<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HISTORIPEDIA: Kota Dresden Dibumihanguskan</title><description>Pada artikel Historipedia kali ini, Okezone akan mengulas mengenai Kota Dresden di Jerman yang dibumihanguskan oleh Sekutu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/13/18/1616422/historipedia-kota-dresden-dibumihanguskan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/02/13/18/1616422/historipedia-kota-dresden-dibumihanguskan"/><item><title>HISTORIPEDIA: Kota Dresden Dibumihanguskan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/13/18/1616422/historipedia-kota-dresden-dibumihanguskan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/02/13/18/1616422/historipedia-kota-dresden-dibumihanguskan</guid><pubDate>Senin 13 Februari 2017 06:03 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/12/18/1616422/historipedia-kota-dresden-dibumihanguskan-JgKjr5htUt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keadaan Kota Dresden pasca-pemboman Sekutu (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/12/18/1616422/historipedia-kota-dresden-dibumihanguskan-JgKjr5htUt.jpg</image><title>Keadaan Kota Dresden pasca-pemboman Sekutu (Foto: Istimewa)</title></images><description>PERANG Dunia II memang pantas menyandang rekornya sebagai perang paling mematikan yang pernah terjadi di bumi. Puluhan juta orang kehilangan nyawanya akibat perang antar blok Sekutu dan blok Poros.
Artikel kali ini akan mengulas mengenai salah satu serangan bom paling mematikan yang pernah terjadi di Perang Dunia II, yaitu pembombardiran Kota Dresden Jerman yang terjadi pada 13 Februari 1945, sebagaimana dikutip dari History, Senin (13/2/2017). Dibumihanguskannya Kota Dresden tersebut diperkirakan menyebabkan 135 ribu orang tewas.
Pembombardiran ini dimulai pada kesimpulan yang dicapai Sekutu pada Februari 1945 tepatnya di Konferensi Yalta. Pada konferensi tersebut, pihak Sekutu sepakat untuk mengadakan serangan bom bersama di kota-kota Jerman yang diketahui sebagai lokasi manufaktur peralatan perang Nazi.
Sayangnya, Kota Dresden bukanlah kota yang digunakan Nazi untuk membuat peralatan perang mereka. Namun kota dari abad pertengahan itu tetap menjadi target. Baik pihak Jerman dan Sekutu berpendapat tujuan sebenarnya Dresden dibumihanguskan adalah karea kota itu menjadi pusat komunikasi utama Jerman dan pemboman akan menghambat kemampuan Jerman untuk mengirimkan pesan ke tentaranya yang sedang melawan pasukan Uni Soviet.
Namun ada juga yang berpendapat, hancurnya Dresden ditujukan untuk menghukum dan melemahkan semangat Nazi di penghujung Perang Dunia II.
Tidak kira-kira, lebih dari 3.400 ton peledak dijatuhkan ke kota tersebut menggunakan 800 pesawat Inggris dan Amerika Serikat. Bom yang dijatuhkan selama dua hari menciptakan badai api yang terus berkobar hingga berhari-hari.
Pemandangan mengerikan baru terlihat ketika api mulai padam, jalanan Kota Dresden dipenuhi jenazah orang dewasa hingga anak-anak yang hangus terbakar. Sekira 12 kilometer persegi Kota Dresden hancur dan total korban jiwanya diperkirakan mencapai 135 ribu orang mengingat kota itu juga menampung para pengungsi.</description><content:encoded>PERANG Dunia II memang pantas menyandang rekornya sebagai perang paling mematikan yang pernah terjadi di bumi. Puluhan juta orang kehilangan nyawanya akibat perang antar blok Sekutu dan blok Poros.
Artikel kali ini akan mengulas mengenai salah satu serangan bom paling mematikan yang pernah terjadi di Perang Dunia II, yaitu pembombardiran Kota Dresden Jerman yang terjadi pada 13 Februari 1945, sebagaimana dikutip dari History, Senin (13/2/2017). Dibumihanguskannya Kota Dresden tersebut diperkirakan menyebabkan 135 ribu orang tewas.
Pembombardiran ini dimulai pada kesimpulan yang dicapai Sekutu pada Februari 1945 tepatnya di Konferensi Yalta. Pada konferensi tersebut, pihak Sekutu sepakat untuk mengadakan serangan bom bersama di kota-kota Jerman yang diketahui sebagai lokasi manufaktur peralatan perang Nazi.
Sayangnya, Kota Dresden bukanlah kota yang digunakan Nazi untuk membuat peralatan perang mereka. Namun kota dari abad pertengahan itu tetap menjadi target. Baik pihak Jerman dan Sekutu berpendapat tujuan sebenarnya Dresden dibumihanguskan adalah karea kota itu menjadi pusat komunikasi utama Jerman dan pemboman akan menghambat kemampuan Jerman untuk mengirimkan pesan ke tentaranya yang sedang melawan pasukan Uni Soviet.
Namun ada juga yang berpendapat, hancurnya Dresden ditujukan untuk menghukum dan melemahkan semangat Nazi di penghujung Perang Dunia II.
Tidak kira-kira, lebih dari 3.400 ton peledak dijatuhkan ke kota tersebut menggunakan 800 pesawat Inggris dan Amerika Serikat. Bom yang dijatuhkan selama dua hari menciptakan badai api yang terus berkobar hingga berhari-hari.
Pemandangan mengerikan baru terlihat ketika api mulai padam, jalanan Kota Dresden dipenuhi jenazah orang dewasa hingga anak-anak yang hangus terbakar. Sekira 12 kilometer persegi Kota Dresden hancur dan total korban jiwanya diperkirakan mencapai 135 ribu orang mengingat kota itu juga menampung para pengungsi.</content:encoded></item></channel></rss>
