<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setelah 64 Tahun Ular Super Langka Ini Muncul Lagi di Brasil</title><description>Ular super langka yang tidak pernah ditemukan di alam liar setelah 64 tahun akhirnya kembali terlihat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/13/18/1616546/setelah-64-tahun-ular-super-langka-ini-muncul-lagi-di-brasil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/02/13/18/1616546/setelah-64-tahun-ular-super-langka-ini-muncul-lagi-di-brasil"/><item><title>Setelah 64 Tahun Ular Super Langka Ini Muncul Lagi di Brasil</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/13/18/1616546/setelah-64-tahun-ular-super-langka-ini-muncul-lagi-di-brasil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/02/13/18/1616546/setelah-64-tahun-ular-super-langka-ini-muncul-lagi-di-brasil</guid><pubDate>Senin 13 Februari 2017 06:45 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/13/18/1616546/setelah-64-tahun-ular-super-langka-ini-muncul-lagi-di-brasil-v8io3stuvf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inilah ular super langka tersebut yang akhirnya kembali ditemukan (Foto: Russia Today)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/13/18/1616546/setelah-64-tahun-ular-super-langka-ini-muncul-lagi-di-brasil-v8io3stuvf.jpg</image><title>Inilah ular super langka tersebut yang akhirnya kembali ditemukan (Foto: Russia Today)</title></images><description>MIRACATU &amp;ndash; Seekor ulang yang disebut sangat langka dilaporkan ditemukan oleh dua petani di Guapiruvu, Brasil. Ini merupakan penampakan kedua ular tersebut di alam liar setelah tidak pernah terlihat selama 64 tahun.
Ular boa Cropan, pertama kali muncul pada 1953 di Miracatu dan semenjak itu ular tersebut tidak pernah ditemukan dalam keadaan hidup di habitatnya.
Sebagaimana dikutip dari Russia Today, Senin (13/2/2017) ular yang ditemukan oleh para petani itu berjenis kelamin betina dan berbobot 1,5 kilo dengan panjang 1,7 meter. Ukuran ini disebut lebih panjang dibandingkan dengan ular boa Cropan jantan yang ditemukan pada 1953.
Penemuan ini dapat terjadi berkat komunitas Sete Barras yang menghubungi tiga ahli biologi Bruno Rocha dan Daniela Gennari dari USP Zoology Museum serta Livia Correa dari Institut Butantan. Semenjak Oktober 2016, para peneliti terus memberikan informasi serta selebaran dan poster kepada para warga demi menjelaskan mengenai ular boa Cropan.
Para anggota Sete Barras diajarkan cara menangkap ular itu secara aman jika mereka melihatnya, karena itulah boa Cropan betina itu bisa sampai ke tangan para peneliti. &amp;ldquo;Ular itu akan dipelajari demi mencari informasi mengenai biologi dan kebiasaannya,&amp;rdquo; ujar Livia Correa.
Usai dipelajari dan dipasang pelacak, ular itu dikembalikan ke habitatnya. Berdasarkan data awal, ular sangat langka itu banyak menghabiskan waktunya di pohon dan berbeda dengan dugaan awal para peneliti yang berasumsi ular itu tinggal di tanah.</description><content:encoded>MIRACATU &amp;ndash; Seekor ulang yang disebut sangat langka dilaporkan ditemukan oleh dua petani di Guapiruvu, Brasil. Ini merupakan penampakan kedua ular tersebut di alam liar setelah tidak pernah terlihat selama 64 tahun.
Ular boa Cropan, pertama kali muncul pada 1953 di Miracatu dan semenjak itu ular tersebut tidak pernah ditemukan dalam keadaan hidup di habitatnya.
Sebagaimana dikutip dari Russia Today, Senin (13/2/2017) ular yang ditemukan oleh para petani itu berjenis kelamin betina dan berbobot 1,5 kilo dengan panjang 1,7 meter. Ukuran ini disebut lebih panjang dibandingkan dengan ular boa Cropan jantan yang ditemukan pada 1953.
Penemuan ini dapat terjadi berkat komunitas Sete Barras yang menghubungi tiga ahli biologi Bruno Rocha dan Daniela Gennari dari USP Zoology Museum serta Livia Correa dari Institut Butantan. Semenjak Oktober 2016, para peneliti terus memberikan informasi serta selebaran dan poster kepada para warga demi menjelaskan mengenai ular boa Cropan.
Para anggota Sete Barras diajarkan cara menangkap ular itu secara aman jika mereka melihatnya, karena itulah boa Cropan betina itu bisa sampai ke tangan para peneliti. &amp;ldquo;Ular itu akan dipelajari demi mencari informasi mengenai biologi dan kebiasaannya,&amp;rdquo; ujar Livia Correa.
Usai dipelajari dan dipasang pelacak, ular itu dikembalikan ke habitatnya. Berdasarkan data awal, ular sangat langka itu banyak menghabiskan waktunya di pohon dan berbeda dengan dugaan awal para peneliti yang berasumsi ular itu tinggal di tanah.</content:encoded></item></channel></rss>
