<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pedang Emas Raja Arab untuk Jenderal Tito   </title><description>Berdasarkan foto yang diunggah di akun Instagram Divisi Humas Polri pedang emas itu berukuran mencapai satu meter.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/06/337/1635854/pedang-emas-raja-arab-untuk-jenderal-tito</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/03/06/337/1635854/pedang-emas-raja-arab-untuk-jenderal-tito"/><item><title>Pedang Emas Raja Arab untuk Jenderal Tito   </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/03/06/337/1635854/pedang-emas-raja-arab-untuk-jenderal-tito</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/03/06/337/1635854/pedang-emas-raja-arab-untuk-jenderal-tito</guid><pubDate>Senin 06 Maret 2017 21:29 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/06/337/1635854/pedang-emas-raja-arab-untuk-jenderal-tito-JD8BaO0kYl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Humas Polri</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/06/337/1635854/pedang-emas-raja-arab-untuk-jenderal-tito-JD8BaO0kYl.jpg</image><title>Foto: Humas Polri</title></images><description>JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, pedang yang diberikan Kerajaan Arab Saudi kepada dirinya beberapa waktu lalu, bukanlah emas. Ia pun mempertanyakan jurnalis yang menuliskan hal tersebut.
&quot;Saya koreksi, itu bukan pedang emas. Saya juga bingung siapa yang menulis itu pedang emas itu,&quot; kata Tito usai mengunjungi Polresta Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (6/3/2017).
Mantan Kepala BNPT itu menambahkan, pedang tersebut merupakan pemberian Kerajaan Arab Saudi yang diwakili oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi. Namun, pedang itu untuk institusi Polri bukan perseorangan
&quot;Pedang ini sebagai bentuk cindera mata untuk Mabes Polri, bukan untuk Kapolri, tapi untuk institusi Polri,&quot; sambungnya.
(Baca juga: Hayo Lho.. Gara-Gara Pedang, Kapolri Berang).
Meski demikian, ia mengakui beberapa bagian dari pedang itu yang dilapisi sepuhan emas. Rencananya, pedang itu akan disimpan di museum Polri setelah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
&quot;Seperti biasa, sesuai protap kita jika ada plakat, topi, cindera mata seperti itu, nanti akan didisplay kalau tidak di museum Polri, ya di ruang penerimaan tamu di Mabes Polri. Nanti pedang ini juga akan dilaporkan ke KPK, hari ini atau besok,&quot; tandasnya.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto menambahkan, pemberian dari Kerajaan Arab Saudi tersebut merupakan cenderamata yang akan menjadi milik institusi Polri.
(Baca juga: Dapat Pedang Emas dari Kerajaan Arab, Polri Lapor ke KPK).
&quot;Berkaitan dengan adanya pemberian cenderamata dari kerajaan Arab Saudi, dalam hal ini duta besar kepada pak Kapolri memang ada dan itu merupakan cenderamata yang nantinya akan menjadi milik institusi Polri, dan akan ditempatkan di Museum Polri,&quot; kata Rikwanto di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.
Kendati demikian, kata mantan Kapolres Klaten ini pemberian cenderamata tersebut akan dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
&quot;Kita sampaikan informasi pemberian cenderamata ini ke KPK dan sebagai catatan prosesnya ada, cenderamata itu berupa pedang emas dalam kotak peti, &quot;pungkasnya.
Berdasarkan foto yang diunggah di akun Instagram Divisi Humas Polri pedang emas itu berukuran mencapai satu meter. Di mana dalam foto itu Kapolri dan Duta Besar Arab Saudi tengah memegang peti dari pedang emas tersebut.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, pedang yang diberikan Kerajaan Arab Saudi kepada dirinya beberapa waktu lalu, bukanlah emas. Ia pun mempertanyakan jurnalis yang menuliskan hal tersebut.
&quot;Saya koreksi, itu bukan pedang emas. Saya juga bingung siapa yang menulis itu pedang emas itu,&quot; kata Tito usai mengunjungi Polresta Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (6/3/2017).
Mantan Kepala BNPT itu menambahkan, pedang tersebut merupakan pemberian Kerajaan Arab Saudi yang diwakili oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi. Namun, pedang itu untuk institusi Polri bukan perseorangan
&quot;Pedang ini sebagai bentuk cindera mata untuk Mabes Polri, bukan untuk Kapolri, tapi untuk institusi Polri,&quot; sambungnya.
(Baca juga: Hayo Lho.. Gara-Gara Pedang, Kapolri Berang).
Meski demikian, ia mengakui beberapa bagian dari pedang itu yang dilapisi sepuhan emas. Rencananya, pedang itu akan disimpan di museum Polri setelah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
&quot;Seperti biasa, sesuai protap kita jika ada plakat, topi, cindera mata seperti itu, nanti akan didisplay kalau tidak di museum Polri, ya di ruang penerimaan tamu di Mabes Polri. Nanti pedang ini juga akan dilaporkan ke KPK, hari ini atau besok,&quot; tandasnya.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto menambahkan, pemberian dari Kerajaan Arab Saudi tersebut merupakan cenderamata yang akan menjadi milik institusi Polri.
(Baca juga: Dapat Pedang Emas dari Kerajaan Arab, Polri Lapor ke KPK).
&quot;Berkaitan dengan adanya pemberian cenderamata dari kerajaan Arab Saudi, dalam hal ini duta besar kepada pak Kapolri memang ada dan itu merupakan cenderamata yang nantinya akan menjadi milik institusi Polri, dan akan ditempatkan di Museum Polri,&quot; kata Rikwanto di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.
Kendati demikian, kata mantan Kapolres Klaten ini pemberian cenderamata tersebut akan dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
&quot;Kita sampaikan informasi pemberian cenderamata ini ke KPK dan sebagai catatan prosesnya ada, cenderamata itu berupa pedang emas dalam kotak peti, &quot;pungkasnya.
Berdasarkan foto yang diunggah di akun Instagram Divisi Humas Polri pedang emas itu berukuran mencapai satu meter. Di mana dalam foto itu Kapolri dan Duta Besar Arab Saudi tengah memegang peti dari pedang emas tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
