<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR: Pilkada Serentak Kondusif, Bukti Rakyat Sudah Cerdas</title><description>Dalam pilkada kemarin, kata dia, terbukti bahwa isu yang berkembang tidak berdampak signifikan terhadap pilihan warga Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/20/337/1623660/dpr-pilkada-serentak-kondusif-bukti-rakyat-sudah-cerdas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/02/20/337/1623660/dpr-pilkada-serentak-kondusif-bukti-rakyat-sudah-cerdas"/><item><title>DPR: Pilkada Serentak Kondusif, Bukti Rakyat Sudah Cerdas</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/20/337/1623660/dpr-pilkada-serentak-kondusif-bukti-rakyat-sudah-cerdas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/02/20/337/1623660/dpr-pilkada-serentak-kondusif-bukti-rakyat-sudah-cerdas</guid><pubDate>Senin 20 Februari 2017 20:45 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/20/337/1623660/dpr-pilkada-serentak-kondusif-bukti-rakyat-sudah-cerdas-b5Pk3EWZjJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pilkada (Foto: Ilustrasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/20/337/1623660/dpr-pilkada-serentak-kondusif-bukti-rakyat-sudah-cerdas-b5Pk3EWZjJ.jpg</image><title>Pilkada (Foto: Ilustrasi)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi III DPR, Ahmad Sahroni melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Dapil III DKI Jakarta yang meliputi Kota Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kabupaten Kepulauan Seribu, pasca-Pilgud DKI 2017.
Sahroni meminta kepada warga Jakarta untuk tidak &amp;ldquo;golput&amp;rdquo;. Khusus untuk wilayah Tanjung Priok berdasarkan informasi dari Camat dan jajaran juga berlangsung dalam suasana kondusif dan terkendali.
&quot;Pilkada ini terbukti meningkatnya partisipasi masyarakat Jakarta dalam memberikan hak suaranya,&quot; kata Sahroni dalam pemaparan di Balai Pertemuan Kebon Bawang, Jakarta Utara, dengan tema 'Memahami Pemilu dalam UUD Tahun 1945', Senin (20/2/2017).
Menurutnya, adanya komplain sebagian masyarakat yang tidak bisa memilih dan memberikan hak suaranya perlu direspons positif oleh penyelenggara pemilu.
&quot;Sama juga halnya dengan penghitungan suara ulang yang dilakukan di beberapa TPS yang rawan penyimpangan. Profesionalisme dan konsistensi dari penyelenggara pemilu menjadi taruhannya agar hal-hal demikian dapat diatasi sedini mungkin,&quot; sambungnya.
Dalam pilkada kemarin, kata dia, terbukti bahwasanya isu SARA tidak berdampak signifikan terhadap pilihan warga Jakarta.
&quot;Rakyat sudah semakin cerdas dalam menentukan pilihannya terhadap calon Pemimpin Jakarta di masa datang. Adu strategi dan program menjadi lebih menarik untuk dibahas dari masing-masing kandidat,&quot; tuturnya.
Kata dia, momen pilkada pada putaran kedua nantinya juga diharapkan tetap kondusif dan terkendali.
&quot;Warga harus cermat dalam menanggapi isu-isu yang bersifat provokatif dan tidak jelas asal muasalnya. Sekali lagi, selamat berdemokrasi demi Jakarta yang lebih baik!,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi III DPR, Ahmad Sahroni melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Dapil III DKI Jakarta yang meliputi Kota Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kabupaten Kepulauan Seribu, pasca-Pilgud DKI 2017.
Sahroni meminta kepada warga Jakarta untuk tidak &amp;ldquo;golput&amp;rdquo;. Khusus untuk wilayah Tanjung Priok berdasarkan informasi dari Camat dan jajaran juga berlangsung dalam suasana kondusif dan terkendali.
&quot;Pilkada ini terbukti meningkatnya partisipasi masyarakat Jakarta dalam memberikan hak suaranya,&quot; kata Sahroni dalam pemaparan di Balai Pertemuan Kebon Bawang, Jakarta Utara, dengan tema 'Memahami Pemilu dalam UUD Tahun 1945', Senin (20/2/2017).
Menurutnya, adanya komplain sebagian masyarakat yang tidak bisa memilih dan memberikan hak suaranya perlu direspons positif oleh penyelenggara pemilu.
&quot;Sama juga halnya dengan penghitungan suara ulang yang dilakukan di beberapa TPS yang rawan penyimpangan. Profesionalisme dan konsistensi dari penyelenggara pemilu menjadi taruhannya agar hal-hal demikian dapat diatasi sedini mungkin,&quot; sambungnya.
Dalam pilkada kemarin, kata dia, terbukti bahwasanya isu SARA tidak berdampak signifikan terhadap pilihan warga Jakarta.
&quot;Rakyat sudah semakin cerdas dalam menentukan pilihannya terhadap calon Pemimpin Jakarta di masa datang. Adu strategi dan program menjadi lebih menarik untuk dibahas dari masing-masing kandidat,&quot; tuturnya.
Kata dia, momen pilkada pada putaran kedua nantinya juga diharapkan tetap kondusif dan terkendali.
&quot;Warga harus cermat dalam menanggapi isu-isu yang bersifat provokatif dan tidak jelas asal muasalnya. Sekali lagi, selamat berdemokrasi demi Jakarta yang lebih baik!,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
