<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Tegaskan Penemuan Ratusan Ribu KTP Palsu dari Kamboja Hoax</title><description>Polri menegaskan ribuan e-KTP palsu dari Kamboja adalah hoax.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/13/337/1617376/polri-tegaskan-penemuan-ratusan-ribu-ktp-palsu-dari-kamboja-hoax</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/02/13/337/1617376/polri-tegaskan-penemuan-ratusan-ribu-ktp-palsu-dari-kamboja-hoax"/><item><title>Polri Tegaskan Penemuan Ratusan Ribu KTP Palsu dari Kamboja Hoax</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/13/337/1617376/polri-tegaskan-penemuan-ratusan-ribu-ktp-palsu-dari-kamboja-hoax</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/02/13/337/1617376/polri-tegaskan-penemuan-ratusan-ribu-ktp-palsu-dari-kamboja-hoax</guid><pubDate>Senin 13 Februari 2017 20:37 WIB</pubDate><dc:creator>Dara Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/13/337/1617376/polri-tegaskan-penemuan-ratusan-ribu-ktp-palsu-dari-kamboja-hoax-hGDJ7rSxL4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/13/337/1617376/polri-tegaskan-penemuan-ratusan-ribu-ktp-palsu-dari-kamboja-hoax-hGDJ7rSxL4.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto mengatakan informasi di media sosial terkait adanya ratusan ribu atau ratusan kontainer KTP elektronik (e-KTP) palsu dari Kamboja adalah hoax.
Menurut jenderal bintang satu itu, e-KTP yang dikirim dari Kamboja itu hanya satu amplop. Jumlahnya pun tak sampai seratus buah.
&quot;Hanya satu amplop saja, isinya 36 KTP, dan 34 NPWP, satu buku tabungan isinya Rp500 ribu dan satu ATM,&quot; kata Rikwanto di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (13/2/2017).
Rikwanto memastikan, bahwa penemuan e-KTP tersebut tengah didalami oleh jajaran Bea Cukai terkait tujuan pengiriman barang-barang itu.
&quot;Sekarang masih diselidiki oleh pihak Bea Cukai dari mana ditujukan kepada siapa. Apakah itu benar TKI atau keluarga yang mau mencoblos atau tujuan tertentu. Mudah-mudahan satu dua hari sebelum pencoblosan sudah jelas,&quot; ujarnya.
Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu menjelaskan, hingga hari ini belum ada pelimpahan hasil penyelidikan Bea Cukai ke Polri mengenai hal ini. &quot;Belum ada, masih di sana, didalami di sana. Indikasi pidana pun belum. Masih dugaan-dugaan saja,&quot; tukasnya</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto mengatakan informasi di media sosial terkait adanya ratusan ribu atau ratusan kontainer KTP elektronik (e-KTP) palsu dari Kamboja adalah hoax.
Menurut jenderal bintang satu itu, e-KTP yang dikirim dari Kamboja itu hanya satu amplop. Jumlahnya pun tak sampai seratus buah.
&quot;Hanya satu amplop saja, isinya 36 KTP, dan 34 NPWP, satu buku tabungan isinya Rp500 ribu dan satu ATM,&quot; kata Rikwanto di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (13/2/2017).
Rikwanto memastikan, bahwa penemuan e-KTP tersebut tengah didalami oleh jajaran Bea Cukai terkait tujuan pengiriman barang-barang itu.
&quot;Sekarang masih diselidiki oleh pihak Bea Cukai dari mana ditujukan kepada siapa. Apakah itu benar TKI atau keluarga yang mau mencoblos atau tujuan tertentu. Mudah-mudahan satu dua hari sebelum pencoblosan sudah jelas,&quot; ujarnya.
Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu menjelaskan, hingga hari ini belum ada pelimpahan hasil penyelidikan Bea Cukai ke Polri mengenai hal ini. &quot;Belum ada, masih di sana, didalami di sana. Indikasi pidana pun belum. Masih dugaan-dugaan saja,&quot; tukasnya</content:encoded></item></channel></rss>
