<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KISAH: Bodyguard Abraham Lincoln yang Absen Saat Sang Presiden Dibunuh</title><description>Setiap hari, ia selalu berada di dekat Lincoln, bahkan tidur di depan kamar sang presiden. Namun ia absen saat Lincoln terbunuh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/13/18/1616317/kisah-bodyguard-abraham-lincoln-yang-absen-saat-sang-presiden-dibunuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/02/13/18/1616317/kisah-bodyguard-abraham-lincoln-yang-absen-saat-sang-presiden-dibunuh"/><item><title>KISAH: Bodyguard Abraham Lincoln yang Absen Saat Sang Presiden Dibunuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/13/18/1616317/kisah-bodyguard-abraham-lincoln-yang-absen-saat-sang-presiden-dibunuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/02/13/18/1616317/kisah-bodyguard-abraham-lincoln-yang-absen-saat-sang-presiden-dibunuh</guid><pubDate>Senin 13 Februari 2017 08:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/12/18/1616317/kisah-bodyguard-abraham-lincoln-yang-absen-saat-sang-presiden-dibunuh-ysaLS8nZRd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ward Hill Lamon, sahabat dan pengawal pribadi Presiden Abraham Lincoln. (Foto: Vintage News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/12/18/1616317/kisah-bodyguard-abraham-lincoln-yang-absen-saat-sang-presiden-dibunuh-ysaLS8nZRd.jpg</image><title>Ward Hill Lamon, sahabat dan pengawal pribadi Presiden Abraham Lincoln. (Foto: Vintage News)</title></images><description> 
PRIA ini menunjuk dirinya sendiri sebagai pengawal pribadi Presiden AS Abraham Lincoln. Setiap hari, ia selalu berada di dekat Lincoln, berpatroli di sekitar kediamannya, bahkan tidur di depan kamar presiden ke-16 tersebut.

Selalu siap siaga dengan pisau dan pistol, sang pengawal ternyata justru absen pada malam saat Lincoln ditembak mati di Teater Ford.

Ward Hill Lamon sejatinya adalah teman dekat Lincoln. Lahir pada 1828 di Virginia, Lamon menempuh studi Hukum di Louisville University. Saat menjalankan praktik pengacara di Illinois, ia bertemu Lincoln pada 1847. Meski banyak perbedaan di antara keduanya, Lincoln dan Lamon ternyata mampu berteman baik dan membangun persahabatan yang kuat seumur hidup.

Pada 1852 Lamon dan Lincoln menjadi rekanan pengacara serta membuka kantor bersama di Danville, Illinois. Mereka bermitra hingga 1857 ketika Lamon menjadi jaksa penuntut dan pindah ke Bloomington. Meski demikian, Lamon dan Lincoln tetap berteman. Bahkan, Lamon berpartisipasi dalam kampanye Lincoln menuju kursi senator pada 1858. Ia juga memainkan peran penting dalam kampanye kepresidenan Lincoln pada 1860.Lamon bekerja di belakang layar untuk meningkatkan jumlah pendukung Lincoln demi memenangi pemilu tahun itu. Setelah pemilu, Lamon berharap ia dapat ditunjuk sebagai duta besar untuk Prancis. Lamon mempersiapkan diri amat serius, bahkan hingga bersiap mengundurkan diri dari pekerjaannya.  Namun Lincoln punya rencana lain untuk Lamon. Lincoln ingin Lamon ikut bepergian dengannya ke Washington dan melindunginya dari segala marabahaya. Secara tidak resmi, Lamon pun menjadi pengawal pribadi Lincoln.

Lincoln, yang bersiap menjalani prosesi inagurasi dirinya sebagai presiden, bertolak ke Washington menggunakan kereta. Mekanisme pengamanan umum untuk sang presiden terpilih menjadi tanggung jawab Allan Pinkerton dan para penyidiknya. Lamon, masih dengan pistol dan pisaunya, bepergian dengan Lincoln juga dan bertekad melindungi sang presiden saat muncul masalah.

Pada perjalanan malam hari tersebut, Pinkerton menemukan rencana pembunuhan Lincoln ketika ia tiba di Baltimore. Pinkerton menyarankan agar Lincoln memasuki Washington secara diam-diam.

Hanya satu orang yang menemani Lincoln, yaitu Lamon. Ia menawarkan senjata kepada presiden yang juga sahabatnya itu. Namun Lincoln menolak dan meyakinkan Lamon bahwa tak ada yang ditakutinya. Kedua sahabat ini memasuki Washington di tengah kegelapan malam. Lincoln pun berhasil tiba di Washington dengan selamat untuk dikukuhkan sebagai presiden pada 4 Maret.Setelah inagurasi, Lamon secara resmi ditunjuk sebagai marshal di Disktrik Columbia. Namun, ia tetap menjaga keselamatan Lincoln dan memantau semua pergerakannya. Lamon juga sering ditemukan berpatroli di Gedung Putih.


Abraham Lincoln di Gettysburg (duduk di tengah, diwarnai sepia). Ward Hill Lamon duduk di kanan Lincoln. (Foto: Vintage News)

Setelah Lincoln terpilih untuk kedua kalinya pada 1864, Lamon lebih memerhatikan keselamatan Lincoln mengingat sang presiden tidak mengambil langkah pengamanan apa pun.

Meski Perang Saudara berakhir, Lamon tetap menganggap sang presiden dalam bahaya. Lamon terus menegur Lincoln atas ketidakpeduliannya akan pengamanan serta mengingatkan sahabatnya itu bahwa keselamatannya selalu terancam.

Lamon mendesak Lincoln untuk tidak menghadiri berbagai acara tanpa pengawalannya. Suatu malam, Lamon amat khawatir dengan keselamatan Lincoln hingga berjaga di depankamarnya dengan dua senjata andalan; pistol dan pisau.Lalu, di manakah Lamon saat Presiden Lincoln dibunuh pada 14 April 1865 di Teater Ford?

Tiga hari sebelumnya, Lincoln memberit tahu Lamon bahwa ia harus pergi ke Richmond. Lamon memprotes tugas itu, tetapi Lincoln mendesaknya untuk pergi. Sebelum meninggalkan Washington, Lamon mengingatkan Lincoln untuk tinggal di Gedung Putih selama ia tidak ada.

Lincoln mengabaikan nasihat Lamon dan tetap pergi ke teater. Kemudian terjadilah insiden tersebut. Lincoln ditembak mati oleh John Wilkes Booth.

Kejadian ini membuat Lamon tenggelam dalam duka. Ia kembali ke Washington dan mengikuti prosesi pemakaman sahabatnya di Springfield, Illinois.

Setelah kematian Lincoln, Lamon kembali ke West Virginia dan membuka kembali praktik hukum di sana. Pada 1872, Lamon menerbitkan biografi Lincoln, &quot;The Life of Abraham Lincoln; From his Birth to his Inauguration as President&quot; yang melibatkan ghostwriter Chauncey F. Black.

Lamon mencalonkan diri sebagai anggota kongres pada 1876, namun gagal. Ia meninggal pada 7 Mei 1893, di usia 65 tahun.</description><content:encoded> 
PRIA ini menunjuk dirinya sendiri sebagai pengawal pribadi Presiden AS Abraham Lincoln. Setiap hari, ia selalu berada di dekat Lincoln, berpatroli di sekitar kediamannya, bahkan tidur di depan kamar presiden ke-16 tersebut.

Selalu siap siaga dengan pisau dan pistol, sang pengawal ternyata justru absen pada malam saat Lincoln ditembak mati di Teater Ford.

Ward Hill Lamon sejatinya adalah teman dekat Lincoln. Lahir pada 1828 di Virginia, Lamon menempuh studi Hukum di Louisville University. Saat menjalankan praktik pengacara di Illinois, ia bertemu Lincoln pada 1847. Meski banyak perbedaan di antara keduanya, Lincoln dan Lamon ternyata mampu berteman baik dan membangun persahabatan yang kuat seumur hidup.

Pada 1852 Lamon dan Lincoln menjadi rekanan pengacara serta membuka kantor bersama di Danville, Illinois. Mereka bermitra hingga 1857 ketika Lamon menjadi jaksa penuntut dan pindah ke Bloomington. Meski demikian, Lamon dan Lincoln tetap berteman. Bahkan, Lamon berpartisipasi dalam kampanye Lincoln menuju kursi senator pada 1858. Ia juga memainkan peran penting dalam kampanye kepresidenan Lincoln pada 1860.Lamon bekerja di belakang layar untuk meningkatkan jumlah pendukung Lincoln demi memenangi pemilu tahun itu. Setelah pemilu, Lamon berharap ia dapat ditunjuk sebagai duta besar untuk Prancis. Lamon mempersiapkan diri amat serius, bahkan hingga bersiap mengundurkan diri dari pekerjaannya.  Namun Lincoln punya rencana lain untuk Lamon. Lincoln ingin Lamon ikut bepergian dengannya ke Washington dan melindunginya dari segala marabahaya. Secara tidak resmi, Lamon pun menjadi pengawal pribadi Lincoln.

Lincoln, yang bersiap menjalani prosesi inagurasi dirinya sebagai presiden, bertolak ke Washington menggunakan kereta. Mekanisme pengamanan umum untuk sang presiden terpilih menjadi tanggung jawab Allan Pinkerton dan para penyidiknya. Lamon, masih dengan pistol dan pisaunya, bepergian dengan Lincoln juga dan bertekad melindungi sang presiden saat muncul masalah.

Pada perjalanan malam hari tersebut, Pinkerton menemukan rencana pembunuhan Lincoln ketika ia tiba di Baltimore. Pinkerton menyarankan agar Lincoln memasuki Washington secara diam-diam.

Hanya satu orang yang menemani Lincoln, yaitu Lamon. Ia menawarkan senjata kepada presiden yang juga sahabatnya itu. Namun Lincoln menolak dan meyakinkan Lamon bahwa tak ada yang ditakutinya. Kedua sahabat ini memasuki Washington di tengah kegelapan malam. Lincoln pun berhasil tiba di Washington dengan selamat untuk dikukuhkan sebagai presiden pada 4 Maret.Setelah inagurasi, Lamon secara resmi ditunjuk sebagai marshal di Disktrik Columbia. Namun, ia tetap menjaga keselamatan Lincoln dan memantau semua pergerakannya. Lamon juga sering ditemukan berpatroli di Gedung Putih.


Abraham Lincoln di Gettysburg (duduk di tengah, diwarnai sepia). Ward Hill Lamon duduk di kanan Lincoln. (Foto: Vintage News)

Setelah Lincoln terpilih untuk kedua kalinya pada 1864, Lamon lebih memerhatikan keselamatan Lincoln mengingat sang presiden tidak mengambil langkah pengamanan apa pun.

Meski Perang Saudara berakhir, Lamon tetap menganggap sang presiden dalam bahaya. Lamon terus menegur Lincoln atas ketidakpeduliannya akan pengamanan serta mengingatkan sahabatnya itu bahwa keselamatannya selalu terancam.

Lamon mendesak Lincoln untuk tidak menghadiri berbagai acara tanpa pengawalannya. Suatu malam, Lamon amat khawatir dengan keselamatan Lincoln hingga berjaga di depankamarnya dengan dua senjata andalan; pistol dan pisau.Lalu, di manakah Lamon saat Presiden Lincoln dibunuh pada 14 April 1865 di Teater Ford?

Tiga hari sebelumnya, Lincoln memberit tahu Lamon bahwa ia harus pergi ke Richmond. Lamon memprotes tugas itu, tetapi Lincoln mendesaknya untuk pergi. Sebelum meninggalkan Washington, Lamon mengingatkan Lincoln untuk tinggal di Gedung Putih selama ia tidak ada.

Lincoln mengabaikan nasihat Lamon dan tetap pergi ke teater. Kemudian terjadilah insiden tersebut. Lincoln ditembak mati oleh John Wilkes Booth.

Kejadian ini membuat Lamon tenggelam dalam duka. Ia kembali ke Washington dan mengikuti prosesi pemakaman sahabatnya di Springfield, Illinois.

Setelah kematian Lincoln, Lamon kembali ke West Virginia dan membuka kembali praktik hukum di sana. Pada 1872, Lamon menerbitkan biografi Lincoln, &quot;The Life of Abraham Lincoln; From his Birth to his Inauguration as President&quot; yang melibatkan ghostwriter Chauncey F. Black.

Lamon mencalonkan diri sebagai anggota kongres pada 1876, namun gagal. Ia meninggal pada 7 Mei 1893, di usia 65 tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
