<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seberangi Sungai Niso yang Meluap, Fernando Tewas Terseret Arus</title><description>Curah hujan tinggi membuat Sungai Niso meluap hingga menyebabkan banjir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/02/340/1631787/seberangi-sungai-niso-yang-meluap-fernando-tewas-terseret-arus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/03/02/340/1631787/seberangi-sungai-niso-yang-meluap-fernando-tewas-terseret-arus"/><item><title>Seberangi Sungai Niso yang Meluap, Fernando Tewas Terseret Arus</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/02/340/1631787/seberangi-sungai-niso-yang-meluap-fernando-tewas-terseret-arus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/03/02/340/1631787/seberangi-sungai-niso-yang-meluap-fernando-tewas-terseret-arus</guid><pubDate>Kamis 02 Maret 2017 01:01 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/01/340/1631787/seberangi-sungai-niso-yang-meluap-fernando-tewas-terseret-arus-6N0zOzj6vU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/01/340/1631787/seberangi-sungai-niso-yang-meluap-fernando-tewas-terseret-arus-6N0zOzj6vU.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>PELALAWAN &amp;ndash; Banjir melanda Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Banjir ini telah menelan korban jiwa.

Korban tewas atas nama Fernando Desa Lubuk Kembang Bunga. Pemuda berusia 20 tahun ini tewas terseret arus Sungai Nilo yang meluap.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger mengatakan,  tadi pagi Fernando berada di Sungai Nilo. Saat itu korban hendak menyeberang sungai yang meluap itu dengan cara berenang.
Namun apes, derasnya arus sungai membuat pemuda ini hanyut dan digulung ombak. Pihak BPBD, manggala aqni, polisi, TNI, dan warga melakukan pencaharian terhadap Fernando.
Setelah dilakukan pencaharian beberapa jam, Fernando berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
&quot;Jenazah sudah diserahkan pihak keluarga untuk dikebumikan,&quot; ucap PJ Wali Kota Pekanbaru.
Banjir di Kabupaten Pelalawan disebabkan tingginya curah hujan beberapa hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan hujan ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang terjadi di wilayah Riau bagian barat, utara, tengah serta pesisir timur.
&quot;Prediksi hujan terjadi pada siang, sore hingga malam hari,&quot; ucap Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin.

</description><content:encoded>PELALAWAN &amp;ndash; Banjir melanda Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Banjir ini telah menelan korban jiwa.

Korban tewas atas nama Fernando Desa Lubuk Kembang Bunga. Pemuda berusia 20 tahun ini tewas terseret arus Sungai Nilo yang meluap.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger mengatakan,  tadi pagi Fernando berada di Sungai Nilo. Saat itu korban hendak menyeberang sungai yang meluap itu dengan cara berenang.
Namun apes, derasnya arus sungai membuat pemuda ini hanyut dan digulung ombak. Pihak BPBD, manggala aqni, polisi, TNI, dan warga melakukan pencaharian terhadap Fernando.
Setelah dilakukan pencaharian beberapa jam, Fernando berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
&quot;Jenazah sudah diserahkan pihak keluarga untuk dikebumikan,&quot; ucap PJ Wali Kota Pekanbaru.
Banjir di Kabupaten Pelalawan disebabkan tingginya curah hujan beberapa hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan hujan ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang terjadi di wilayah Riau bagian barat, utara, tengah serta pesisir timur.
&quot;Prediksi hujan terjadi pada siang, sore hingga malam hari,&quot; ucap Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin.

</content:encoded></item></channel></rss>
