<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waduh! Penjualan Kondom Meningkat 25% saat Valentine</title><description>Menurut Reza Indragiri Amriel, psikolog forensik, &amp;lrm;dari haril survei Kristen Mark menunjukkan 85% responden menganggap bercinta sebagai perkara penting pada hari&amp;nbsp;Valentine.&amp;lrm;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/14/338/1617805/waduh-penjualan-kondom-meningkat-25-saat-valentine</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/02/14/338/1617805/waduh-penjualan-kondom-meningkat-25-saat-valentine"/><item><title>Waduh! Penjualan Kondom Meningkat 25% saat Valentine</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/14/338/1617805/waduh-penjualan-kondom-meningkat-25-saat-valentine</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/02/14/338/1617805/waduh-penjualan-kondom-meningkat-25-saat-valentine</guid><pubDate>Selasa 14 Februari 2017 12:07 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Jpnn.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/14/338/1617805/waduh-penjualan-kondom-meningkat-25-saat-valentine-KbkpWJlfWp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/14/338/1617805/waduh-penjualan-kondom-meningkat-25-saat-valentine-KbkpWJlfWp.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Hari Valentine yang dimaknai sebagai hari kasih sayang sering diterjemahkan salah oleh pasangan muda-mudi ataupun orang dewasa. Banyak di antaranya menganggap Valentine identik dengan hubungan intim.

Menurut Reza Indragiri Amriel, psikolog forensik, &amp;lrm;dari haril survei Kristen Mark menunjukkan 85% responden menganggap bercinta sebagai perkara penting pada hari Valentine.&amp;lrm; &quot;Begitu pula Sigi National Retail Federation menyebutkan, 51% orang akan melakukan &amp;lsquo;itu&amp;rsquo; (hubungan intim) pada momen yang diidentikkan sejumlah kalangan sebagai hari kasih sayang,&quot; kata Reza, seperti mengutip JPNN, Selasa (14/2/2017).

Hal ini ikut ditunjang dari data Durex, yang menunjukkan penjualan kondom tertinggi jatuh pada hari cinta dan intimasi. Kenaikan penjualan pada hari tersebut mencapai 25%.

Menurut Reza yang juga aktif di Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, ini menjadi dasar terukur bagi masyarakat untuk berhati-hati menjelang dan saat 14 Februari. Ini menjadi lebih berisiko lagi bagi anak-anak karena secara umum adalah peniru yang baik.

Apalagi karena kematangan fisik dan seksual anak-anak zaman sekarang datang lebih cepat, tanpa disertai kematangan psikis dan moral yang setara. &quot;Bagi para orangtua, ayo ingatkan buah hati kita. Kehamilan di luar nikah, penyakit menular seksual, dan kemungkinan digaruk masyarakat dan Satpol PP adalah kemungkinan yang nyata. Ujung-ujungnya studi bisa terputus, masa depan morat-marit, nama baik keluarga pun terjun bebas.&amp;lrm; Jadi, apakah 14 Februari memang perlu dijadikan sebagai hari istimewa? Ah, biasa saja pastinya,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Hari Valentine yang dimaknai sebagai hari kasih sayang sering diterjemahkan salah oleh pasangan muda-mudi ataupun orang dewasa. Banyak di antaranya menganggap Valentine identik dengan hubungan intim.

Menurut Reza Indragiri Amriel, psikolog forensik, &amp;lrm;dari haril survei Kristen Mark menunjukkan 85% responden menganggap bercinta sebagai perkara penting pada hari Valentine.&amp;lrm; &quot;Begitu pula Sigi National Retail Federation menyebutkan, 51% orang akan melakukan &amp;lsquo;itu&amp;rsquo; (hubungan intim) pada momen yang diidentikkan sejumlah kalangan sebagai hari kasih sayang,&quot; kata Reza, seperti mengutip JPNN, Selasa (14/2/2017).

Hal ini ikut ditunjang dari data Durex, yang menunjukkan penjualan kondom tertinggi jatuh pada hari cinta dan intimasi. Kenaikan penjualan pada hari tersebut mencapai 25%.

Menurut Reza yang juga aktif di Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, ini menjadi dasar terukur bagi masyarakat untuk berhati-hati menjelang dan saat 14 Februari. Ini menjadi lebih berisiko lagi bagi anak-anak karena secara umum adalah peniru yang baik.

Apalagi karena kematangan fisik dan seksual anak-anak zaman sekarang datang lebih cepat, tanpa disertai kematangan psikis dan moral yang setara. &quot;Bagi para orangtua, ayo ingatkan buah hati kita. Kehamilan di luar nikah, penyakit menular seksual, dan kemungkinan digaruk masyarakat dan Satpol PP adalah kemungkinan yang nyata. Ujung-ujungnya studi bisa terputus, masa depan morat-marit, nama baik keluarga pun terjun bebas.&amp;lrm; Jadi, apakah 14 Februari memang perlu dijadikan sebagai hari istimewa? Ah, biasa saja pastinya,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
