<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TERUNGKAP! Rumitnya Pelarian Diri Tersangka Pembunuh Kim Jong-nam</title><description>Dari sini, berita kematian Kim Jong-nam terkonfirmasi dengan sempurna. Meski begitu, setiap negara punya aturan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/19/18/1622608/terungkap-rumitnya-pelarian-diri-tersangka-pembunuh-kim-jong-nam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/02/19/18/1622608/terungkap-rumitnya-pelarian-diri-tersangka-pembunuh-kim-jong-nam"/><item><title>TERUNGKAP! Rumitnya Pelarian Diri Tersangka Pembunuh Kim Jong-nam</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/19/18/1622608/terungkap-rumitnya-pelarian-diri-tersangka-pembunuh-kim-jong-nam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/02/19/18/1622608/terungkap-rumitnya-pelarian-diri-tersangka-pembunuh-kim-jong-nam</guid><pubDate>Minggu 19 Februari 2017 20:33 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/19/18/1622608/terungkap-rumitnya-pelarian-diri-tersangka-pembunuh-kim-jong-un-5RfPrjgZ6d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto koran New Straits Times yang memperlihatkan momen terakhir Kim Jong-nam. (Foto: YTN News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/19/18/1622608/terungkap-rumitnya-pelarian-diri-tersangka-pembunuh-kim-jong-un-5RfPrjgZ6d.jpg</image><title>Foto koran New Straits Times yang memperlihatkan momen terakhir Kim Jong-nam. (Foto: YTN News)</title></images><description>BUKIT AMAN &amp;ndash; Hampir sepekan berlalu sejak kakak tiri Presiden Korea Utara, Kim Jong-un, Kim Jong-nam terbunuh. Setelah menunggu selama itu, akhirnya Polisi Malaysia mau buka suara soal misteri kasus kematian yang mencurigakan ini. Publik pun mulai mendapatkan titik terang soal kasus yang sungguh gelap ini.
Disiarkan langsung oleh Channel News Asia, Minggu (19/2/2017), Deputi Kepolisian Diraja Malaysia, Inspektur Jenderal Tan Sri Noor Rashid Ibrahim mengungkap, proses identifikasi korban menemui sejumlah kendala. Di antaranya, hingga saat ini belum ada seorang anggota keluarga pun yang mendatangi rumah sakit dan mengklaim jenazah Kim Jong-nam.
(Baca selengkapnya: Malaysia Beri Waktu Dua Pekan bagi Keluarga untuk Identifikasi Jenazah Kim Jong-nam)
Pada awal tiba, memang ada yang mengklaim, tetapi mereka adalah pihak kedutaan besar Korut di Kuala Lumpur. Mereka datang untuk menghentikan pembedahan post-mortem jenazah dan meminta pihak rumah sakit menyerahkan tubuh kaku Kim Jong-nam kepada mereka.
Dari sini, berita kematian Kim Jong-nam terkonfirmasi dengan sempurna. Meski begitu, setiap negara punya aturan. Tanpa identifikasi dari keluarga, jenazah akan terus diinapkan di kamar mayat.
&amp;ldquo;Kami memberi keluarga waktu maksimal dua pekan (sejak meninggalnya korban) untuk datang dan mengidentifikasi jenazah. Jika sampai tenggat waktu yang ditentukan tidak ada keluarga yang mengklaim, maka korban akan diserahkan kepada Kedubes Korut,&amp;rdquo; ujar Tan Sri Noor.
(Baca selengkapnya: Racun yang Membunuh Kim Jong-nam Belum Diketahui, Pastinya Dibekap Kain)
 
Kim Jong-nam seperti diberitakan meninggal saat mengantri di depan mesin pendaftaran (check-in) terminal dua Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia pada Senin 13 Februari 2017. Ada dua perempuan yang mendekatinya, yakni Siti Aisyah (WNI) dan Doan Thi Huong (Vietnam).Sementara Aisyah mengalihkan perhatian korban, Doan Thi Huong  membekapnya dengan kain beracun dari belakang. Keduanya langsung kabur  begitu menuntaskan aksinya. Doan anehnya sempat berganti sarung tangan.
Doan Thi Huong yang saat itu mengenakan kaos putih bertuliskan 'LOL'  tertangkap kamera menggunakan sebuah sarung tangan berwarna gelap.  Namun, ketika hendak masuk ke taksi, sarung tangannya tiba-tiba raib.  Hal tersebut dianggap menjadi salah satu petunjuk penting dalam  penyelidikan kasus ini.
(Baca selengkapnya: Desainer Kaus Berniat Cari Untung dari Pembunuhan Kim Jong-nam)
Polisi sayangnya tidak berkomentar banyak soal itu. Tan Sri Noor  hanya menegaskan, benar korban dibekap dengan kain beracun dan  pembunuhnya tak lain agen intelijen Korut.
Selain Siti Aisyah dan Doan Thi Huong yang sejak awal menjadi  perhatian publik, polisi Malaysia juga berhasil menangkap kekasih Siti  yang berprofesi sebagai sopir taksi dan berkewarganegaraan Malaysia.  Terakhir, polisi berhasil meringkus Ri Jong-chol (pria asal Korea  Utara).
Tersangka keempat ini, Ri Jong-chol diketahui berperan sebagai ahli  kimia. Dia lulus dari fakultas farmasi, tetapi bekerja di perusahaan  teknologi di Malaysia.
(Baca selengkapnya: Ini Identitas 10 Tersangka Pembunuh Kim Jong-nam)
Dalam perkembangannya, penyelidikan polisi Malaysia terus mendulang  tersangka-tersangka baru. Saat ini yang terungkap total ada 10  tersangka. Tujuh di antaranya masih dalam tahap buruan, tiga orang  diyakini berada dalam jangkauan, sedangkan empat sisanya sudah berpulang  ke Pyongyang pada Jumat 17 Februari 2017.Tiga tersangka yang sudah dalam jangkauan polisi, dua di antaranya   belum diketahui identitasnya. Tan Sri Noor mengatakan, salah satunya   diyakini warga negara Korut bernama Ri Jil U. Ia punya nama samaran   James, usianya 30 tahun.
Sementara empat orang yang kabur adalah Ri Ji-hyon (33), Hong   Song-hac (34), O Jong-gil (55), dan Ri Jae-nam (57). Keempatnya memakai   paspor biasa bukan diplomatik.
&amp;ldquo;Keempatnya sudah tiba di Pyongyang pada 17 Februari 2017. Mereka   mengambil rute balik dari Kuala Lumpur ke Jakarta (Indonesia), lalu ke   Dubai (Uni Emirat Arab), ke Vladivostok (Rusia), terakhir berhenti di   Pyongyang,&amp;rdquo; ungkapnya.
(Baca selengkapnya: Mengejutkan! Empat Tersangka Lain Pembunuh Kim Jong-nam Pernah Singgah di Jakarta)
Meski sudah jauh di luar genggaman, Tan Sri Noor meyakinkan sudah   mengajak polisi internasional dan negara terkait untuk membantu   pengejaran dan penangkapan para pelaku yang disebutkan di atas.
&amp;ldquo;Kami   bisa mengonfirmasi bahwa keempatnya kembali ke negara asalnya   pasca-penyerangan pada hari yang sama. Saat ini kami bekerja sama dengan   Interpol (polisi internasional) dan instansi lain yang relevan di   kawasan Asia Pasifik,&amp;rdquo; tambah Tan Sri Noor.</description><content:encoded>BUKIT AMAN &amp;ndash; Hampir sepekan berlalu sejak kakak tiri Presiden Korea Utara, Kim Jong-un, Kim Jong-nam terbunuh. Setelah menunggu selama itu, akhirnya Polisi Malaysia mau buka suara soal misteri kasus kematian yang mencurigakan ini. Publik pun mulai mendapatkan titik terang soal kasus yang sungguh gelap ini.
Disiarkan langsung oleh Channel News Asia, Minggu (19/2/2017), Deputi Kepolisian Diraja Malaysia, Inspektur Jenderal Tan Sri Noor Rashid Ibrahim mengungkap, proses identifikasi korban menemui sejumlah kendala. Di antaranya, hingga saat ini belum ada seorang anggota keluarga pun yang mendatangi rumah sakit dan mengklaim jenazah Kim Jong-nam.
(Baca selengkapnya: Malaysia Beri Waktu Dua Pekan bagi Keluarga untuk Identifikasi Jenazah Kim Jong-nam)
Pada awal tiba, memang ada yang mengklaim, tetapi mereka adalah pihak kedutaan besar Korut di Kuala Lumpur. Mereka datang untuk menghentikan pembedahan post-mortem jenazah dan meminta pihak rumah sakit menyerahkan tubuh kaku Kim Jong-nam kepada mereka.
Dari sini, berita kematian Kim Jong-nam terkonfirmasi dengan sempurna. Meski begitu, setiap negara punya aturan. Tanpa identifikasi dari keluarga, jenazah akan terus diinapkan di kamar mayat.
&amp;ldquo;Kami memberi keluarga waktu maksimal dua pekan (sejak meninggalnya korban) untuk datang dan mengidentifikasi jenazah. Jika sampai tenggat waktu yang ditentukan tidak ada keluarga yang mengklaim, maka korban akan diserahkan kepada Kedubes Korut,&amp;rdquo; ujar Tan Sri Noor.
(Baca selengkapnya: Racun yang Membunuh Kim Jong-nam Belum Diketahui, Pastinya Dibekap Kain)
 
Kim Jong-nam seperti diberitakan meninggal saat mengantri di depan mesin pendaftaran (check-in) terminal dua Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia pada Senin 13 Februari 2017. Ada dua perempuan yang mendekatinya, yakni Siti Aisyah (WNI) dan Doan Thi Huong (Vietnam).Sementara Aisyah mengalihkan perhatian korban, Doan Thi Huong  membekapnya dengan kain beracun dari belakang. Keduanya langsung kabur  begitu menuntaskan aksinya. Doan anehnya sempat berganti sarung tangan.
Doan Thi Huong yang saat itu mengenakan kaos putih bertuliskan 'LOL'  tertangkap kamera menggunakan sebuah sarung tangan berwarna gelap.  Namun, ketika hendak masuk ke taksi, sarung tangannya tiba-tiba raib.  Hal tersebut dianggap menjadi salah satu petunjuk penting dalam  penyelidikan kasus ini.
(Baca selengkapnya: Desainer Kaus Berniat Cari Untung dari Pembunuhan Kim Jong-nam)
Polisi sayangnya tidak berkomentar banyak soal itu. Tan Sri Noor  hanya menegaskan, benar korban dibekap dengan kain beracun dan  pembunuhnya tak lain agen intelijen Korut.
Selain Siti Aisyah dan Doan Thi Huong yang sejak awal menjadi  perhatian publik, polisi Malaysia juga berhasil menangkap kekasih Siti  yang berprofesi sebagai sopir taksi dan berkewarganegaraan Malaysia.  Terakhir, polisi berhasil meringkus Ri Jong-chol (pria asal Korea  Utara).
Tersangka keempat ini, Ri Jong-chol diketahui berperan sebagai ahli  kimia. Dia lulus dari fakultas farmasi, tetapi bekerja di perusahaan  teknologi di Malaysia.
(Baca selengkapnya: Ini Identitas 10 Tersangka Pembunuh Kim Jong-nam)
Dalam perkembangannya, penyelidikan polisi Malaysia terus mendulang  tersangka-tersangka baru. Saat ini yang terungkap total ada 10  tersangka. Tujuh di antaranya masih dalam tahap buruan, tiga orang  diyakini berada dalam jangkauan, sedangkan empat sisanya sudah berpulang  ke Pyongyang pada Jumat 17 Februari 2017.Tiga tersangka yang sudah dalam jangkauan polisi, dua di antaranya   belum diketahui identitasnya. Tan Sri Noor mengatakan, salah satunya   diyakini warga negara Korut bernama Ri Jil U. Ia punya nama samaran   James, usianya 30 tahun.
Sementara empat orang yang kabur adalah Ri Ji-hyon (33), Hong   Song-hac (34), O Jong-gil (55), dan Ri Jae-nam (57). Keempatnya memakai   paspor biasa bukan diplomatik.
&amp;ldquo;Keempatnya sudah tiba di Pyongyang pada 17 Februari 2017. Mereka   mengambil rute balik dari Kuala Lumpur ke Jakarta (Indonesia), lalu ke   Dubai (Uni Emirat Arab), ke Vladivostok (Rusia), terakhir berhenti di   Pyongyang,&amp;rdquo; ungkapnya.
(Baca selengkapnya: Mengejutkan! Empat Tersangka Lain Pembunuh Kim Jong-nam Pernah Singgah di Jakarta)
Meski sudah jauh di luar genggaman, Tan Sri Noor meyakinkan sudah   mengajak polisi internasional dan negara terkait untuk membantu   pengejaran dan penangkapan para pelaku yang disebutkan di atas.
&amp;ldquo;Kami   bisa mengonfirmasi bahwa keempatnya kembali ke negara asalnya   pasca-penyerangan pada hari yang sama. Saat ini kami bekerja sama dengan   Interpol (polisi internasional) dan instansi lain yang relevan di   kawasan Asia Pasifik,&amp;rdquo; tambah Tan Sri Noor.</content:encoded></item></channel></rss>
