<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wiranto Terima Laporan BIN soal Siti Aisyah yang Diduga Pembunuh Kakak Presiden Korut</title><description>Wiranto menyebut BIN telah memberikan laporan soal Siti Aisyah, diduga pelaku pembunuhan kakak tiri presiden Korut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/17/337/1620920/wiranto-terima-laporan-bin-soal-siti-aisyah-yang-diduga-pembunuh-kakak-presiden-korut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/02/17/337/1620920/wiranto-terima-laporan-bin-soal-siti-aisyah-yang-diduga-pembunuh-kakak-presiden-korut"/><item><title>Wiranto Terima Laporan BIN soal Siti Aisyah yang Diduga Pembunuh Kakak Presiden Korut</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/17/337/1620920/wiranto-terima-laporan-bin-soal-siti-aisyah-yang-diduga-pembunuh-kakak-presiden-korut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/02/17/337/1620920/wiranto-terima-laporan-bin-soal-siti-aisyah-yang-diduga-pembunuh-kakak-presiden-korut</guid><pubDate>Jum'at 17 Februari 2017 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Reni Lestari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/17/337/1620920/wiranto-terima-laporan-bin-soal-siti-aisyah-yang-diduga-pembunuh-kakak-presiden-korut-DIcZ19L1PS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Polhukam Wiranto di kantornya. (Foto: Reni Lestari/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/17/337/1620920/wiranto-terima-laporan-bin-soal-siti-aisyah-yang-diduga-pembunuh-kakak-presiden-korut-DIcZ19L1PS.jpg</image><title>Menko Polhukam Wiranto di kantornya. (Foto: Reni Lestari/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan telah menerima laporan dari Badan Intelijen Negara (BIN) soal Siti Aisyah, WNI yang diduga terlibat pembunuhan Kim Jong-Nam, saudara tiri Presiden Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un.
&quot;Kita serahkan ke Kementerian Luar Negeri untuk melakukan investigasi secara detail. Selama ini BIN juga sudah memberikan laporan. Kita tunggu sajalah,&quot; kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (17/2/2017).
Intinya, lanjut Wiranto Indonesia menghormati proses hukum yang tengah dilakukan penegak hukum di Malaysia. &quot;Hukum di negara ini merupakan satu acuan yang tidak bisa kita ganggu gugat. Kita tunggu saja prosesnya,&quot; ujar dia.
Namun, Wiranto enggan merinci laporan apa yang sudah diserahkan BIN kepadanya. Dewan Pembina Partai Hanura itu menekankan, investigasi soal dugaan keterlibatan Siti Aisyah diserahkan kepada Kementerian Luar Negeri.
&quot;Ya laporan kan tidak untuk disebarluaskan. Tapi intinya bahwa Kementerian Luar Negeri mendapatkan misi untuk menyelesaikan masalah itu,&quot; tandasnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan telah menerima laporan dari Badan Intelijen Negara (BIN) soal Siti Aisyah, WNI yang diduga terlibat pembunuhan Kim Jong-Nam, saudara tiri Presiden Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un.
&quot;Kita serahkan ke Kementerian Luar Negeri untuk melakukan investigasi secara detail. Selama ini BIN juga sudah memberikan laporan. Kita tunggu sajalah,&quot; kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (17/2/2017).
Intinya, lanjut Wiranto Indonesia menghormati proses hukum yang tengah dilakukan penegak hukum di Malaysia. &quot;Hukum di negara ini merupakan satu acuan yang tidak bisa kita ganggu gugat. Kita tunggu saja prosesnya,&quot; ujar dia.
Namun, Wiranto enggan merinci laporan apa yang sudah diserahkan BIN kepadanya. Dewan Pembina Partai Hanura itu menekankan, investigasi soal dugaan keterlibatan Siti Aisyah diserahkan kepada Kementerian Luar Negeri.
&quot;Ya laporan kan tidak untuk disebarluaskan. Tapi intinya bahwa Kementerian Luar Negeri mendapatkan misi untuk menyelesaikan masalah itu,&quot; tandasnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
