: Facebook)
Baker kemudian dijebloskan ke penjara. Penyelidikan dilangsungkan dan  pengadilan digelar. Hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosa Baker  menderita schizophrenia. Hakim memutuskan, pelaku direhabilitasi di  Rumah Sakit Jiwa di Manitoba.
Di sana, Baker mendapatkan perawatan yang semustinya. Dia juga  bertemu dengan Summerville yang konsen terhadap penderita schizophrenia.  Kepada Summerville, Baker mau membuka hatinya. Dalam suatu wawancara  pada 2012, Baker mengaku sadar bahwa orang-orang seperti takut padanya.
&amp;ldquo;Saya tahu orang-orang takut pada saya karena kejadian di bus  Greyhound waktu itu. Saya tidak membahayakan siapa pun. Saya juga tidak  percaya pada alien. Sekarang saya sudah tidak mendengar suara-suara  lagi. Saya minum obat setiap hari. Saya menenggaknya dengan senang hati  karena tidak ada lagi suara aneh yang muncul di kepala saya,&amp;rdquo; tutur  Baker.Pembebasan Baker lantas membuat ibunda korban, Carol de Delley   khawatir. Dia menentang dilepaskannya pria berdarah China itu ke publik,   katanya di Facebook, &amp;ldquo;saya benar-benar kehabisan kata-kata.&amp;rdquo; Sebab   menurutnya, tak ada jaminan setelah dibebaskan pelaku bisa rutin meminum   obatnya.

Ibu Tim McLean (22), Carol de Delley. (Foto: Shutterstock)
Pengadilan sebenarnya telah membiarkan Baker tinggal di apartemennya   di Winnipeg sejak November 2016. Hanya saja dia masih dalam pengawasan   dokter. Sekarang setelah pengadilan membebaskannya, dia takkan diawasi   lagi.
Dokter yang menangani kasusnya, Jeffrey Waldman mengungkap, hal   pertama yang ingin dilakukan Baker setelah bebas adalah mengunjungi   keluarganya. Akan tetapi, dia akan tinggal dulu di Winnipeg selama dua   sampai tiga tahun ke depan. Dia sedang mendaftar untuk program pelatihan   dan rencana pengembangan karier di kota tersebut.</description><content:encoded>MANITOBA &amp;ndash; Kanibal Kanada dibebaskan setelah sembilan tahun mendekam di Rumah Sakit Jiwa. Demikian badan peninjau di Manitoba memerintahkan pelepasannya kembali ke masyarakat setelah memastikan pria itu takkan lagi menimbulkan bahaya yang signifikan.
&amp;ldquo;Dia tidak lagi berbahaya. Saya amat yakin bahwa dia sudah paham apa yang harus dilakukannya. Dia akan berkomitmen meminum obat-obatnya dan juga punya tekad kuat untuk bertanggung jawab, hidup lebih bermoral. Ia juga tidak akan menyerah lagi pada kejiwaannya dan menyakiti orang,&amp;rdquo; ujar Direktur Eksekutif Pengawas Schizophrenia di Manitoba, Chris Summerville. Demikian seperti diwartakan Daily Mail, Minggu (12/2/2017).

Will Baker. (Foto: Reuters)
Kasus yang dimaksud bergulir pada 2008. Masih terngiang rasanya kengerian di dalam bus Kanada itu, meski sembilan tahun telah berlalu. Adalah Will Baker atau juga dikenal sebagai Vince Weiguang yang memicu tragedi tersebut.
Tim McLean (22) duduk di sebelahnya di dalam bus menuju Winnipeg. Sambil tersenyum, pemuda yang bekerja di karnaval tersebut mencoba bersikap ramah dengan sesama penumpang, yakni Baker (waktu itu masih berusia 40 tahun).
Pemuda itu menanyakan bagaimana kabar Baker, tetapi yang bersangkutan malah mendengar suara berbeda. Baginya saat itu, Tuhan yang bersabda. Dalam pikirannya, Tuhan berkali-kali menyuruh dia membunuh pria di sebelahnya atau dirinya akan segera mati sebagai gantinya.Baker ketakutan. Dia pun menurut. Dengan kalap, dia menusuk-nusuk  McLean. Korban megap-megap berusaha menghindari serangan tak terduga.  Seluruh penumpang sontak kabur menyaksikan pembunuhan sadis tersebut.  Akan tetapi, Baker belum selesai.
Setelah berhasil menghabisi nyawa korban. Baker memutilasi McLean,  lalu mengiris jasadnya untuk dimakan. Sebelum ditangkap, dia turun  memamerkan kepala korban kepada para penumpang yang bergidik ngeri.
Ketika polisi tiba di lokasi kejadian, banyak penumpang terduduk  lemas di pinggir jalan dan menangis. Bahkan ada yang muntah-muntah.  Sementara korban ditemukan dalam keadaan sudah tanpa mata dan sebagian  jantungnya hilang. Diduga dimakan oleh Baker.

Tim McLean. (Foto: Facebook)
Baker kemudian dijebloskan ke penjara. Penyelidikan dilangsungkan dan  pengadilan digelar. Hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosa Baker  menderita schizophrenia. Hakim memutuskan, pelaku direhabilitasi di  Rumah Sakit Jiwa di Manitoba.
Di sana, Baker mendapatkan perawatan yang semustinya. Dia juga  bertemu dengan Summerville yang konsen terhadap penderita schizophrenia.  Kepada Summerville, Baker mau membuka hatinya. Dalam suatu wawancara  pada 2012, Baker mengaku sadar bahwa orang-orang seperti takut padanya.
&amp;ldquo;Saya tahu orang-orang takut pada saya karena kejadian di bus  Greyhound waktu itu. Saya tidak membahayakan siapa pun. Saya juga tidak  percaya pada alien. Sekarang saya sudah tidak mendengar suara-suara  lagi. Saya minum obat setiap hari. Saya menenggaknya dengan senang hati  karena tidak ada lagi suara aneh yang muncul di kepala saya,&amp;rdquo; tutur  Baker.Pembebasan Baker lantas membuat ibunda korban, Carol de Delley   khawatir. Dia menentang dilepaskannya pria berdarah China itu ke publik,   katanya di Facebook, &amp;ldquo;saya benar-benar kehabisan kata-kata.&amp;rdquo; Sebab   menurutnya, tak ada jaminan setelah dibebaskan pelaku bisa rutin meminum   obatnya.

Ibu Tim McLean (22), Carol de Delley. (Foto: Shutterstock)
Pengadilan sebenarnya telah membiarkan Baker tinggal di apartemennya   di Winnipeg sejak November 2016. Hanya saja dia masih dalam pengawasan   dokter. Sekarang setelah pengadilan membebaskannya, dia takkan diawasi   lagi.
Dokter yang menangani kasusnya, Jeffrey Waldman mengungkap, hal   pertama yang ingin dilakukan Baker setelah bebas adalah mengunjungi   keluarganya. Akan tetapi, dia akan tinggal dulu di Winnipeg selama dua   sampai tiga tahun ke depan. Dia sedang mendaftar untuk program pelatihan   dan rencana pengembangan karier di kota tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
