<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KISAH: Lady Lovibond, Kapal Hantu Penuh Tragedi, Cinta dan Pengkhianatan</title><description>Kisah Lady Lovibond sampai saat ini masih menjadi salah satu kisah kapal hantu paling terkenal di dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/22/18/1624468/kisah-lady-lovibond-kapal-hantu-penuh-tragedi-cinta-dan-pengkhianatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/02/22/18/1624468/kisah-lady-lovibond-kapal-hantu-penuh-tragedi-cinta-dan-pengkhianatan"/><item><title>KISAH: Lady Lovibond, Kapal Hantu Penuh Tragedi, Cinta dan Pengkhianatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/02/22/18/1624468/kisah-lady-lovibond-kapal-hantu-penuh-tragedi-cinta-dan-pengkhianatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/02/22/18/1624468/kisah-lady-lovibond-kapal-hantu-penuh-tragedi-cinta-dan-pengkhianatan</guid><pubDate>Rabu 22 Februari 2017 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/21/18/1624468/kisah-lady-lovibond-kapal-hantu-penuh-tragedi-cinta-dan-pengkhianatan-Qz0tsYxSHK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal hantu Lady Lovibond. (Foto: Digital Alcohol.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/21/18/1624468/kisah-lady-lovibond-kapal-hantu-penuh-tragedi-cinta-dan-pengkhianatan-Qz0tsYxSHK.jpg</image><title>Kapal hantu Lady Lovibond. (Foto: Digital Alcohol.com)</title></images><description>KETIKA mendengar kisah mengenai kapal hantu, pikiran orang mungkin akan langsung berasumsi sebuah kisah yang mengerikan yang dipenuhi dengan teror dan ketakutan. Namun, kisah mengenai kapal hantu Lady Lovibond lebih kepada kisah tragis, cinta tak sampai, kecemburuan dan pengkhianatan.
Sehari sebelum Hari Valentine pada 13 Februari 1748, sebuah kapal schooner bertiang tiga, Lady Lovibond berlayar di sepanjang Sungai Thames meninggalkan pelabuhan di dekat Kent, Inggris, untuk menjalani sebuah pelayaran santai dengan tujuan akhir di Oporto, Portugal. Dalam pelayaran itu kapten kapal Simon Reed yang baru saja menikah membawa pengantin barunya, Annetta, bersamanya untuk sekaligus berbulan madu.
Kala itu, ada sebuah takhayul yang menyebutkan bahwa kehadiran seorang perempuan di dalam kapal saat berlayar akan membawa nasib buruk. Namun, para kru tampaknya tidak terlalu peduli dan turut bahagia untuk kapten mereka, kecuali wakil kapten dan kepala kelasi yang memegang kendali kapal.
Di saat para kru merayakan pernikahan di bawah dek bersama kedua pengantin baru, wakil kapten, John Rivers justru memiliki rencana lain. Meski Rivers hadir menjadi pengiring pengantin dalam pernikahan kaptennya, dia ternyata memendam perasaan cinta kepada Annetta yang cantik. Semakin sering dia memikirkan perempuan itu semakin dia terbakar api cemburu. Saat perasaan itu akhirnya tak bisa tertahan lagi, Rivers memutuskan mengambil tindakan yang berakhir dengan sebuah peristiwa tragis.
Menurut cerita, saat Lady Lovibond berlayar di perairan Goodwind Sand yang terkenal berbahaya, Rivers menyerang kepala kelasi yang sedang mengemudi kapal. Dengan menggunakan pasak berat pengikat tali layar, wakil kapten itu memukul kelasi dari belakang hingga tak sadarkan diri dan mengambil alih kemudi.
Rivers kemudian mengarahkan Lady Lovibond ke arah Goodwind Sand hingga kapal itu tenggelam, hancur dan menewaskan semua penumpang dan awaknya.
Tepat lima puluh tahun setelah kejadian tragis itu, pada 13 Februari  1798, Lady Lovibond dikabarkan muncul kembali. Penampakannya disaksikan  oleh setidaknya dua kapal, Edenbridge yang dengan kaptennya James  Westlake dan sebuah kapal nelayan.
Dalam catatan di log book-nya, Westlake menulis kapalnya hampir  bertabrakan dengan sebuah kapal schooner bertiang tiga. Dia juga  melaporkan mendengar suara perayaan dari kapal itu sebelum hancur. Kru  penyelamat dikirimkan, tetapi mereka tidak dapat menemukan tanda-tanda  adanya kapal maupun penumpangnya.
Selang 50 tahun kemudian di tanggal yang sama penduduk lokal  melaporkan hal yang sama dengan Westlake. Lagi-lagi mereka tidak bisa  menemukan keberadaan kapal atau penumpangnya setelah kapal itu terlihat  hancur.
Setelah itu Lady Lovibond kembali terlihat pada 1898 dan 1948,  masing-masing berselang 50 tahun di tanggal yang sama, 13 Februari. Pada  penampakan terakhir pada 1948, Kapten Bull Preswick merasa yakin telah  melihat sebuah kapal yang dideskripsikan sebagai Lady Lovibond, tetapi  kali ini kapal itu diselimuti cahaya hijau dan lenyap memasuki Goodwin  Sands.
Cerita ini menarik perhatian banyak orang yang berusaha melihat  sendiri penampakan Lady Lovibond. Pada 1998, tepat 50 tahun setelah  penampakan terakhir, orang-orang datang ke Goodwind Sands untuk  menyaksikan kapal misterius itu datang dan menghilang, sayang mereka  harus kecewa karena tidak ada kapal yang muncul.
Peneliti George Behe dan Michael Goss yang mencoba menelusuri kisah  Lady Lovibond mengatakan tidak ada sumber yang valid dari cerita ini.  Mereka berspekulasi bahwa kisah kapal hantu yang muncul tiap setengah  abad itu mungkin hanya rekaan dari jurnalis atau berdasarkan kapal-kapal  yang berlayar antara 1914 sampai 1924. Mereka juga mengatakan,  kemungkinan kisah ini hanyalah cerita yang dikarang untuk menyambut Hari  Valentine.
Benar tidaknya tidak ada yang tahu. Yang jelas kisah ini telah  menjadi legenda dan masih dianggap sebagai salah satu kapal hantu  terkenal di dunia.
</description><content:encoded>KETIKA mendengar kisah mengenai kapal hantu, pikiran orang mungkin akan langsung berasumsi sebuah kisah yang mengerikan yang dipenuhi dengan teror dan ketakutan. Namun, kisah mengenai kapal hantu Lady Lovibond lebih kepada kisah tragis, cinta tak sampai, kecemburuan dan pengkhianatan.
Sehari sebelum Hari Valentine pada 13 Februari 1748, sebuah kapal schooner bertiang tiga, Lady Lovibond berlayar di sepanjang Sungai Thames meninggalkan pelabuhan di dekat Kent, Inggris, untuk menjalani sebuah pelayaran santai dengan tujuan akhir di Oporto, Portugal. Dalam pelayaran itu kapten kapal Simon Reed yang baru saja menikah membawa pengantin barunya, Annetta, bersamanya untuk sekaligus berbulan madu.
Kala itu, ada sebuah takhayul yang menyebutkan bahwa kehadiran seorang perempuan di dalam kapal saat berlayar akan membawa nasib buruk. Namun, para kru tampaknya tidak terlalu peduli dan turut bahagia untuk kapten mereka, kecuali wakil kapten dan kepala kelasi yang memegang kendali kapal.
Di saat para kru merayakan pernikahan di bawah dek bersama kedua pengantin baru, wakil kapten, John Rivers justru memiliki rencana lain. Meski Rivers hadir menjadi pengiring pengantin dalam pernikahan kaptennya, dia ternyata memendam perasaan cinta kepada Annetta yang cantik. Semakin sering dia memikirkan perempuan itu semakin dia terbakar api cemburu. Saat perasaan itu akhirnya tak bisa tertahan lagi, Rivers memutuskan mengambil tindakan yang berakhir dengan sebuah peristiwa tragis.
Menurut cerita, saat Lady Lovibond berlayar di perairan Goodwind Sand yang terkenal berbahaya, Rivers menyerang kepala kelasi yang sedang mengemudi kapal. Dengan menggunakan pasak berat pengikat tali layar, wakil kapten itu memukul kelasi dari belakang hingga tak sadarkan diri dan mengambil alih kemudi.
Rivers kemudian mengarahkan Lady Lovibond ke arah Goodwind Sand hingga kapal itu tenggelam, hancur dan menewaskan semua penumpang dan awaknya.
Tepat lima puluh tahun setelah kejadian tragis itu, pada 13 Februari  1798, Lady Lovibond dikabarkan muncul kembali. Penampakannya disaksikan  oleh setidaknya dua kapal, Edenbridge yang dengan kaptennya James  Westlake dan sebuah kapal nelayan.
Dalam catatan di log book-nya, Westlake menulis kapalnya hampir  bertabrakan dengan sebuah kapal schooner bertiang tiga. Dia juga  melaporkan mendengar suara perayaan dari kapal itu sebelum hancur. Kru  penyelamat dikirimkan, tetapi mereka tidak dapat menemukan tanda-tanda  adanya kapal maupun penumpangnya.
Selang 50 tahun kemudian di tanggal yang sama penduduk lokal  melaporkan hal yang sama dengan Westlake. Lagi-lagi mereka tidak bisa  menemukan keberadaan kapal atau penumpangnya setelah kapal itu terlihat  hancur.
Setelah itu Lady Lovibond kembali terlihat pada 1898 dan 1948,  masing-masing berselang 50 tahun di tanggal yang sama, 13 Februari. Pada  penampakan terakhir pada 1948, Kapten Bull Preswick merasa yakin telah  melihat sebuah kapal yang dideskripsikan sebagai Lady Lovibond, tetapi  kali ini kapal itu diselimuti cahaya hijau dan lenyap memasuki Goodwin  Sands.
Cerita ini menarik perhatian banyak orang yang berusaha melihat  sendiri penampakan Lady Lovibond. Pada 1998, tepat 50 tahun setelah  penampakan terakhir, orang-orang datang ke Goodwind Sands untuk  menyaksikan kapal misterius itu datang dan menghilang, sayang mereka  harus kecewa karena tidak ada kapal yang muncul.
Peneliti George Behe dan Michael Goss yang mencoba menelusuri kisah  Lady Lovibond mengatakan tidak ada sumber yang valid dari cerita ini.  Mereka berspekulasi bahwa kisah kapal hantu yang muncul tiap setengah  abad itu mungkin hanya rekaan dari jurnalis atau berdasarkan kapal-kapal  yang berlayar antara 1914 sampai 1924. Mereka juga mengatakan,  kemungkinan kisah ini hanyalah cerita yang dikarang untuk menyambut Hari  Valentine.
Benar tidaknya tidak ada yang tahu. Yang jelas kisah ini telah  menjadi legenda dan masih dianggap sebagai salah satu kapal hantu  terkenal di dunia.
</content:encoded></item></channel></rss>
